She Who Walks Upon The Sea

by futureasy

A girl who doesn’t text back.

A man who waits.

.

Asherah tidak pulang lagi. Kamar gadis itu kosong dan selimutnya kusut di atas ranjang yang kala kusentuh menimbulkan hawa dingin. Barang-barang lainnya terburai sembarangan, beberapa buku menetap di lantai, salah satunya masih terbuka. Lemari pakaiannya selaiknya tak disentuh, mengingat gadis dengan rambut hitam bergelombang itu pergi tanpa membawa pesalin. Manikku menumbuk jendelanya yang terbuka, lantas berjalan ke arahnya dan menemukan hamparan daratan berujung laut di timur sana. Barangkali ke sanalah ia mengarah.

“Sudah ada kabar darinya?”

Aku menoleh untuk mendapati ibunda Asherah berdiri di ambang pintu. Wanita dengan rambut bergelombang dan bunga tulip terselip di daun telinga itu memiliki mata yang sama dengan Asherah, manik kelabu menghanyutkan yang tegas namun juga sendu. Aku menggelengkan kepala.

“Belum ada.”

Aku mendengar ibundanya menghela napas sebelum wanita paruh baya itu membalikkan badan, siap pergi dari sana. Ada ketegaran kala ia berbisik. “Dia pasti kembali. Kita hanya perlu menunggu.”

Bayang-bayang dwimanik Asherah menyapaku, menenteramkan aku yang sejujurnya ingin berlari menyusulnya. Kepalaku mengangguk, “Tentu.”

.

Impian terbesar Asherah adalah berkelana ke pelosok bumi, menyambangi samudera luas, dan setiap pesisir pantai di dunia ini. Manik kelabunya akan membuatku percaya ada kobaran api di dalamnya, lalu kudapati diriku tersenyum. Rambut sewarna sulang bergelombangnya dibiarkan tergerai hingga punggung dengan aksen kepangan kecil di bagian depan. Kadang ia bersenandung, pinggulnya bergerak mengikuti nada. Aku kerap menemukan diriku memandanginya tanpa jeda, mendengarkan tawa renyahnya hingga dadaku meletup.

“Kalua,” katanya pada suatu malam. Aku menoleh kepadanya, menjanjikan perhatian penuh.

“Aku bakal pergi, mungkin tak lama lagi. Jadi jangan rindu, sebab aku tak benar-benar meninggalkanmu.”

Aku tak menanyakan destinasinya, pun mempersoalkan mengapa ia memberitahuku hal seperti itu. Ada kehangatan yang terselip di jemari kami yang saling menggenggam. Angin bertiup membentur rambutnya, lantas aku menangkup wajah itu, memandang dwimanik yang selama ini aku cintai.

“Maka kembalilah.”

Aku tidak tahu ke mana perginya ia sekarang ini, tapi ada keyakinan yang terselip dalam benakku, bahwa Asherah Kealoha tengah menjalankan misinya demi meraih mimpi.

.

Memeriksa kotak masuk e-mail menjadi pekerjaan utamaku setiap harinya, menunggu Asherah membalas barang satu. Nihil. Asherah mungkin tak bisa kuinterupsi, barangkali ia tak dapat menyingkirkan waktu untuk membalas salah satunya.

“Dia juga tidak pernah membalas pesanku, Kalua,” ujar Kalama, adik perempuan Asherah. Gadis bersurai jelaga sebahu itu menepuk bahuku tegas. Maniknya membara dengan kepercayaan, membantuku untuk yakin.

Kalama duduk di sampingku, menelaah surya di ufuk barat sambil berkata, “kakakku benci membuat orang lain menunggu.”

Sunyi dipecahkan dengan gemerusuk pepohonan. Manik hitam Kalama masih menggerayangi kilau oranye di angkasa. Gadis itu lantas berdiri. “Kita sudah berhasil menunggunya selama satu tahun, kita pasti bisa menunggu lebih lama lagi.”

Pada akhirnya, aku meremas kedua lutut, memaku pandang kepada lautan jauh di sana. Ada getar kerinduan kala aku berteriak. “Aku masih di sini, Asherah! Jadi, kembalilah!”

