Special Event: WS Birthday Bash and Blind Reading Challenge

Halo, gaes, apa kabar???? Senang rasanya bisa turun tangan langsung meng-handle postingan event di WS, HAHAHA, dan ada baiknya kami berhenti cengengesan sampai di sini sebelum kami didepak karena kebanyakan ketawa, heuheu. Anyway, selamat memasuki bulan Desember, gaes, selamat menyambut akhir tahun 2016. Sampai mana resolusi tahun ini? Talk about the twelfth month of the year, Desember adalah bulan spesialnya WS. Bikos 1 Desember 2016 adalah anniversary WS yang pertama! Uyeah!! ❤

A long … long list of thank you for each and every one of you, dear beloved WS’ reader. Terima kasih sudah memberi apresiasi menyenangkan—komentar, likes, share, atau bahkan sekadar baca sampai tamat—di karya-karya kami. A long way to go, semoga masih banyak tahun-tahun ke depan di mana kami bisa terus berkembang untuk memberi yang terbaik. Apresiasi kalian secara nggak langsung memotivasi setiap penduduk WS buat terus berinovasi, jadi terima kasih. Bangeeet! Semoga di tahun-tahun selanjutnya makin banyak yang menikmati tulisan kami, ehehe. Sebagai bentuk terima kasih sederhana dari kami, Q (dan WS) memutuskan buat mengadakan game kecil-kecilan. Yap, it’s a blind reading challenge. Di bawah ini ada tiga puluh paragraf (dengan panjang maksimal 150 kata) yang ditulis oleh tiga puluh penulis WS yang berbeda dengan satu prompt yang sama. All you need to do is guess, siapa nulis paragraf nomor berapa. Silakan tebak-tebak buah manggis, salah juga nggak apa-apa, sih, bikos ini bukan ujian nasional, HEHE.

Dan prompt-nya adalah … Out of the Box, diartikan secara denotatif dan konotatif. Without beating around the bush, let’s begin the game!

#01.

Pernahkah kita melihat keluar dari kotak tempat tinggal kita? Di sana ada yang seperti kita, manusia pula. Punya potensi akal yang membedakan kita dengan makhluk Tuhan lain. Tapi lucu, amat lucu. Walaupun sama-sama manusia, tak jarang kita saling menumpah darah. Mengatasnamakan cinta kotak-kotak kita. Sering melempar olok-olok hanya karena merasa diri paling mulia. Pernahkan manusia pasti benar akan anggapannya yang sebatas rangkaian kata sifat? Tolak ukur manusia relatif, kotak kita relatif, tak pantas mendakwa siapa pun, kotak mana pun, apakah ia baik atau buruk. Pengecualian jika menggunakan tolak ukur Tuhan. Maka marilah, kawan sekotakku. Tembuslah visi-visimu hingga menuju kotak-kotak itu. Lihat, sebenarnya, perjuangan kita hanya satu. Membela kebenaran yang paling benar pun adil; perdamaian untuk dirimu dan diriku.

Guess who? 1. @andditta, 2. dhila_kudou, 3. Cheery

#02.

Aku punya seorang teman yang hebat. Dia bukan anak kutu buku yang hobinya menculik deretan piala dalam kejuaraan sains. Dia hanyalah anak biasa yang tinggal di tempat tak biasa; rumah minimalis di atas pohon ridang. Anak yang tak pernah bosan dengan satu model pakaian setiap hari. Anak yang bahkan terlalu sibuk untuk sekadar memerhatikan penampilannya hingga rambut panjangnya selalu dibiarkan tergerai begitu saja. Anak yang akan selalu disegani bahkan meski ia tak memiliki catatan prestasi yang menakjubkan. Anak yang bisa memutar bola mata sampai urat matanya putus. Ah, anak itu sedang berdiri di belakangmu, omong-omong.

Guess who? 1. son nokta, 2. Angelina Park, 3. kimminjung00

#03.

Pagi itu ia terlambat bangun. Buru buru tangannya menyingkap tirai, lalu berjalan keluar melewati jendela yang setengah terbuka. Dipacunya kaki-kakinya untuk berlari mengejar temannya yang sudah lebih dulu meninggalkan sarang.

Sesekali ia terpeleset karena pemilik rumah baru selesai mengepel lantai. Berusaha ia berdiri, mengejar ketinggalan. Kakinya terasa sakit, namun ia abaikan. Yang penting bisa masuk, pintanya.

Tak lama kemudian kedua matanya menangkap bayangan teman-temannya yang tengah berbaris menuju sebuah kotak, tujuan utama mereka hari ini. Dengan suara serak ia berteriak, memanggil teman-temannya—setidaknya satu orang—agar mau meluangkan waktu menunggunya datang.

Hanya satu senti terlambat.

Kotak itu sudah terangkat ke atas meja.

Ia tak bisa memakan gula hari ini bersama temannya.

Guess who? 1. @andditta, 2. dhila_kudou, 3. Cheery

#04.

Aku tidak pernah tahu jika aku harus hidup di dunia yang dirasuki hukum kanibalisme. Kalau tak mau dimakan, haruslah memakan. Mungkin memang sudah kodratnya manusia sama dengan hewan. Tapi aku tidak pernah menyangka jika sahabatku sendiri yang bersiap mengasah pedang untuk menusukku dari belakang. Aku terbiasa dihujam puluhan anak panah, tapi dia, sahabat yang sudah kuanggap saudara sendiri, haruskah dia yang menunjukkan kemampuannya untuk menerkamku? Aku tak ingin mati, dan tak akan ada yang mau mati dimakan saudaranya sendiri. Jadi … haruskah aku yang keluar dari zonaku untuk memangsanya terlebih dahulu?

Guess who? 1. cherryelf, 2. slmnabil, 3. ZulfArts

#05.

