Shots #5

by fikeey

photo by: Orlova Maria

The unrequited love poem.

Gisele selalu menarik.

Jangan tanya bagaimana penampilannya di pagi hari ketika matahari bahkan belum memunculkan sinar terlemahnya, ketika ia adalah satu-satunya orang yang terjaga dan duduk di tepi meja sembari menelusuri figur lain yang masih berada di balik tumpukan selimut. Gisele akan berjingkat, memastikan bahwa langkahnya tak menimbulkan suara seminimal apa pun lantas menyelipkan dirinya di antara celah pintu kamar mandi dan memulai rutinitas pagi. Rambutnya berantakan, noda merah di beberapa bagian dan kadang ia akan langsung menuju wastafel untuk memuntahkan seluruh sisa makan malam. Pagi yang buruk dan bukan sekali dua kali wanita itu mengalaminya.

Aroma bunga-bungaan mengekori sementara Gisele membawa kaki jenjangnya menuju tas tangan yang tadi malam entah terlempar dengan gaya apa. Blus, rok dan sepasang sepatunya tersebar di sana-sini. Gisele mengembuskan senyum miring sembari membuat catatan kecil di kepala untuk tidak membiarkan Damian mengambil kendali.

Wanita itu baru akan membetulkan letak sepatunya ketika derai sapa Damian menggantung di udara.

Can’t you stay for breakfast?”

Gisele menahan kekeh yang rasanya bisa meledak sewaktu-waktu. “Setelah lebih dari puluhan pertemuan dan baru sekarang kau mengundangku untuk sarapan?” tanyanya dengan nada sarkasme yang tak dibuat-buat. Manik hijaunya mengawasi bagaimana pria di hadapannya berkutat dengan sweatpants dan kaus.

Better than never.” Damian melempar senyum saat ia berjalan melewati figur Gisele. “Pancake?”

Dan tanpa berpikir apa-apa, Gisele menggeleng. Ia meraih tas tangannya dari nakas di samping tempat tidur lantas berjalan menuju pintu. Namun suara Damian memanggilnya—lagi—dan Gisele benci bagaimana kakinya berhenti tanpa aba-aba.

Ada hela napas dari sang lawan bicara. “Bahkan secangkir kopi?”

“Tidak, Damian.” Wanita itu merespons dengan gelengan kepala yang lain.

“Kenapa?”

Memutar kunci yang kala itu akan mengantarkannya pada kesibukan lain di pagi hari, Gisele berkata dengan suara dipaksakan. “There’s no breakfast in our deal, Damian,” katanya. “And don’t forget the meaning of no strings attached.

Advertisements

4 thoughts on “Shots #5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s