Detik itu, aku merasa bahwa ombak di laut sekalipun tak mampu menghempas rasaku pada Asherah. Bahwa Kalua Ethan mampu menunggu gadis dengan surai panjang bergelombang dan iris kelabu itu kembali ke sisi.

 

—fin.

 

a/n:

  • Asherah artinya she who walks upon the sea.
  • Kalua artinya the companion.
  • Kalama artinya the flaming torch.
  • Sebagian besar nama Hawaiian karena aku sedang ingin mengeksplornya.
  • Terima kasih banyak kuterbangkan teruntuk OUR DEAR KAKFIKA yang udah mau beta ini hihihihi. Kakak you know how much I love you, right?

 

Advertisements

6 thoughts on “She Who Walks Upon The Sea

  1. duh, Ethan … kasian dirimu, sini sama aku aja. hahaha /apaandah

    seperti biasa yaa para author di WS itu emang udah terlatih dengan eksekusi yang wooo mencengangkan! bahasanya selalu apik dan enak dibaca gituuu. anw. keep writing yaa!!!

    Liked by 1 person

    1. Halo, kak Ani!
      Salam kenal aku Dhila (bisa dipanggil Dhilu) dari line 98! 😀

      Aw iya tuh Ethan tuh daripada nungguin Asherah kelamaan, gih ke kak Ani hahaha. Thank you kakaaak! Makasih juga udah baca ini 🙂

      Liked by 1 person

  2. haeeeee, my twinnie kesayangankuuuuu ❤ ❤

    yeokshi, aku bisa bayangin di pantai-pantai hawaii gitu masa baca tulisan kamu, dhil 🙂 ini singkat, tapi padat gitu. cuma aku sedikit notice … sepertinya kamu lagi wb, kah? soalnya tulisan kamu ga se-smooth biasanya. but it's ok, it's love. aku tetep cinta heeeeee :))

    terus nama-nama orang hawaii itu lucu ya didengernya. dan kamu memilih nama-nama yang buatku so tropical gitu, kayak pas aja sama temanya, hehehe. jadi aku suka bangetlah. pilihan kamu emang oke-oke. :))

    semangat terus ya, sayang! ❤ hugs hugs

    Liked by 1 person

    1. TWINNIE BINNIE KESAYANGAAAAAN! ❤ ❤

      huhuhu syukurlah! tadinya aku sempet insekyur takut ke-hawaii-an di sini gak menguar! leganyaaaaa 😀 hehe iya, aku lagi gabisa ngetik yang panjang-panjang 😦

      BETUL SEKALI CONGRATULATION! iya aku lagi agak wb dan berusaha bangkit dari kubur hahahaha. Thank you deaaaaar!

      ikr i love them too! aku sampe mikir mau namain anakku nanti (atau the next fiction) dengan nama hawaiian hahahaha XD

      kamu juga semangat terus! lets be happy! ❤ hugs hugs

      Like

  3. Hi Dhiloo! 😄😄 Lama ya aku gak nyapa orang hahaha.

    Satu, aku suka banget sama pemilihan namanya, sama penggambaran fisik karakter, kayak cocok parah gitu. Terus pas tau arti namanya lebih suka lagi.

    Dan bittersweet yang agak misterius gini kesukaanku banget, tidak mengerti lagi harus cinta sama ini berapa kali 💝💝 Btw kepo deh Asherah ke mana deh? Apa dia udah tiada…

    Anyway, keep making something beautiful ya Dhiloo 🙂

    Liked by 1 person

    1. HALO TARI MILUV! ❤
      Belom terlalu lama sejak sapaan terakhirmu, tapi nvmind X) Udah lama juga aku gadipanggil Dhiloo HAHAHAHA 😀 Dhilu aja tar 😉

      Syukurlah! Thanks to nameberry! Kerjaanku di kala gabut mostly ngeksplor nameberry sampe nama-nama yang kusuka kebanyakan dan jadi lupa XD Anyway me too! Aku suka arti namanya jugaaaaa

      Ahuhu iya bittersweet pake gula rendah kalori. Enggak, koook! Si Asherah masih hidup, cuma dia emang punya jiwa pengembara yang besar jadinya ya itu, dia mengembara. Rela ninggalin keluarga dan kekasih hati.

      Siap, Tari! kutunggu keindahan tulisanmu! ❤ ❤ Makasih udah mampir ya deaaaaar ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s