Butuh pegawai baru yang efektif dan efisien untuk perusahaan Anda? Ingin memasang iklan lowongan kerja, tetapi biaya mahal? Bukan saatnya khawatir, Instant® punya solusinya! Memperkenalkan EmployeeBox™, sumber daya manusia alternatif untuk menghemat modal dan memperbesar keuntungan Anda! Dipilih dari lulusan-lulusan sarjana strata satu berkualitas terbaik, EmployeeBox™ mengemas efisiensi dan efektivitas tenaga kerja dalam satu kotak. Menggunakan inovasi NoHeart™, para pegawai siap kerja dalam EmployeeBox™ telah lulus serangkaian proses pengenolan emosi, sehingga perusahaan Anda akan bebas dari kemalasan, ketidakjujuran, dan keserakahan. Selain pengaturan dasar yang telah disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan-perusahaan masa kini dan sistem operasi yang sederhana, EmployeeBox™ juga tersedia dalam berbagai varian untuk beragam bidang kerja, jadi tunggu apa lagi? EmployeeBox™, buka kotaknya dan dapatkan pegawai impian Anda! (Perhatian: tidak cocok untuk bidang kerja sosial. Setelah dikeluarkan dari kotak, harap isi disimpan dalam kubikel yang kedap interaksi agar mutunya tidak berkurang.)

Guess who? 1. lianadewintasari, 2. angelaranee, 3. shiana

#06.

Baru dua hari mengajar, Lisa sudah ketiban rezeki. Kalau definisi rezeki berarti mendapat tambahan gaji, sih tidak apa-apa. Sebenarnya, makna rezeki kali ini justru lebih baik ia tolak. Ya bagaimana lagi, kelas yang ia ajar berubah seperti medan perang bahkan sebelum ia menaruh peralatan mengajarnya.

“Kenapa kamu bawa kecoak ke sekolah, Rian?”

Sang pelaku terdiam di hadapan Lisa. Tadi murid-murid berlarian karena Rian menjejali kecoak pada mereka, sekarang bocah sepuluh tahun itu seperti sedang merancang amunisi pembelaan.

“Kalau ditinggal gak ada yang ngurus, Bu.”

Kening Lisa berkerut, dia segera memajukan posisi duduknya. Perkataan guru lain tak salah, bocah ini memang sulit diberi pengertian.

“Mereka tidak akan mati saat kamu tinggal.”

“Tapi Bu—”

“Yasudah, nanti kamu ketemu lagi dengan saya saat pulang sekolah. Sekarang sudah dimasukkan ke kotak lagi, kan?”

Dia menggeleng, matanya naik ke arah puncak rambut hitam Lisa. “Yang satu ada di sana, Bu.”

Guess who? 1. S. Sher, 2. liakyu, 3. titayuu

#07.

Dari tempatnya berada, ia bisa melihat segala. Tak ada yang tersamar, semuanya tampak dari balik dinding tembus pandang. Di bawah sana, suasana begitu ramai. Orang-orang berjalan, berlari, bahkan ada pula yang menari. Semua seakan saling tak peduli. Semua seolah demikian yakin dengan kehendak sendiri. Ia menggigit bibir, meremas tangan. Gelisah menggelayuti batinnya, membuatnya resah. Oh, ingin sekali ia berada di sana, tak ubahnya seperti orang-orang yang tadi diperhatikannya. Namun, bagaimana caranya? Kotak kaca ini mengungkungnya sedemikian rupa, tak membiarkannya lolos begitu saja. Lama ia terdiam, otaknya berpikir keras. Peluhnya mengalir deras. Diketuknya dinding kaca itu dengan telunjuknya. Seberkas retakan membekas, lalu merambat ke segala arah. Ia mengetuk dinding itu sekali lagi. Prang! Kaca-kaca yang tadi mengungkungnya itu kini luruh begitu saja. Bunyi memekakkan seakan tak terdengar olehnya. Di bawah sana, orang-orang berlarian, menghindari hujan kristal yang bisa membuat mereka terluka. Dalam hitungan detik, keramaian itu mendadak lengang. Ia kini sendirian.

Guess who? 1. aminocte, 2. jungsangneul, 3. dhamalashobita

#08.

Aku menyusuri jalan sarat orang berlalu-lalang, dengan gesit menghindari lautan tubuh dan sumpah serapah yang kuyakin akan dilayangkan seandainya aku sampai menabrak mereka. Jingga matahari menerangi Manhattan, membungkus kota dengan keindahan langit sore yang tak pernah gagal membuat orang terpana. Bersenandung pelan, aku pun mengeluarkan ponselku, meninjau apakah ada pesan masuk atau tidak. Atensiku yang terpaku pada layar ponsel terputus kala tiba-tiba saja seorang wanita bersurai pirang jerami datang menghampiri. Dengan ketergesaan yang terukir jelas di wajah, ia bertanya kepadaku akan jalan tercepat menuju rumah sakit. Tersenyum, aku pun mendorong wanita itu ke jalan raya, tepat di depan mobil yang tengah melaju kencang.

Guess who? 1. Primrose Deen, 2. Io, 3. Lt. VON

#09.

Kesunyian ruang membisukan nyaris setiap orang di ambang pintu. Lelaki dan wanita dari berbagai kelompok itu menatap netra satu sama lain, barangkali ingin tahu apa yang sebenarnya harus mereka lakukan. Satu yang berdiri di barisan paling depan, yang agaknya urung melempar pandang pada orang lain, maju selangkah dua langkah. Maniknya menatap lurus ke ruang terbuka dengan cahaya mentari di depan sana. Dari kegelapan di balik pintu tempat mereka berkumpul, kejadian itu begitu jelas dipandang mata. Aku salah satu dari mereka yang memerhatikan wanita dengan rambut berwarna terang tersebut. Salah satu yang terpukau dengan betapa kokohnya seorang wanita dapat berlaku lajak. Detik ketika kami berkejutan adalah detik di mana wanita nan memukau di sana tumbang. Detik ketika kami melihat puluhan hewan buas menerkam dan mencabik tubuhnya. Rupanya leluhur kami benar tentang larangan keluar dari Dinding Kehidupan yang selama ini kami jadikan tempat tinggal.

Guess who? 1. Fantasy Giver, 2. qL^^, 3. futureasy

#10.

How did you do that again?

Aku meringis mendengar pertanyaan bernada tajam yang keluar dari mulut Joan—kakak perempuanku yang gemar mengintimidasi adiknya sendiri. Hah. Memang keahliannya dalam menggunakan Beretta tak lebih hebat dariku—seperti yang ayahku bilang—tapi kadang, cukup pasang wajah galak dan mata melotot saja, target kami akan mati duluan karena ketakutan. Hiperbolis, sih, tapi siapa pun yang menjadi objek misi Joan pasti kehilangan nyawanya dengan tenang.

