მიყვარს

cr picture here

by slmnabil

“Nothing in this world is stronger than love. It should always be enough.

No matter what.” -Jennifer L. Armentrout

*

“Alkohol tidak akan membunuhku, ‘kan?”

“Tidak, tapi cintamu untuk pria itu bisa,” sahut Charlotte.

Ah, cinta. Siapa sangka bahwa aku akan berurusan dengan drama klise yang tak berkesudahan seperti cinta? Aku, yang tak pernah tertarik dengan komitmen. Aku, yang tak pernah menganggap cinta memiliki bentuk nyata—yang dalam wujud tak nyatanya pun masih samar-samar. Aku, yang apabila ditanya siapakah yang kucintai akan menjawab dengan, “Diriku sendiri.”

Namun kau harus tahu, sekalinya manusia sepertiku terbuai oleh cinta, aku akan sulit lupa dan mulai menutup mata pada realita. Karena kupikir, “Bukankah aku mencintainya?”

“Kau tidak mengenal Ash seperti aku mengenalnya,” ujarku.

Kudengar degusan kasar Charlotte. “Seperti apa? Seperti kau baru saja didepak dari apartemennya karena dia pulang membawa selingkuhannya? Dia brengsek, Blue.”

“Dan kau pikir aku tidak tahu itu?” tanyaku.

“Dan kau kira aku tak pernah berpikir kalau kau wanita paling bodoh padahal kau mengetahuinya?” tanyanya.

Charlotte tak pernah bisa menebak—dan mungkin takkan bisa—menebak jalan pikiranku, mengingat itu tak perlu pantas diperjuangkan. Terkadang, aku pun tak mengerti dan enggan berusaha untuk memahami.

Aku mengenal Ash sejak ia masih menggelandang mencari pekerjaan hingga kini ia sudah memegang alat-alat perbengkelan. Aku mencintai Ash sejak ia menjadikan aku satu-satunya hingga ia menigakan, mengempatkanku sekaligus.

Dia selalu melakukannya, namun dia selalu kembali padaku.

Dia orang yang luar biasa sialan, namun dia—tanpa tahu malu—selalu kembali padaku.

Karena ia tahu aku akan selalu menerimanya, dan ia pun tahu kalau aku selalu menunggunya kembali.

“Dia selalu bisa benar-benar meninggalkanku, tapi dia tidak melakukannya selama bertahun-tahun. Kau pikir mengapa dia melakukannya? Dia mencintaiku,” ujarku.

“Kau pikir dia mencintaimu,” sahut Charlotte.

Kami membiarkan keheningan menggantung cukup lama. Aku tidak menjawab perkataannya karena tanpa sepengetahuannya aku pun terkadang beranggapan demikian. Bagaimana jika Ash memang tidak pernah mencintaiku? Bagaimana jika aku hanya berdelusi? Bagimana jika aku memang cuma dibodohi dan dimanfaatkan?

“Aku punya satu teori, kau ingin mendengarnya?” tanya Charlotte.

“Setelah kau mengoperkan botol birnya lagi padaku.”

Aku mengulurkan tanganku, dia menepisnya.

“Alasan Ash selalu kembali padamu adalah karena dia tahu jalannya. Dia selalu tahu kau ada di mana karena kau tak pernah pergi. Kau tak pernah berusaha membuat dirimu dicari.”

Aku agak enggan membenarkannya. Satu, karena dia berhasil menganalisis kesalahanku. Dua, karena dia tidak memberikan birku.

“Kau tidak membuatnya berpikir bahwa kau itu special. Dia menganggapmu ‘biasa saja’ sehingga ia bisa mengkhianati dan mendapatkanmu sesukanya.”

Diamku bukan karena aku tak berpikir, justru karena aku memikirkannya makanya aku terdiam. Saat itu akhirnya Charlotte mengoperkan bir padaku.

“Kalau kau cukup pintar kau tak akan terus-terusan memakluminya dengan alasan cinta,” Charlotte bilang.

Aku tersenyum pahit. “Cinta saja tidak cukup, tapi itu harus selalu cukup, ‘kan?”

Dan aku tahu kalau perkataanku benar ketika pesan dari Ash masuk ke ponselku.

“Kau berbohong padaku,” kataku pada Charlotte.

Alkohol bisa membunuhmu. Jangan mati, kata Ash padaku.

Charlotte hanya bisa menggelengkan kepalanya jengkel. “Kalian berdua membuatku muak.”

“Ingatkan aku untuk tidak mengenalnya di kehidupan berikutnya.”

—end

  • it’s been a very loooong looong time, miss u guys so muchieeee ❤
  • exam done, remedy done, holiday hmmmm 😦
Advertisements

2 thoughts on “მიყვარს

  1. haiii nabil … waktu aku baca nama Charlotte langsung inget salah satu judul anime beserta tokohnya hehehe
    kuat bgt yaa jadi si cewek nih, maumaunya gitu lhoo. coba kalau aku mah udah kubuang deh ke laut biar jadi santapan hiu /evilmodeon

    nice, fic, bil. keep writing yaa!!! ^^

    Liked by 1 person

    1. waaah, nabil bukan penonton anime, jadi tida bisa menebak nebak hehe

      bukan kuat kak, bodo wkwkk ((aduh kasar maaf)) sama! wong nabil nulisnya aja sambil kesel ehe, tapi keukeuh weh pengen ngepost haha xd

      makasihh kak anii udah mampiirr ❤

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s