Bites Sized [3]

by Io

[cr image: Here]

 

These drabbles are not related to each other.

***

Prompt #7: The Rocket-ship

“Lumos.”

Dari balik perlindungan Jubah Gaibnya, Harry James Potter, 28 tahun, penyihir sekaligus Hit-Wizard paling andal yang pernah dimiliki Wizarding World, menyapu pandangan pada dokumen-dokumen rahasia di tangan yang semula tersimpan rapat dalam ruang besi NASA. Kendati dikelilingi oleh kegelapan, Harry tahu ruangan tempatnya berada saat ini benar merupakan target lokasi yang telah diselidiki selama berbulan-bulan.

Manik hijau sewarna Kutukan Kematian itu bergulir, meneliti baris demi baris angka dan huruf yang tercetak pada lembaran dokumen tersebut, memastikan dirinya tidak salah ambil. Hermione akan berang jika usahanya meledakkan London sebagai pengalih perhatian berakhir sia-sia.

Mengangguk singkat, Harry pun menjejalkan dokumen-dokumen tersebut di tas kantong yang telah dimodifikasi dengan rangkaian jampi dan mantra. Mengendap, pria itu lantas mengeluarkan sepotong kaus kaki hitam kumal dan berbisik,

Home.

Portkey itu langsung membawanya ke depan pintu masuk halaman Hogwarts, di mana semua penyihir yang tersisa berkumpul. Bagaimanapun juga, siapa yang mengira para Muggle akan mengetahui eksistensi penyihir dan berusaha menghancurkan Wizarding World? Dengan perbandingan jumlah yang sangat besar, para penyihir tak memiliki pilihan lain selain mencari alternatif tempat tinggal. Dan bulan adalah satu-satunya pilihan terbaik mereka.


Prompt #8: Dreamcatcher

Seorang pemuda bersurai hitam acak-acakan tengah berjalan menuruni tangga sembari memegang sepotong surat dan sebuah bingkisan yang dilapisi oleh kertas cokelat. Ia melewati beberapa ruangan dengan pintu kayu tebal tertutup rapat, sebuah lemari kaca penuh dengan barang-barang antik, dan beberapa lukisan kuno berbingkai emas. Langkah kaki pemuda itu membawanya ke dapur, di mana Peri-Rumah bernama Kreacher tengah menggoreng sosis dan mencuci piring disaat yang bersamaan.

Duduk di salah satu kursi yang tersedia, si pemuda meletakkan bingkisan itu dan membuka suratnya terlebih dahulu. Tulisan rapat melengkung yang sangat familier pun menyambut.

Harry,

Aku membuatkan ini khusus untukmu. Kuharap ini bisa membantu untuk mengusir para Wrackspurt menyebalkan itu. Gunakan dengan baik, ya.

Salam sayang,

Luna

Alis Harry berjingkat. Dengan rasa penasaran yang tidak sedikit, ia pun mulai merobek kertas cokelat yang membungkus benda apa pun itu yang dikirim oleh Luna dengan hati-hati. Tak lama kemudian bibir Harry meliuk membentuk seulas senyum kala isi dari bungkusan itu tampak.

Sebuah dreamcatcher.

Sebuah dreamcatcher yang berpendar dengan kekuatan sihir unik milik Luna. Dreamcatcher itu mengeluarkan gelombang sihir halus yang hangat dan lembut. Kelip untaian kaca memantulkan cahaya matahari yang menerobos melalui jendela dapur, pun bulu-bulu cokelat keemasan bergoyang tersapu angin.

Tampaknya Luna tahu bahwa akhir-akhir ini mimpi buruk akan duel terakhir dengan Voldemort mulai mengganggu istirahatnya.


Prompt #9: Animals

Perlahan kedua kelopak mata Harry terbuka. Dwimanik hijau yang mengalahkan keindahan zamrud di seluruh belahan dunia memantulkan pemandangan mindscape yang telah dikenalnya sejak menginjak akil baligh—replika dari Danau Hitam dengan sebuah pohon Beech di pinggir danau.