Don’t play dumb, Kyle. Kau meninggalkan tempat lokasi dalam keadaan berantakan begini.” Joan menghela napas. “Sekarang katakan, senjata jenis apa yang kau gunakan?”

Aku menelan ludahku bulat-bulat.

O tidak. Joan tidak akan senang mendengarnya. Demi dompet Neptunus, aku pasti akan dikurung di kamar mandi dan kali ini pasti akan lebih dari tiga hari.

“Kyle?” Aku mendongak. “Senjatanya?”

Sambil menutup wajah, aku bergumam.

“Nanas.”

Guess who? 1. Catstelltales, 2. fikeey, 3. Joieland

#11.

Satu hal yang paling kubenci di dunia ini adalah berada di ruangan terkunci. Iya, aku pengidap klaustrofobia. Keluargaku yang paling tahu kondisiku. Istriku hafal betul aku tak suka berada di ruangan terbatas—apalagi sendirian. Maka ia selalu berusaha mendampingiku, pun saat aku harus pergi ke kamar mandi. Anak-anakku yang baik tak segan menyisihkan gaji bulanan mereka demi membangun rumah baru untukku. Salah satu sisi dindingnya diganti jendela-jendela besar yang menghadap pemandangan hijau yang asri.

Tapi saat ini, aku justru dikecewakan besar-besaran oleh keluargaku. Setelah selama ini aku berjuang melawan ketakutanku, tega-teganya mereka membawaku ke tempat yang paling kubenci. Ruang sempit segi empat dengan papan kayu yang menjadi pembatas. Sungguh menyesakkan, rasanya seperti kebebasanku dijarah paksa.

Tidak. Aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku harus bisa keluar dari kotak ini. Aku harus memberitahu istri dan anak-anakku lebih baik tubuhku dikremasi saja daripada ditempatkan di peti mati.

Guess who? 1. Adelma, 2. keii, 3. La Princesa

#12.

Bisakah aku keluar dari kotak keparat ini? Ya, belakangan carut-marut telah menjadi nama tengah untuk kehidupan yang ada di depan mataku. Seruan benci atas perbedaan dan miskinnya toleransi telah menjadi pemicu. Manusia berlomba-lomba menjadi yang terhebat dan terbenar; mengagungkan apa yang mereka percaya, menyombongkan apa yang mereka punya. Penindasan dan penghakiman telah menjadi biasa, benar dan salah telah bersanding menjadi apa yang begitu mereka puja—betapa penting, berharga, dan menyilaukan mata. Siapa sebenarnya yang membangun sekat-sekat tak kasat mata yang membuat manusia menjadi terkotakan seperti ini? Sementara mata semakin buta dan telinga semakin tuli, lidah pun semakin lihai dalam mencetuskan huru-hara. Sisi kotak-kotak itu terus meninggi, menebal, dan mendingin karena kebencian terus menguar dengan begitu kuat; membuatnya semakin sulit untuk diruntuhkan dan dihancurkan—ah—mungkin bisa saja, tapi nanti, setelah kekacauan berada di puncak dan Tuhan pun dengan terpaksa menurunkan tangan-Nya.

Guess who? 1. Adelma, 2. keii, 3. La Princesa

#13.

Aku lupa sejak kapan aku berada di sini, yang jelas tempatku sekarang bukanlah tempat yang menyenangkan. Aku bertanya-tanya, seperti apa keadaan di luar sana? Apakah indah? Apakah penuh warna? Atau malah, jauh lebih menyedihkan? Aku tidak pernah tahu, tapi aku berharap aku bisa tahu. Pria berjas putih yang setiap hari masuk ke sini tidak pernah sudi bercerita. Ketika aku bertanya, yang ia lakukan hanya menyuntikkan cairan yang selalu membuatku tertidur untuk waktu yang sangat lama, dengan mimpi buruk yang tidak pernah bisa aku kendalikan. “Aku ingin keluar dari sini!” teriakku pada pantulan diriku di cermin. “Kalau begitu mari keluar bersama-sama,” jawabnya. Katanya, ia sudah lelah terkurung di dalam cermin, sama sepertiku yang sudah jenuh hidup di dalam kotak ini. Aku kembali bertanya padanya, ”Kau yakin ini akan berhasil?” “Tentu saja!” Aku menghela napas. Aku akan bebas, aku akan bebas, batinku bersorak, bersamaan dengan tanganku yang bergerak menggoreskan serpihan kaca pada leherku.

Guess who? 1. lianadewintasari, 2. angelaranee, 3. shiana

#14.

Ada titik-titik air menetes dari ujung rambut turun ke dagunya. Bukan berkat hujan yang tak kunjung mereda, namun akibat siraman dari wudunya di sepertiga malam. Dia berdiri di hadapanmu, Tuhan, meski coreng-moreng kaki tangannya akibat serbuan tato bekas masa kelamnya. Keluar dari zona mencekam itu, ia bersimpuh di hadapan arsy-Mu. Ada gaduh suara batinnya, ketakutan akan api neraka yang berulang kali Kaujanjikan dalam untaian firman. Ada desir nadinya merasakan keberadaan pasukan malaikat-Mu, ketakutan ia jikalau sewaktu-waktu diterkam gada. Pada sujudnya yang panjang, ada kilasan ganja, perempuan-perempuan telanjang, juga alkohol seharga dua puluh lima ribuan. Keluar dari bilik gelap di hidupnya itu bukan hal mudah. Tapi, ia ada di pintu cahaya-Mu, Tuhan. Mengetuk dan mengetuk. Akankah Kau berkenan membiarkannya menelusup masuk?

Guess who? 1. aminocte, 2. jungsangneul, 3. dhamalashobita

#15.

Manusia akan memasuki sebuah kotak spesifik pada masanya; satu benda yang terkadang membawa pilu, satu tempat tidur terakhir untuk manusia tanpa denyut jantung.

Peti mati.

Melihat benda itu suka mengundang perasaan tak tentu, sementara pikiranku langsung melalang buana. Terkadang rasanya hanya ada hampa ketika teman dekat yang berjuang untuk hidup selama berhari-hari akhirnya harus pergi; di lain waktu kala ada rasa marah pun muak, aku ingin menembak kepala orang-orang kejam, lantas memasukkan tubuh mereka ke dalam sana.

