Wings #1

by dhamalashobita

Photo by Patrick Tomasso

Inspired by BTS’ new album, WINGS

Warning: Parental guidance are required for readers under seventeen years old

*

“This love is another name for the devil. I was an idiot addicted to sweetness.”

Ketika aku melihat Kate mengancingkan tiga kancing terakhir kemejanya dan tersenyum ke arahku, jangan tanya seberapa tergila-gilanya aku pada senyuman itu. Tetapi semakin lama kutatap, senyuman Kate lantas berubah menjadi seringai tajam.

Jika dulu aku tidak mabuk, mungkin masa depanku masih secerah sinar matahari pagi ini, bukan sekacau sprei tempat tidurku yang kami tiduri semalaman.

*

“Baby, I don’t care if I get drunk. Your whiskey, deep into my throat”

Sayangnya, kau tidak pernah mencegahku mendekatimu. Namun bahkan jika kau melakukannya, aku tidak lantas akan menjauh.

Lampu gemerlap dan musik dengan ketukan cepat jelas-jelas bukan seleraku, tapi nyatanya bibir manismu membuatku terbuai hingga ke dalamnya. Salah siapa malam itu kau datang menghampiriku dan sedikit mencicipi. Jelas, kau punya andil membuat bibirku tahu bagaimana rasanya sebuah ciuman.

Tak masalah jika harus mencarimu ke tempat yang selama ini kujauhi. Well, aku bukan seorang pendeta atau apa. Jadi sesekali berbuat dosa tidak masalah. Karena hanya di tempat ini aku bisa menemukanmu. Seperti malam ini. Kau berdiri di sudut ruangan, memilih tidak turun ke lantai dansa. Dengan segelas wiski di genggaman tanganmu, kau sesekali mengecup pipi beberapa laki-laki yang lewat di depanmu. Aku sebenarnya tidak suka, tapi apa boleh buat, bukan seperti aku bisa melarangmu melakukannya.

Yang bisa kulakukan hanya berjalan ke arahmu dan ikut mengecup pipimu.

“Kita berjumpa lagi.”

“Sayangnya aku tidak mengenalmu,” ujarmu.

“Bagaimana jika kita berkenalan sekarang, Kate?”

“Kau yakin? Sepertinya wanitamu sedang menunggu di ujung sana.”

Aku berbalik dan tak menemukan apa pun.

“Tidak ada si—” Tak ada Kate di depanku.

Sial! Bagaimana tadi aku bisa lupa jika aku tidak punya wanita sama sekali.

*

“The corner of my memory. A brown piano settled on one side.”

“Di sini, aku menghabiskan hampir seluruh waktuku bersamanya.”

Aku berbicara tentang cinta pertamaku. Di depan sebuah piano tua berwarna cokelat di sudut ruangan. Debu menutupinya meskipun selama ini kain putih berusaha melindunginya. Dulu, tak ada debu karena baik aku maupun dia membersihkannya setiap hari.

Kami memainkannya, menautkan jemari ketika dengan sabar ia mengajarkanku nada-nada. Perlahan-lahan. Hingga aku sadar aku semakin bertumbuh, semakin pandai dan dia semakin mudah melepasku bermain seorang diri.

“Kau sangat menyayanginya?” tanya Kate.

“Lebih dari aku menyayangimu,” jawabku.

Kate membalikkan tubuh, mencari sudut lain untuk ditelusuri. Mungkin dia marah, atau cemburu—aku juga tidak tahu. Aku tetap meracau tentang cinta pertamaku, tentang bagaimana aku bertengkar dan menyuruhnya pergi saja. Ketika aku tidak ingin bertemu dengannya barang sedetik pun. Atau ketika dirinya memarahiku saat aku kabur dari rumah.

“Apa dia lebih baik dariku?” tanya Kate lagi.

“Dia lebih baik dari siapa pun. Lihat, seperti malaikat, bukan?” Aku menghampiri Kate, meraih pigura di atas lemari pajangan.

“Ini, cinta pertamaku. Katakan maaf pada Ibuku, karena kau telah lancang menjadi lebih cantik darinya.”

*

  • Can you guess the song for those drabbles?
  • Semakin jatuh cinta pada BTS, lirik dan musik mereka adalah paket lengkap yang keren banget.
  • Thanks for reading! 🙂
Advertisements

8 thoughts on “Wings #1

  1. Haii Kak Mala 🙂
    Aku mau kenalan dulu. Aku Nau, 97L.
    Hm… aku bingung mau komentar apa, hihi. Pokoknya, aku jatuh cinta sama tulisan Kakak. Ini simpel, tapi ngena. Apalagi yang bagian paling akhir, favoritku banget.

    Semangat nulis ya, Kak. Kutunggu karya selanjutnya 😀

    Salam kenal.

    Liked by 1 person

    1. Ternyata lirik dari lagu First Love-nya Bang Suga haha 😄
      Aku nyari dulu loh Kak, kira2 itu lagu judulnya apa, bikoz akhir2 ini aku udah ketinggalan banyak soal BTS.

      Like

  2. Hai Kak! ^^
    Aku new reader di sini, 94L, salam kenal ya 🙂

    Tulisan Kakak kece sekali, aku suka!
    Dan aku gak nyangka kalo cinta pertama si “aku” adalah ibunya >.<
    Wah, bener2 diluar dugaan deh!

    Keep writing ya, Kak ^^

    Like

  3. Hello, kak malaaaa? inget daku ga? pasti ga hahaha
    duh, aku syok. kirain mantan pacar tau istri gthu ya. trus balik ke part si aku bertengkar hebat smpe ngusir ibunya jd buatku tmbah syok. ga bsa nilai apa si aku ini anak baik2 krn nganggep ibunya cinta pertama, atau perwujudan dr malin kundang. atau malin kundang yg tobat x,D

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s