Blitzkrieg [3]

by aminocte

blitzkrieg (n.): lightning war; a military technique used by Germans in WW II  based on speed and surprise

A set of short fictions, consists of <200 words.

Stray Animal

[128 words]

Jangan hiraukan mereka. Dari segi tampang, mereka memang imut dan menggemaskan. Dari segi perawakan, mereka tampak sehat dengan bulu lebat dan terawat. Dari segi selera, mereka hanya mau memakan makanan lezat dan higienis. Dari segi perilaku, mereka sangat beradab. Dari segi fasilitas, mereka punya tempat tidur dan pakaian sendiri. Dilihat dari segi mana pun, kau memang tak ada mirip-miripnya dengan mereka.

Namun, ada satu hal yang harus kau ingat. Kau adalah kucing kampung jantan yang perkasa. Jalanan adalah kekuasaanmu. Malam adalah teman setiamu. Debu dan kuman tak membuatmu lemah. Kekasihmu ada di mana-mana: di sudut gang, di taman, di halaman rumah. Pembawaanmu garang, keras, cadas. Tak takut dengan gertakan rekanmu yang sok kuasa, apalagi karena tikus semata.

Jangan hiraukan mereka, Kawan! Dari segi mana pun, kau memang jawaranya.

Mirror, Mirror

[66 words]

Kepada dirimu yang mengaku paling cantik sedunia,

Memang wajahmu cerah, mulus, bebas jerawat, bebas minyak, bebas noda, bahkan untuk ukuran seseorang yang malas melakukan perawatan sekalipun. Banyak yang mengagumi parasmu, bahkan memimpikanmu siang-malam, berharap kau bisa dijadikan kekasih sementara atau selamanya. Namun, sebelum kau mematut diri di hadapanku semakin sering, tolong ingat pesanku yang satu ini.

Hatimu belum secantik parasmu. Tolong dirawat dengan baik. Terima kasih.

Sugar

[133 words]

Oh, Adindaku tersayang.

Hilang separuh jiwa Abang tanpa kehadiranmu. Kering tenggorokan Abang tanpa suaramu. Berkabut pandangan Abang tanpa melihat parasmu. Langit seolah muram, mentari bagai kehilangan cahaya, nasi dimakan bak sekam, air diteguk serasa api dibuatnya.

Abang tahu, tampang ini terlampau biasa. Tak sepadan dengan parasmu yang elok rupa. Kau dan Abang bagai permata disandingkan dengan tungku, bagai sutra disandingkan dengan belacu. Namun, asal Adinda tahu, cinta di hati Abang untuk Adinda, tak pernah tergoyahkan oleh apa pun jua.

Manismu mengalahkan gula tebu, menumbangkan madu. Teh tawar pun terasa manis bila diminum sambil menatapmu. Namun, Adinda, itu rayuan semata. Tak mampu Abang meneguk teh tawar itu karena rasanya tetaplah tawar juga.

Maka dari itu, sudilah kiranya Adinda belikan gula barang setengah kilo. Abang tak ada uang, jadi untuk kali ini terpaksa Adinda berutang dahulu.

Cleaning

[139 words]

Aku menarik napas panjang. Sepertinya kegiatan ini akan memakan waktu lama. Terlalu banyak barang membuat kamarku terasa pengap. Pikiranku jangan ditanya. Jauh lebih pengap ketimbang kamar tanpa ventilasi dengan tumpukan baju yang lama tak dicuci.

Selanjutnya yang ada hanya bunyi debam di sini, gedebuk di sana. Gedebuk di sana, debam di sini. Buk. Bak. Buk. Sampah. Tidak berguna. Buang. Tidak perlu. Sampah. Tidak berguna. Campakkan. Buang. Tidak berguna. Sampah. Campakkan. Kalau perlu nanti semuanya kubakar sekalian.

“Hei, apa yang kamu lakukan?”

Kudecakkan lidah. Teman sekamarku datang. Dasar, bisanya mengganggu saja.

“Lho, ini, ‘kan, buku-buku kuliahmu?”

 “Memang.”

“Trus? Memangnya tidak perlu? Minggu depan, ‘kan, kita ujian?”

“Memangnya ujian perlu buku? Ikuti saja teori dan opini dosen-dosen kolot itu, dapat A, deh.” Aku memutar bola mata, kesal dengan nada bicaranya yang sok tak berdosa. “Bukannya itu yang kamu lakukan setiap semester?”

Closed Door

[197 words]

“Tidak bisa. Datang saja besok atau lusa.”

“Tapi saya ingin ketemu beliau, Pak. Ini urusan penting, tidak bisa ditunda-tunda. Saya butuh uang cepat. Besok saya harus bayar utang. Saya bawa, kok, maharnya.”

Si pengawal tampak senang. Direbutnya amplop dari tangan si pemuda, lalu disobeknya dengan tergesa. Beberapa lembar uang merah menyembul dari sana. Amplop itu cepat-cepat disimpannya dalam saku.

“Beliau sedang istirahat di dalam. Saya sudah dipesan supaya tidak mengizinkan siapa pun masuk.”

“Tapi Pak—“

“Sudah dibilang nggak boleh masuk, masih maksa—“

Pintu terbuka. Seorang lelaki berjubah hitam menatap kedua orang yang sedang adu mulut itu dengan wajah lelah.