Bukankah banyak orang yang berpijak di atas tanah lebih pantas untuk terkapar di sana? Mereka jadi tidak usah membunuh ayahku, tidak harus menindasku ketika kecil, dan tidak perlu pula menanam benci di hati orang-orang terdekatku.

Namun kini, berpikir bahwa, alih-alih merepotkan diri sendiri, dari pada harus membunuh manusia tolol, berengsek, atau tidak berperikemanusiaan, lebih baik aku saja yang mengakhiri perjalananku di luar kotak dan enyah dari dunia penuh iblis pun kesengsaraan ini.

Guess who? 1. S. Sher, 2. liakyu, 3. titayuu

#16.

Seperti semua wanita di dunia, Medusa kepingin juga mengikuti style rambut terbaru. Betapa ia ingin rambutnya dapat mengikal, melengkung, atau lurus sekali. Ia ingin ketika angin bertiup, rambutnya mengibas cantik. Tetapi rencananya ini ditolak mentah-mentah oleh skuadron yang menginang di atas kepalanya; para ular. Mereka tidak suka dibentuk macam-macam dan mengibas cantik. Apabila Medusa kepingin menggunting mereka jadi bentuk bob atau parahnya pixie, bagaimana nasib kepala-kepala kecil mereka? Melalui parseltongue, Medusa mencoba menenangkan para ular. “Teman-teman kecilku, kalian akan tampak luar biasa setelahnya. Percayalah.” Tetapi para ular yang temperamental itu tidak mau mengerti, malah semakin murka. Mereka menghabisi Medusa dengan cara yang sungguh tidak sopan jika dipaparkan secara rinci. Medusa mati? Oh, tidak. Hanya lenyap untuk sementara.

Guess who? 1. S. Sher, 2. liakyu, 3. titayuu

#17.

Guru Bahasa Inggris Bonnie memberikan tugas mengarang untuk mengisi akhir pekan. Instruksinya out of box. Sungguh menggelikan menyaksikan semua anak di kelasnya bertanya-tanya apa maksudnya menulis out of box, padahal guru mereka sudah menjelaskan sekitar sejuta kali. Bonnie mau-mau saja menjelaskan konsep tersebut pada teman-temannya. Tapi di sana ada Sara yang sok cantik, George si ketua kelas pengadu, Mirabel si Pelit, dan lain-lain. Tidak ada yang pantas dapat bantuan. Jadi sekarang, di kamar, Bonnie mulai mengerjakan PR-nya. Di dekatnya sudah ada sebuah kardus bekas televisi. Ia duduk dan mulai mengerjakan PR-nya di meja belajar. Tapi lantas Bonnie sadar, kamarnya pun berbentuk kotak. Melangkah ke luar kamar seraya menenteng buku dan pensilnya, Bonnie nyaris saja duduk di lorong, ketika ia berpikir lagi. Rumah Bonnie adalah rumah paling kotak di antara yang lain. Terakhir, seraya melangkah ke taman bermain umum di depan rumah dan duduk, Bonnie bersyukur bahwa Bumi tak berbentuk serupa.

Guess who? 1. Catstelltales, 2. fikeey, 3. Joieland

#18.

Aku punya burung yang pandai sekali bicara. Namanya Kedasih. Tubuhnya indah, komposisi teratur dari abu-abu, merah kecokelatan hingga jingga. Kegemarannya bersiul sembari bertengger di dahan pohon kecil, tempat aku beristirahat setiap hari dari kepenatan dunia. Kami seringkali bertukar pikiran. Ia menceritakan apa yang dilihatnya dari atas, sementara aku bercerita apa yang kuingat dari bawah. Kadang kami berdebat, tapi selalu berakhir dengan Kedasih yang menang. Dia sangat pintar. Otaknya kecil tapi pengetahuannya banyak. Ah, andai saja otakku bisa dikubur terpisah dari peti mati. Pasti aku bisa mengalahkan Kedasih.

Guess who? 1. Adelma, 2. keii, 3. La Princesa

#19.

Ada segelintir rasa sedih saat lilin berbentuk angka tujuh belas kutiup lima detik yang lalu. Sebagian besar orang mengatakan bahwa usia tujuh belas tahun adalah gerbang menuju kedewasaan. Ucapan itu tidak salah, memang, karena di usia itu kau sudah legal untuk mendapatkan KTP, SIM, bahkan hak untuk menonton film dewasa dan masuk klub hiburan malam. Namun yang membuatku merasa sedih adalah, menjadi dewasa berarti kau akan harus menganggap sebuah kotak adalah kotak, dan aku benci hal itu. Saat kecil kita bisa mengatakan kalau kotak itu adalah benteng, mobil, rumah, bahkan kastil. Tetapi saat kita dewasa, mereka akan menertawakan bahkan mengucilkan kita kalau kita menjawab demikian. Ayolah, kita memiliki hak seumur hidup untuk berpikir kreatif layaknya anak kecil dengan imajinasi liarnya, bukan?

Guess who? 1. Catstelltales, 2. fikeey, 3. Joieland

#20.

Ah, Sean benar-benar membuatku kesal setengah hidup. Ada-ada saja ide dalam kepalanya untuk menjahiliku seharian kemarin. Mulai dari meletakkan botol minumku di ventilasi kelas─yang tingginya meskipun aku naik di atas tumpukan meja dan kursi tetap tidak bisa kujangkau, mengikat kedua tali sepatuku dengan simpul rumit saat kelas tari tradisional, sampai ia merelakan waktu berharganya untuk berburu cicak yang kemudian ia tunjukkan padaku. Aduh, untuk yang terakhir itu sungguh membuatku merinding sekaligus ingin menendangnya ke luar Bimasakti. Tapi, tiba-tiba saja sepulang sekolah Sean meminta maaf dan menjanjikanku sebuah apel esoknya. Sebenarnya aku juga tak bisa memahami pikirannya, namun aku harus tetap berterima kasih, bukan? Jadi, hari ini aku juga membawakannya sekotak hadiah. Dengan senyum─yang kubuat─manis, aku memperhatikannya membuka kotaknya dan “SIALAN! SINGKIRKAN MAKHLUK BERBULU ITU DARIKU!” Sean kabur. Tsk, padahal aku sudah susah payah membujuk Eloise dengan Whiskas favoritnya.

