The Opposite

tumblr_static_tumblr_static_ezrnuf6jlnsogwgc4os000084_640

by son nocta

Bagi orang normal pada umumnya, membeku selama hampir sepekan penuh di dalam rumah bukanlah pilihan yang bagus. Tapi Chester melakukannya. Dia menghabiskan liburan musim dingin yang ia miliki dengan berbalut selimut di dekat perapian. Itu memang manusiawi untuk merasa kedinginan, tapi bukan berarti wajar baginya meninggalkan rutinitas manusia normal.

Bocah 13 tahun itu merajuk pada seorang kakak yang enggan meminjamkan sepatu skating. Sehingga ia harus berakting seolah seluruh dunia membencinya dan memilih melakukan aksi mogok makan.

Tapi Jeonghan bisa lebih tidak peduli dari apa yang Chester harapkan.

“Kau tahu, kewajibanku hanya sebatas membiayai sekolah dan keperluan hidupmu.” Itulah yang Jeonghan katakan untuk mengunci mulut adiknya.

“Bagiku tidak ada istilah asuransi kesehatan tak kasat mata. Aku tidak sedermawan itu.”

Dengan kata lain, Jeonghan tidak ingin menanggung biaya rumah sakit jika Chester tiba-tiba mengalami kecelakaan saat berseluncur.

“Kuharap aku dilahirkan kembali dengan kakak yang berbeda!”

“Itu artinya kau juga membenci keberadaan ayah dan ibu,” sahut Jeonghan lantas berlalu dari pintu kamar adiknya.

Gadis itu mengerang sangat keras, “dasar setan!” Ia menendangi setiap benda yang ada di dekatnya.

Ini bukan kali pertama Chester merajuk dan Jeonghan tidak memberikan respon apa-apa. Ia tidak alihnya dengan adik perempuan yang mengharapkan kehangatan dari seorang kakak laki-laki. Tapi yang ia dapatkan justru tatapan mengintimidasi dan sikap apatis Jeonghan.

“Sial, perutku semakin sakit.” Chester memeluk perutnya sambil terus merintih kesakitan.

Ia membuka sedikit celah di pintu kamarnya untuk mengetahui keberadaan sang kakak. Kakaknya menjadi lebih sering berada di rumah sejak Chester memutuskan untuk mogok makan. Ia pikir itu hanya muslihat Jeonghan demi membuat adiknya tetap mendekam di dalam kamar dan kelaparan. Karena mustahil catatan ‘peduli pada adikku tersayang’ ada dalam daftar prioritas Jeonghan.

Chester tidak menemukan batang hidung Jeonghan di mana pun. Ia mendesah bahagia lalu melangkah ke dapur, “ini sih namanya surga.”

Dia melirik sink di dekat wastafel yang penuh dengan makanan basi. Air muka Chester berubah jengah, “ia tidak pernah membujukku makan tapi membuang makanan sebanyak itu.”

Chester mengambil apa pun di dalam kulkas yang dapat ia makan. “Aku mengalami malnutrisi selama berhari-hari dan ia sama sekali tidak peduli.”

“Apa ini sepatu yang sangat kau bangggakan, Jeonghan?” Chester menghentakkan kakinya di atas tanah.

“Yo, Ches! Mau bertanding denganku sampai pohon sikamor itu?”

Chester menerima tantangan Ken. Akan tetapi, sebelum ia sempat menggesek ujung sepatunya, Chester bertekuk lutut dan mulai memaki dirinya sendiri. “Ini buruk, sepertinya dia benar-benar membenciku.”

“Kenapa tidak sekalian saja dia memuseumkan makanan kedaluwarsa di rumah?!” Chester mendesis frustasi merasakan seluruh ususnya seperti saling melilit.

“Sekarang bukan waktunya untuk berteriak, Ches.”

Kehadiran Ken membuat gadis itu semakin meradang dan ia yakin perutnya akan bertambah parah. Ken menarik lengan Chester dan melepasnya tanpa aba-aba. Mereka memulai perlombaan yang bisa jadi adalah awal dari bencana bagi Chester.

“Tidak, tidak, jangan sekarang ….“

Ia memekik ketika seorang teman berada di lintasannya dan Chester hampir kehilangan akal untuk membelok arah.

“Jeonghan, kau di mana ….” Chester menangis meraung-raung sedang sepatunya tidak mau berhenti meluncur.

Tapi ia masih diberi kesempatan untuk hidup walau harus menabrak sebuah pohon sikamor tua dan mendapat banyak goresan luka. “Harusnya kukunci saja rumah sampai musim gugur tiba.” Jeonghan menyilang tangan di depan dada setelah kemunculannya di balik pohon tersebut.

Mungkin sudah saatnya Chester melihat Jeonghan dari sudut pandang yang berbeda. Karena ia yakin kakak laki-laki yang seperti itu tidak banyak di dunia. Benar, sesosok setan berselimut malaikat sangatlah langka keberadaannya.

 

Fin.

  • Halo /lambai-lambai/ maaf ya baru ngedraft setelah sekian lamanya. Ini juga genrenya apaan, nggak jelas banget hahah
  • Nggak tau kenapa selama beberapa bulan terakhir sibuk banget dan kalaupun ada waktu luang malah moodnya yang nggak ada.
  • Sekali lagi maaf ya
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s