“Ini, Tuan Guru. Orang ini memaksa masuk. Sudah saya larang berkali-kali, tapi masih ngotot,” kata si pengawal dengan meledak-ledak. Sang Tuan Guru mengabaikannya.

“Kamu bilang butuh uang? Berapa?”

“Enam juta setengah, Tuan Guru.”

Sang Tuan Guru merogoh kantungnya dalam-dalam dan mengeluarkan segepok uang dari sana. Mata si pemuda berbinar.

“Ambil saja semuanya. Mudah-mudahan bisa membantu.”

Si pemuda tak peduli lagi dengan keaslian dan jumlah uang yang diterimanya. Yang ia lakukan selanjutnya adalah berlutut dan mencium kaki Sang Tuan Guru sekali, dua kali, berkali-kali. Sementara si pengawal mengulum senyum. Sesekali ia meraba saku bajunya yang tebal sebelah.

Advertisements

12 thoughts on “Blitzkrieg [3]

  1. HIH AKU KESEL SAMA PENGAWALNYA BISA-BISANYA LHO -.- AMI TANGGUNG JAWAB AKU PENGEN NENDANG SI PENGAWALNYA IHHHHHH SEBEL.

    Aku suka yang mirror, mirror jugaaa. Nyelekit banget hahahah. Luarnya boleh cantik tapi kalo hatinya engga kan sama aja yha hahahaha. Suka ih amiiii mesti deh ami kalo bikin cerita tuh yang ada pesan moralnya heheh. Suka suka sukaaa keep writing ya amiiii ditunggu blitzkrieg [4] nyaaa hehehehe.

    Like

    1. Tendang aja kak, gapapa emang nyebelin sih 😀
      Makasih banyak kakfikaa, your comments make my day. Sama, ditunggu Shots #4-nya ya kak 🙂 Keep writing!

      Like

  2. Aduuuh….aduuuuh…aduuuh
    Stray animal : cuma ngomongin kucing tapi yha…….
    Mirror : aduh dikasi ending kayak gitu heartstabbed part duaa .==.
    Sugar : IH KAKAK KALAU UDAH MELAYU2 GINI AKU BISA APA
    Cleaning : greget pisan mau ujian lenyapin buku2, fufufufu
    Closed door : laaaaah…….. =.=

    Ih kakak yaa kalau bkin cerita sedep2 makjleb gitu, huhu. Iepip&pm nya ttp terjaga, ntap!!!
    #4 juseyo~~~~

    Liked by 1 person

  3. Kak ami!! Aku baru baca yang ketiga ini dan ternyata… aaaah, suka banget! Apalagi bagian yang sugar! Merayunya dapet dan ah pokoknya sukaaaa:33

    Like

    1. Hai, Tob 😀 makasih banyak ya sudah mampir dan baca. Iya, Sugar itu salah satu favoritku, manis manis legit tapi giung gimanaa gitu 😀

      Like

  4. aduh yang terakhir nampol banget deh hahahahahahahaha. Sekuritinya menang banyak nih! Untung besar! Aduh, kepada gadis yang dilamar, semoga bisa membawa calon suami ke jalan yang benar dan rasional yaaaa! X)

    yang paling fav yang Stray Animal kak! Yoksi! Somehow relatable ke yang lain jugaaa ❤ ❤

    Like

    1. Hahaha iya dhiluu aku mikir ini sekuritinya warbyasaah haha. Wah, aku ga nyangka lho Stray Animal jadi favorit *kukira itu ngasal banget haha*. Siip makasih banyak dhiluu~~

      Liked by 1 person

  5. Lah ._. Ternyata udah ada #3nya 😂
    Ini ini ini suka sekali semuanyaaa yang stray animal berasa nyemangatin kucing liarnya huhu kasian dia tapi kegelitik yang pas “kekasihmu ada di mana-mana” wetseeeh diem-diem playboy nih uhuy😂
    Terus sugarnya doooong aduh aku ngakak parah mznya bisa aja ngemodusin biar dibeliin gulanya ya ampun kak ami bisa aja bikinnyaaa.
    Terus cleaning astaga ayo kubantuin ngebersihin bukunya hahaha awalnya kukirain ada yang berantem ternyataaa ngukuk parah ngukuk 😂

    Mungkinkah akan ada #4nya kak? Wkwkwk anw semangat terus kak amiii❤

    Like

    1. Iya nih Bella, kucingnya playboy haha. Dan bener masnya bisa aja ngemodusin, tapi masa disuruh ngutang pulaa.
      Yang #4 udah rilis, kok, Bella, silakan dibaca 🙂 Makasih ya sudah mampir 🙂

      Like

  6. ATUHLAH KAAMI ABIS BACA PROMPT SUGAR TITAN PENGEN LEMPAR HAPE KE LAYAR DUHLAH MAS MINTA DITAMPOL ATAU GIMANA?? XDD

    prompt mirror tuh ngejleb banget ya?? dan prompt stray animal!! titan nguquq sumpah beneran ngga nyangka bakal jadi seperti itu yeokshi kaami ❤ 😄

    btw, itu pengawalnya minta dibegal kali ya? hih :((

    keep writing kaami ❤ ❤

    Like

    1. Iya tampol aja titaan, masak manis-manis gitu eh tahunya minta gula, mana nyuruh ngutang segala huft.

      Haha yang stray animal itu kok rasanya bikin geli sendiri ya, kucing playboy haha.

      Iya nih pengawalnya paraah ckck.

      Makasih titaan, keep writing yaa

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s