Guess who? 1. @andditta, 2. dhila_kudou, 3. Cheery

#21.

Ada sebuah pohon yang menjulang begitu tingginya di kampung kami—sampai-sampai kau tidak akan tahu apa yang menggantung di rantingnya. Seolah-olah ia menantang dan mengolok-olok kami yang berada di bawahnya. Orang-orang sering bertanya-tanya tentang: (1) setinggi apa pohon itu sebenarnya, (2) buah apa yang dijaganya dengan begitu baik, sampai melirik rupanya saja kami tidak bisa, (3) siapa yang menanamnya, atau (4) apa yang akan terjadi jika seseorang terjatuh dari puncaknya. Aku tidak repot-repot menambahkan ‘Daftar yang Menuntut Jawaban’ dengan isi pikiranku. Aku lebih memilih membawa diriku ke puncak sana, lalu memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mereka—atau mungkin hanya pertanyaan saja.

Guess who? 1. cherryelf, 2. slmnabil, 3. ZulfArts

#22.

Tiap pukul dua belas malam, jam dinding ayah berdetak dua belas kali. Setelahnya, persendianku berkedut dengan sendirinya. Aku bisa berjingkat, berlari keliling ruang  tamu, loncat, pun salto. Tidak peduli alat patri ayah berantakan ke mana-mana. Kemudian aku akan menyelinap ke luar gudang kerja ayah, mengintip si manis Catherine—anak saudagar kaya di rumah sebelah. Dia sudah tertidur jika aku mengintip di waktu seperti ini. Tapi tak apa. Syukur-syukur dia sempat melihatku di jendela dan mengerti bahwa aku selalu menanti akan waktunya di tengah malam seperti ini. Paling-paling besok pagi ayah akan memarahiku karena si manis mengadu. “Kemarin aku melihat boneka kayumu mengintip lewat jendela! Kau pasti punya ilmu hitam. Aku harus memberitahu ayah untuk mengusirmu!” Well, ayah akan kelimpungan dan memarahiku, tapi tak masalah. Bukan seperti aku bisa membela diri juga. Lagi pula, ayah yang memaksa membuatku hidup seperti itu.

Guess who? 1. aminocte, 2. jungsangneul, 3. dhamalashobita

#23.

Malam ini sama pengapnya seperti malam-malam lain yang telah kulewati. Bedanya, kali ini aku memilih diam di tempat alih-alih pergi ke luar. Satu hal yang menahanku adalah reaksi yang acapkali diberikan, hanya karena betapa berbedanya diriku kini. Aku sampai hafal di luar kepala bagaimana segalanya akan dimulai dengan tatap muka tanpa sengaja, saling pandang, lantas terlontarlah serentetan sumpah serapah sebelum kemudian gaungnya ditelan riuh derap tungkai yang berlari pergi, menjauh. Ugh. Hanya karena wujudku tak lagi sepadat mereka lantas reaksi akhirnya selalu sama, kendati sejatinya aku sekedar ingin menghirup udara segar di atas tanah.

Guess who? 1. Primrose Deen, 2. Io, 3. Lt. VON

#24.

Milan sangat suka warna merah. Hampir semua pakaian di dalam lemarinya berwarna merah, atau setidaknya memiliki aksen merah yang kental. Oh, ia adalah gadis kecil kesayangan ayahnya yang akan terlihat sangat cantik ketika mengenakan pita rambut merah dengan banyak renda pemberian dari mendiang ibunya.

Saat bulan Desember, teman-temannya sibuk membuat boneka salju di halaman rumah masing-masing. Melihat Milan hanya duduk diam memandang ke luar jendela membuat sang ayah menghampirinya dengan senyum kecil.

“Sayang, kau tak ingin main di luar?”

“Tidak.”

Jawaban yang agak dingin terlontar, tapi pria awal tiga puluhan itu tetap memasang senyuman. “Kenapa tidak? Kita bisa buat boneka salju di luar, pasti menyenangkan.”

Kini Milan membalikkan tubuhnya, menatap mata sang ayah. “Aku tak suka, Ayah. Saljunya berwarna putih! Aku ingin salju merah seperti tahun lalu.”

Ya, salju merah seperti awal Desember tahun lalu.

Hari kematian ibunya.

Guess who? 1. son nokta, 2. Angelina Park, 3. kimminjung00

#25.

Ia tahu kapan harus berhenti mengagumi seseorang yang tak bisa digapai. Sayangnya, Ia terlalu naïf untuk mengakui bahwa dirinya selalu mendambakan untuk bisa bersama Sang Rembulan. Bagiku itu tidak wajar. Jika memang dirinya hendak menuai kasih, bumipun tak akan melarang. Yang ku ingin dirinya terus mengejar Si Dewi Malam, tidak peduli betapa sulit menghindari kerlap-kerlip bintang yang mencibirnya.

Tapi dia berkata lain, Ia bilang semua bukanlah kesalahan para bintang, bukan pula karena keputusasaannya.

Ketahuilah, itu terjadi lantaran tabiat Sang Rembulan yang menolak keberadaanku sebagai pengagumnya.

Ia adalah perasaanku ketika seorang wanita menolak pernyataan cinta yang belum sempat terucap, namun telah tersirat di raut muka.

Guess who? 1. son nokta, 2. Angelina Park, 3. kimminjung00

#26.

Aku terbangun dalam keadaan rumah sepi. Padahal biasanya, teriakan sahut-menyahut ayah dan ibu yang menjadi alarmku. Mereka memang acap kali bertengkar semenjak ayah ketahuan selingkuh.

Aku tak ambil pusing, melakukan rutinitas tanpa kekhawatiran berarti. Tepat ketika aku membuka pintu rumah untuk pergi bersekolah, mataku menemukan sebuah kotak tergeletak di atas keset. Kotak itu seukuran kardus sepatu, warnanya hitam polos—persis seperti yang kugunakan untuk menyimpan aksesoris di kamar. Aku membukanya, tapi hanya ada udara kosong dan tulisan besar-besar yang tertoreh di dasar kotak. Kalimat itu berbicara: don’t look up, if you don’t want to freak out. Perasaan takut lantas menerkam. Aku berlari, terbirit meninggalkan rumah.