Seharusnya ia mengenal mindscape-nya jauh ketika mulai belajar Occlumency tiga tahun lalu, tapi sungguh, Snape bukanlah seorang guru yang baik. Alih-alih mengenalkan Harry pada dasar penggunaan Occlumency, Snape memilih untuk langsung menyerang pertahanan mentalnya tanpa persiapan apa pun. Itu bukanlah cara yang bagus untuk membangun kekebalan terhadap Legilimency.

Hingga akhirya terbebas dari Voldemort, Harry mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan hal yang telah lama ingin dilakukannya: menjadi seorang animagus.

Keinginan itu telah lama terpendam dalam diri Harry. Ketertarikannya jauh dimulai sejak ia melihat dengan mata kepala sendiri akan transformasi Professor McGonagall di kelas Transfigurasi pertamanya. Ketertarikan itu bertambah seiring dengan pengetahuan akan ayah dan walinya yang ternyata merupakan animagi.

Sudut mata Harry menangkap sebuah bayangan yang hinggap di pohon Beech. Bayangan itu semakin jelas wujudnya kala ia berjalan mendekat. Dengan sisa jarak beberapa jengkal, si penyihir pun berhenti, mengamati.

Dalam hitungan sepersekon, Harry membelalak—tak percaya akan apa yang dilihatnya saat ini. Kemudian ia tertawa—histeris. Terbayang dalam kepala betapa heboh Wizarding World jika mereka tahu apa wujud animagus-nya.

Di sana, bertengger di salah satu dahan pohon Beech, adalah seekor phoenix.


Prompt #10: Friendship

Bisik-bisik dan tatapan keheranan selalu mengikuti langkah mereka.

Mereka—Tom Riddle dan Harry Evans, adalah sepasang bocah tak terpisahkan di Wool’s Orphanage. Tom menjadi bagian dari panti asuhan sejak sang ibu meninggal saat melahirkan dirinya di tempat tersebut, sementara Harry sendiri tiba setahun setelahnya—di malam dingin awal November dalam buntalan selembar selimut di keranjang tempatnya tertidur. Sepucuk surat terselip di keranjang tersebut dengan tulisan cakar ayam terbaca Harry Evans. Ia ditinggalkan begitu saja di depan pintu panti asuhan sampai tangisnya membangunkan matron di tengah malam.

Keduanya tumbuh bersama dengan ikatan yang tak terduga. Harry yang manis dan pemalu, dan Tom yang dingin dan menakutkan. Sungguh, kadang Mrs. Cole khawatir bahwa Tom melakukan sesuatu pada Harry sehingga bocah bermata indah itu selalu setia mendampinginya. Bukan suatu rahasia lagi bahwa Tom memiliki kekuatan aneh yang tak bisa Mrs. Cole pahami.

Anak iblis, batin Mrs. Cole berbisik.

Namun, kendati keraguan dan keheranan menyelimuti warga panti asuhan akan hubungan Tom dan Harry, hal yang sama tak bisa dikatakan untuk mereka berdua.


Prompt #11: Dragon

Bulir keringat dingin membasahi pelipis Harry. Buku-buku jarinya memutih karena eratnya genggaman pada tongkat sihir di tangan. Ia menulikan diri pada sorak sorai di podium penonton yang diselingi cemooh khas para Slytherin yang selalu terdengar sejak ia terpilih menjadi peserta keempat Turnamen Triwizard. Perhatiannya tertuju penuh pada Hungarian Horntail yang tengah mengamatinya balik.

Fokus pada keinginanmu memanggil Firebolt, Harry!

Manik kuning cerdas itu menyipit, dan si penyihir pun membeku di tempat.

::A hatchling ….::

Seketika Harry tersedak mendengar desis Parseltongue keluar dari mulut naga itu.

Membelalak, ia menahan napas takut kala si naga merayap mendekat kemudian menunduk, mengunci mata dengannya. Dan, oh astaga, apakah itu kekhawatiran yang Harry lihat terpantul di manik kuning Hungarian Horntail?

