An Old Number of Someone

Anak mana yang tidak memberi tahu keluarganya bahwa ia telah mengganti nomor telepon?

Photo © John Harper

Louis memainkan layar ponselnya untuk yang kesekian kali. Matanya menatap satu baris kalimat yang menanyakan bagaimana kabarnya. Ini bukan pertanyaan soal si Pengguna Ponsel, namun pemilik lama nomor yang Louis gunakan sekarang; pesan yang satu dua kali menghampirinya dari ayah “anak lelaki itu”.

Mulanya Louis kesal pun bingung, anak mana yang tidak memberi tahu keluarganya bahwa ia telah mengganti nomor, atau kadang ia ingin memaki pria yang terus-menerus mengiriminya pesan. Akan tetapi, lama setelah memutuskan untuk tidak pernah menjawab satu pun pesan, Louis mengerti. Anak pria itu meninggal, dan untuk mengobati rindu yang tidak akan pernah terbalas, ia menanyakan cerita pula keadaan anaknya ke nomor itu—nomor yang akan selalu ayah tersebut ingat.

Louis tidak pernah berniat membalas, ia hanya membiarkan pesan tersebut mengalir, namun hari ini, ada sebuah entitas yang menggelitik jemarinya untuk mengetik satu dua patah kata. Berharap bahwa dengan balasan ini, pria di seberang bisa menaikkan—sedikit—kedua ujung bibirnya.

“Dad, I’m fine. I’m already in heaven, don’t worry too much about me. Be happy.”

end.

Note

  1. Terinspirasi dari komen dari sebuah blog korea-koreaan yang ceritanya emang kurang lebih kayak gini.
  2. Lama tidak muncul di wordpress hehe. Apa kabar guys? Wish you all have a nice day ♡
Advertisements

7 thoughts on “An Old Number of Someone

  1. Hello, sher! kupertama balik ke ws (ngomen bukan ngepost) setelah berabad2 membanting otak, seneng bnget bsa nemu tulisan km ini. duh, kugak bsa ngebayangin sesakit apa si bpak yg kehilangan anaknya ini smpai setia ngirim sms :’]

    hv a nice day jg buat km ya!

    Like

  2. CIE COMEBACK!!!! Terakhir kali aku ngeliat kamu itu di boks komen blogku dan itu heartwarming banget jadinya begitu nemu ini aku shenaang~

    tar ini singkat tapi bikin kepikiran gitu ya:( aduh untuk bokapnya the late owner, yang tabah dan tegar, Om! 😦 terus aku suka ih sama pengamatannya Louis. Cuma lebih mantep lagi kalo dipanjangin nih di bagian pengamatannya Louis, kayak mungkin pesan-pesannya ditampilin? etapi singkat gini pun nampol harusnya ‘nomor yang Louis gunakan’ bukan ‘gunakannya’ gak sih?? eits tapi mungkin aku yang sliwer. Anyway nice story! Kangen banget sama tariii!

    p.s : lagi uts pertama di perkuliahan nih, tar. mohon bantuannya senpiekuuuu ❤ ❤ ❤ ❤ ❤

    p.s.s : DR STRANGE UDA KELUARRRR!!!!!!!!!

    Like

    1. Ini sebenernya cerita lamaku gitu, terus… gak tau pas bikin emang suka yang pendek-pendek, kalo panjang suka ngelantur bikin cacat soalnya HAHAHA. Jadi segini aja 😦 ((edisi ngasih alasan)). Oh iya, makasih koreksinya, udah aku benerin.

      SEMANGAT YA DHILOO UTSNYA! INI COBAAN YANG PASTI BISA KAMU LEWATI! ❤❤❤❤❤

      Aku udah nonton kok 😉 Asik banget!

      Liked by 1 person

    2. IHIYA ANJIR KALO PANJANG AKU PUN MERUSAK CERITA X) jadi santay aja tari aku juga begitu hahahaha kubaca ulang kok komenku kesannya nyebelin ugha:( maaf yaaaa ❤

      ALHAMDULILLAH AKU SUDAH MELALUI UTS DENGAN SELAMAT YESSEU THANKYOU DEAAARRR ❤

      Like

  3. Halo Tari, lama gak berjumpa di boks komen.
    Kalau secara garis besar, memang rasanya aku sudah pernah baca di manaaa gitu, rada lupa juga. Tapi menilik lebih dalam, baca perlahan, kata demi kata, seperti biasa aku tertarik ke duniamu. Penulisan kamu semakin rapi aja, jadi ngiri, deh. 😛
    Nice fic, Tar

    Nyun.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s