Setelah hari itu, tak sedikit orang yang bolak-balik mendatangiku, menudingiku berbagai pertanyaan—kebanyakan soal mengapa ayahku bisa ditemukan terikat melintang dalam keadaan tak bernyawa di atas pintu rumah, dan ke mana gerangan perginya ibuku.

Guess who? 1. lianadewintasari, 2. angelaranee, 3. shiana

#27.

Triman memiliki kotak ajaib. Yang kemewahannya mengalahkan rumah gedung bertingkat tiga dan mobil berpintu dua. Yang kegembiraannya melebihi orang dimabuk cinta. Serba bisa, kotak itu juga mampu menjadi obat mujarab dari sakit lelah dan kufur. Manakala Triman melihat teman-teman kantornya mengobral kepemilikan, Triman cukup senyam-senyum saja. Ia teringat kotak ajaib yang setia tersimpan di sakunya. Diam-diam dia akan membawanya ke sudut tersepi kantornya. Dibukanya kotak itu dan dipandangi seluruh isinya. Ajaib, iri yang bercokol dalam dadanya, yang mempercepat keriput wajahnya seketika luruh bak butir debu terseret angin. Tiada yang tahu bahwa kotak itu adalah bekal dari Tuhan pada tiap insan. Cara mendapatkannya tergantung bagaimana cara kita menemukannya. Kotak itu bernama kesyukuran.

Guess who? 1. cherryelf, 2. slmnabil, 3. ZulfArts

#28.

Contek-mencontek sudah biasa di kelasku, tapi metodenya terkadang membuatku menganga. It brings a whole new level of cheating. Suatu ketika aku mendapati tasku seperti habis dibongkar. Belakangan aku tahu kalau teman-teman sekelas mengobrak-abrik tasku demi menemukan buku PR matematika. Mereka menyalin PR-ku, kemudian mengembalikan buku ke tempat semula seolah tidak terjadi apa-apa. Semua itu dilakukan tanpa seizinku. Jadi kuputuskan akan kubalas perbuatan mereka. Apakah aku harus pakai gembok tas seperti Tania si juara satu? Ah, terlalu biasa. Aku ingin cara yang membuat jera. Kesempatan datang ketika kelasku mendapatkan PR kimia. Aku pura-pura tidak tahu saat mereka melakukan aksi seperti biasa. Namun lima menit menjelang guru kimia memasuki kelas, aku segera mengubah semua jawaban yang telah disalin. Esok harinya aku tidak kaget saat diumumkan hanya aku dan Tania yang mendapat nilai bagus untuk PR kimia.

Guess who? 1. Fantasy Giver, 2. qL^^, 3. futureasy

#29.

Greg Pencari menyeret langkahnya ke gudang dan mulai menyisir rak dalam pencarian sebuah kotak berlabel Ashley. Takut-takut dia mengintip isinya: sepasang manik zamrud; lengkungan bibir delima; dan—o, tidak, rekamannya bertambah.

Sungguh ia ingin membantah, namun dalam hierarki mereka, instruksi Greg Pengontrol tak terbantahkan. Dan, sial, Greg Pengontrol sudah berteriak dari ruang depan. Greg Pencari menggerutu; kenapa Greg Pengontrol gemar menggunakan kotak ini. Kotak kosong favorit Tuan juga jadi jarang digunakan. Aduh, mengawatirkan.

“Kotak ini berbahaya. Reaksi Tuan tidak bisa dikontrol jika digunakan.”

Greg Pengontrol tak mengindahkan perkataan Greg Pencari, malah merebut si kotak dan mengaduk isinya.

“Dan Tuan sedang tidur, demi Tuhan ….”

Greg pengontrol mengambil sebuah kaset. Isinya tentang konversasi tadi sore. Tanpa pikir dua kali, ia memasukan rekaman itu di slot mimpi. “Cerewet. Kau mau melihat Tuan tersenyum tidak?”

Greg Pencari cuma bisa mengembuskan napas panjang. “Iya, tapi tidak tanpa alasan seperti orang gila begitu,” keluhnya pasrah.

Guess who? 1. Fantasy Giver, 2. qL^^, 3. futureasy

#30.

Aku benci berada di dunia.

Dunia ini hanya dipenuhi orang-orang yang berpretensi, sampai aku tak dapat membedakan manakah yang menjinjing ketulusan dalam nurani.

Aku senantiasa ada untuk mereka, membuat mereka bahagia. Tapi, apa yang kudapatkan sebagai gantinya? Aku digunduli tanpa peduli dan dibiarkan merana. Kerap kali mereka membakar jenggotku sembari membahanakan tawa.

Aku tak dapat melakukan apa pun selain bergeming menahan lara. Namun ada kalanya aku tak dapat menahan murka. Kululuhlantakkan semua hal yang telah susah payah mereka tata tanpa sisa. Dan lagi-lagi, aku diprotes, katanya aku tak menyayangi mereka.

Usiaku jauh lebih tua daripada mereka, namun mereka tak menghormatiku. Mentang-mentang aku tidak bisa menyuarakan perasaanku.

Aku tidak bisa begitu saja bunuh diri lantaran Tuhan tak membiarkanku bertingkah sedemikian rupa. Kudengar, akan tiba masanya aku akan dimusnahkan dan itu akan menimbulkan huru-hara.

Aku enggan menyebutkan usiaku. Tapi aku bisa memberitahumu namaku.

Namaku adalah Bumi.

Guess who? 1. Primrose Deen, 2. Io, 3. Lt. VON

***

Gimana, gaes, ada bayangan atau malah mumet, heuheu. Kalian bisa share tebakan kalian di kotak komentar di bawah, ya. Dan buat yang sudah berpartisipasi menebak, jangan lupa tinggalkan alamat e-mail kalian yang masih aktif, bikos kami sudah menyiapkan kenang-kenangan sederhana yang siap dikirim buat kalian. UUU, kalian kepo, dong!! HAHAHAHA.