::I was told that no hatchlings will participate in this sodding tournament. And yet, here you are. What are you doing here, human-child?::

***

Advertisements

4 thoughts on “Bites Sized [3]

  1. 1. Which one is your fav?
    PALING KESEL WAKTU HARRY NYOLONG DOKUMEN DI NASA! HUHU PLS itu kirain eta iseng, ya tau Harry suka explore kesana-kemari, tapi tapi tapi … why so cruel hooman?!?!

    2. Which one is the most laknat?
    HARRY AS A PHOENIX MAMEN YANG KETAWA HISTERIS KUDUNYA HARRY TAPI INI KENAPA GUEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE??? :< UH SEKETIKA TERSERANG PENYAKIT GEMAS DENGAN MAS-MAS

    3. 3 words for this series:
    SUKA ZEKALI INIMAH. ((SUKA ZEKALI PAKE Z. PAKE CAPSLOK))

    KEEP WRITING IO!!!!!!! ❤

    Like

    1. haeeee kapaaang

      ulala BAMF!Harry is mah guilty pleasure. apalagi kalo udah dicampur dystopia muggles vs wizards ahay

      dan yaqinla kapang, kujuga rada histeris pas nentuin enanya apa ya animagus nya harry. macem magical creature?? phoenix magical creature ya hmm… oke, phoenix aja lol /plak

      thankies kapang suda mampir heuheu laf laaf nantikan seri selanjutnyaa ❤ ❤ ((kalo ada)) ((disambit))

      Liked by 1 person

  2. holaaaaaaaa kak titannnn! firstly first selamat tahun baru yaaa, kak titan! i hope you’ll hope a blast this year. dan aaaa ini harry potter! udah lama banget ga baca harry potter jadi aku seneng banget nemu fanfic kakak di sini dan lucu-lucu. bagus lagiii!

    1. rocketship: lah iya HAHAHA kukira awalnya ada hubungan kerja sama antara nasa sama british auror gitu ternyata malah muggle yang bikin rusuh lagi 😦 tak bisakah kita hidup berdampingan dengan damai…
    2. dreamcatcher: di sini aku agak-agak merasakan harry/luna tidak sih, ehe ehe. kalaupun tidak, pertemanan mereka manis sekaliii. dan luna itu yang cinnamon roll too good to this world gitu lho, jadi aku bayangin dia sangat perhatian dan ucuuulll. o ya, cuma ada koreksian kaaak. house elf-nya harry harusnya Kreacher bukan Kreatcher, hehe.
    3. animals: woaaa, ga nyangka harry jadi phoenix! setauku animagus itu kan ga bisa milih bentuknya apa, berarti si harry badass banget yaa kalau bisa jadi burung phoenix, hehehehe.
    4. friendship: HARYY-RIDDLE. ya ampun. ini keren banget dan tbh ini favorit aku kak titaaaaaan ehehehehehe. sumpah aku suka banget au yang bener-bener au begini dan kakak gambarin karakter keduanya bersebrangan tapi masih temenan, kusuka. top top toppp!
    5. dragon: aku agak bingung sama yang ini, kak, jujur. maksudnya yang dimaksud hatchling itu siapa dan apa hubungannya sama harry. cuma hehehehe ini badass sekali jadi kusukaaa.

    semangat terus yaaa, kak titan! ❤

    Like

    1. hai haloo evinn happy belated new year!! the same goes for you yaa ❤ ❤

      i've been wanting to write something about muggles vs wizards tapi baru sekarang kesampaian hahah kebetulan promptnya cocok. dan noted untuk pembetulannya! pantesan titan waktu nulis itu ngerasa aneh kaya ada yang ganjil gitu hmm thankies notisnya ya evin ❤

      harry as phoenix animagus is my guilty pleasure and i figured well why not. tulis aja dah hahah. dan harry-tom is just special just the way they are. how could i resist writing them?? not XD

      hatchling itu sebutan untuk anak reptil, dan di sini mengarah ke harry. hungarian horntail menyebut harry sebagai hatchling karena usianya yang masih belum akil baligh 😀

      makasih ya evin suda mampir uuu laf evin ❤ ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s