And … kalian juga bisa menuliskan ucapan ulang tahun buat WS, atau kritik, atau saran, atau apa pun yang kalian ingin utarakan buat ke depannya WS. Sampaikan dengan bahasa yang sopan, ya, gaes. Jangan takut atau jangan ngerasa nggak pede menyampaikan unek-unek kalian bikos di WS kebebasan berpendapat selalu dijamin, hehe. Cantumkan juga alamat e-mail kalian yang masih aktif.

Lastly, thank you so much for being with us, dear readers.

-duo maut admin p and f yang paling cobonyi.

Advertisements

39 thoughts on “Special Event: WS Birthday Bash and Blind Reading Challenge

    1. aku kembali untuk ikutan tebak-menebak, h33333333,,,,,, semoga aja yang salah ga banyak-banyak amat dan yang gatau juga dipertahu ke depannya 🙂

      1. dhila_kudou
      2.
      3.
      4. ZulfArts
      5. angelaranee
      6. titayuu
      7. aminocte
      8. Lt. Von
      9. futureasy
      10. fikeey
      11. La Princesa
      12. Adelma
      13. lianadewintasari
      14. jungsangneul
      15. titayuu
      16. liakyu
      17.
      18. keii
      19.
      20.
      21.slmnabil
      22. dhalamashobita
      23. Io
      24.
      25.
      26. shiana
      27. cherryelf
      28.
      29.
      30. Primrose Deen

      syudaaaah, terima kasih.

      p.s: email, kalau masih bisa, ksecret6@gmail.com. terima kasih_2 :))))))) semangat terus ws!

      Liked by 1 person

  1. mo ikutan jawab. jangan ditiru loh gaes, gaboleh nyontek, dosa!
    (sengaja dibikin gini biar ngga ditiru) (kibas rambut) (kayak bakal bener semua heuheu). yosh here we go:
    dhila_kudou-sonnokta-andditta-slmnabil-angelaranee-titayuu-aminocte-lt.von-futureasy-fikeey-la princesa-keii-lianadewintasari-jungsangneul-s. sher-liakyu-catstelltales-adelma-joieland-cheery-zulfarts-dhamalashobita-Io-kimminjung00-angelina park-shiana-cherryelf-fantasy giver-qL^^-primrose deen.
    YEY. SELESAI. semoga nilai aing ga ada yang merah.

    kuy ah gaes tebak-menebak berhadiah neh. hehehe.

    Liked by 2 people

  2. Oke, cek cek. Aku mau nebak yaaaaah x) jangan mara-mara kalo sala ha ha ha x))

    1. dhila_kudou
    2.
    3.
    4.
    5.
    6. titayuu
    7. aminocte
    8. Lt. Von
    9.
    10. fikeey
    11. La Princesa
    12.
    13. lianadewintasari
    14. jungsangneul
    15. S. Sher
    16. liakyu
    17. Catstelltales
    18. keii
    19. Joieland
    20.
    21.
    22. dhalamashobita
    23. Io
    24.
    25.
    26. shiana
    27. Zulfarts
    28. Fantasy giver
    29. Futureasy
    30. Primrose Deen

    Syudaaaah heuheueheu (lalu ngilang)

    Like

  3. Aku coba menebak ya. Bismillah :
    1. Dhila_kudou
    2. Son nokta
    3. @andditta
    4. Slmnabil
    5. Lianadewintasari
    6. Titayuu
    7. Jungsangneul
    8. Lt. Von
    9. Futureasy
    10. Fikeey
    11. Keii
    12. La Princesa
    13. Shiana
    14. Aminocte
    15. S. Sher
    16. Liakyu
    17. Catstelltales
    18. Adelma
    19. Joieland
    20. Cheery
    21. Cherryelf
    22. Dhamalashobita
    23. Io
    24. Kimminjung00
    25. Angelina park
    26. Angelaranee
    27. ZulfArts
    28. qL^^
    29. Fantasy Giver
    30. Primrose Deen

    HAHAHHA beberapa ada yg ngasal sih.. maafkan…
    Emailku: joonisa@gmail.com

    Liked by 1 person

  4. HEUHEUHEU. Setingkat dengan mengerjakan uas biologi pagi ini.

    1
    2 kimminjung00
    3
    4 zulfarts
    5 lianadewintasari
    6 titayuu
    7 aminocte
    8 lt. von
    9 fantasy giver
    10 fikeey
    11 la princesa
    12 adelma
    13 angelaranee
    14 jungsangneul
    15 s. sher
    16 liakyu
    17 catstelltales
    18 keii
    19 joieland
    20
    21 slmnabil
    22 dhamalashobita
    23 io
    24 son nokta
    25 angelina park
    26
    27 cherryelf
    28 qL^^
    29 futureasy
    30 primrose deen

    email: shiack@zoho.com

    Liked by 1 person

  5. Aku mau mencoba peruntungan ah.. (eh ternyata malah salah, huhu maafkeun)

    1. @anditta
    2. Angelina Park
    3. dhila_kudou
    4. ZulfArts
    5. lianadewintasari
    6. titayuu
    7. aminocte
    8. Io
    9. qL
    10. fikeey
    11. La Princesa
    12. Adelma
    13. shiana
    14. jungsangneul
    15. S. Sher
    16. liakyu
    17. Catstelltales
    18. keii
    19. Joieland
    20.Cheery
    21. slmnabil
    22.dhamalashobita
    23. Lt. Von
    24. kimminjung00
    25. son nokta
    26. angelaranee
    27. cherryelf
    28. Fantasy Giver
    29. futureasy
    30. Primrose Deen

    e-mailku: ami.sienvis@gmail.com 🙂

    Liked by 2 people

  6. 1.
    2. kimminjung00
    3.
    4. cherryelf
    5. angelaranee
    6. liakyu
    7. aminocte
    8. Io
    9. futureasy
    10. fikeey
    11. La princesa
    12. Adelma
    13. lianadewintasari
    14. jungsangneul
    15. S.Sher
    16. titayuu
    17. Catstelltales
    18. keii
    19. Joieland
    20. Cheery
    21. slmnabil
    22. dhamalashobita
    23. Lt.VON
    24. Angelina Park
    25. son nokta
    26. shiana
    27. ZulfArts
    28. qL^^
    29. Fantasy Giver
    30. Primrose Deen

    Email : ffdhilaworld@gmail.com

    Hahahaa, sumpah keren sekalii gamesnya xD susah ditebak xD

    Liked by 2 people

  7. Aku mau ikutan juga heheheh

    1. dhila_kudou
    2. Angelina Park
    3. @andditta
    4. slmnabil
    5. lianadewintasari
    6. titayuu
    7. aminocte
    8. Lt. VON
    9. futureasy
    10. fikeey
    11. Adelma
    12. La Princesa
    13. angelaranee
    14. jungsangneul
    15. S. Sher
    16. liakyu
    17. Catstelltales
    18. keii
    19. Joeiland
    20. Cheery
    21. ZulfArts
    22. dhamalashobita
    23. Io
    24. kimminjung00
    25. son nokta
    26. shiana
    27. cherryelf
    28. Fantasy Giver
    29. qL^^
    30. Primrose Deen

    Email : nurulcholifaa@gmail.com

    Susah huhuhu tapi SERU!!

    Liked by 1 person

  8. happy birthday ws tercintah ♡

    yupski aku mau nebak. ini dia jawabanku (setelah cukup lama menggalau):
    1. dhila_kudou
    2. kimminjung00
    3. @andditta
    4. zulfarts
    5. lianadewintasari
    6. titayuu
    7. dhamalasobita
    8.
    9. Fantasy Giver
    10. fikeey
    11. La Princesa
    12. keii
    13. angelaranee
    14. jungsangneul
    15 sher.
    16.
    17. Catstelltales
    18. Adelma
    19. Joieland
    20.
    21. aminocte
    22. Primrose Deen
    23.
    24. angelina park
    25. son nokta
    26.
    27. cherryelf
    28. qL ^^
    29. futureasy
    30.

    (angkat tangan) (angkat kaki) (angkat bendera)
    susah bruh 😥😥😥

    Liked by 1 person

  9. HAPPY BIRTHDAY WS!!
    Subuh2 kebngun terus langsung nebak. Yosh susah sekali. Tapi tak apa lah tebak2 berhadiah~

    1. @Anddita
    2. Kimminjung00
    3 dhila_kudou
    4 slmnabil
    5 lianadewintasari
    6 titayuu
    7 aminocte
    8 lo
    9 ql^^
    10 fikeey
    11 la princesa
    12 adelma
    13 shiana
    14 jungsangneul
    15 s.sher
    16 liakyu
    17 catstelltales
    18 keii
    19 joieland
    20 cheery
    21 zulfart
    22 dhamalashobita
    23 Lt VON
    24 angelina
    25 son nokta
    26 angelaranee
    27 cheryelf
    28 futureasy
    29 Fantasy Giver
    30 Primrose Deen

    Emailku : titayuu15@gmail.com

    Liked by 2 people

  10. Nyobain juga ah, hehe

    1. Dhila_kudou
    2. Kimminjung00
    3. @andditta
    4. ZulfArts
    5. Angelaranee
    6. Liakyu
    7. Aminocte
    8. Io
    9.
    10. Joieland
    11. Adelma
    12. La Princesa
    13. Shiana
    14. Dhamalashobita
    15.
    16.
    17. Fikeey
    18. Keii
    19. Catstellstales
    20. Cheery
    21. Slmnabil
    22. Jungsangneul
    23. Lt. Von
    24. Angelina Park
    25. Son nokta
    26. Lianadewintasari
    27. Cherryelf
    28.
    29.
    30. Primrose Deen

    Ih susah pisan gening😂😂 lol
    Email : zulfaenabilahe@yahoo.com

    Liked by 2 people

  11. Hasyeeeeek WS ulang tahun ada acara tebak-tebak berhadiah~
    Baeklah mari kita mulai dengan bismillah dan semoga aku sukses mendapatkan grandprize roti sobek oppa ❤ ((gakdeng))
    1. Cheery
    2. Angelina Park
    3. @andditta
    4. ZulfArts
    5. Shiana
    6. Titayuu
    7. aminocte
    8. Io
    9. qL^^
    10. Fikeey
    11. keii,
    12. La Princesa
    13. angelaranee
    14. jungsangneul
    15. S. Sher
    16. liakyu
    17. catstelltales
    18. adelma
    19. Joieland
    20. dhila_kudou
    21. slmnabil
    22. Dhamalashobita
    23. Lt. VON
    24. son nokta
    25. kimminjung00
    26. lianadewintasari
    27. slmnabil
    28. Futureasy
    29. Fantasy Giver
    30. Primrose Deen
    HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA akhirnya selesai :”) Wajib sekali ritual bolak-balik sekrol bikos ini pasti A, tapi sepertinya B, ah tapi gimana kalo ternyata C?!?!? Tapi tapi tapiii teteup ini mah seru pake bangetz! Sekali lagi, happy born to beat day, uri saranghaneun Writers’ Secrets!!! ❤ ❤ ❤

    Email: filzaisnaini@gmail.com

    Liked by 2 people

  12. Finally I have time buat ikutan tebak-tebak berhadiah ini, hahaha…
    Btw buat writers yang tulisannya salah aku tebak mohon maaf yha bikos aku agak bodoh kalo disuruh tebak-tebakan xD
    1. dhila_kudou
    2. kimminjung00
    3. @andditta
    4. ZulfArts
    5. lianadewintasari
    6. titayuu
    7. aminocte
    8. Io
    9. futureasy
    10. fikeey
    11. La Princesa
    12. Adelma
    13. angelaranee
    14. jungsangneul
    15. S. Sher
    16. liakyu
    17. Catstelltales
    18. keii
    19. Joieland
    20. Cheery
    21. slmnabil
    22. dhamalashobita
    23. Lt. VON
    24. Angelina Park
    25. son nokta
    26. shiana
    27. cherryelf
    28. Fantasy Giver
    29. qL^^
    30. Primrose Deen
    E-mail : ranitta.9i.04@gmail.com
    Thanks before ^^

    Like

  13. belum bisa ikutan nebak2, cuma mau menuh2i kotak komen aja. mbak2 dan adek2 ws ya, mentang2 promptnya nyebut kotak yg keluar dr pikiran kotak mati. horor yaw, hahahahaha tp seruuuu

    dan happy bday, ws tersayang!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s