Ethan’s Deal

Ditulis oleh qL^^

Untuk mini event: truk pantura.

Cinta bersemi saat dompetku berisi.

“Oh, no! Don’t you dare!”

Ancaman Ella dari pintu ruang rawat inap menghentikan gerakan Ethan yang diam-diam berusaha meninggalkan tempat tidur. Ia bersungut-sungut karena rencananya untuk menyelinap keluar terpaksa gagal. Kurang dari satu menit, Ella sudah tiba di tepi tempat tidur Ethan. Ia bertanya-tanya apakah memang sejak dulu gadis itu berjalan secepat itu atau kecepatan langkahnya terlatih sejak menjadi dokter. Di belakang Ella, robot tinggi kurus perak serupa manusia mengikuti.

“Aku baik-baik saja!” protes Ethan saat Ella mulai memunculkan hologram yang berisi catatan medis miliknya.

“That’s not yours to decide,” gadis itu menukas, kemudian menoleh pada si robot yang berada di sisi lain tempat tidur Ethan. “Please, proceed with scanning, HA-4-6.”

Yes, Doc,” suara robotik itu menyahut.

Mata bulat biru elektrik si robot memindai tubuh Ethan dari ujung kepala sampai kaki. Tidak ada sinar yang muncul dari mata itu, tapi entah mengapa ia selalu merasa ditelanjangi setiap kali proses pemindaian dilakukan. Salah satu hal yang ia benci ketika berakhir di rumah sakit setelah menyelesaikan misi.

“Vitality: stable. No further frostbite detected. Skin damage is repairing. No obstruction of blood circulation. Nerve sensitivity ….” Tiba-tiba ujung jari HA-4-6 memanjang dan menusuk ekstrimitas Ethan. Refleks, pria itu mengaduh. Sebenarnya tidak sakit, sih. Rasanya seperti ditusuk jarum akupuntur di klinik oriental, tapi tetap saja ia kaget. “As you see, Doc, no harm. Other small injuries is also healing,” HPA-4-6 melaporkan dengan suara robotik yang kini terdengar menyebalkan bagi Ethan.

Ella mengangguk-angguk sambil mengamati hologram data yang dikirim HA-4-6. “Kau tidak boleh banyak bergerak dulu. Kulitmu yang baru sembuh itu sangat sensitif,” omelnya pada Ethan.

“Dr. Roberts, kusarankan untuk memasang restraint pada tempat tidur Agent Newman,” tiba-tiba HA-4-6 ikut menimpali.

Ethan langsung menoleh pada robot itu dengan wajah horor. “Katakan padaku, kau sedang bercanda, HA-4-6,” katanya.

Si robot malah mengangkat tangan dengan gestur tidak peduli yang membuat Ethan sebal dan Ella tertawa geli.

Biar aku saja yang melakukannya,” Ella berkata dengan nada bercanda. “Terima kasih, HA-4-6. Kau boleh pergi sekarang.”

Kepala robot itu mengangguk, kemudian meluncur keluar ruang rawat dan meninggalkan Ethan hanya berdua dengan Ella.

“Kau tidak benar-benar berniat menggunakan restraint untukku, ‘kan?” Ethan memastikan dengan curiga melihat ekspresi gadis itu sama sekali tidak bersahabat.

“Tergantung apakah kau akan menjadi pasien yang penurut atau tidak,” jawab Ella sambil menutup hologram medis. “Tapi, serius, deh, Ethan. Apa kau sudah gila sampai mau menerima misi itu? Terjebak hampir sepuluh jam di antara es. Kau beruntung hyperbaric oxygen therapy memberi hasil baik untuk tubuhmu. Kalau tidak, kau bisa kehilangan anggota tubuh!”

“Tapi, misiku selesai dan aku mendapatkan uang,” sahut Ethan enteng.

Ella menggelengkan kepala tak percaya pria itu mau mempertaruhkan nyawa hanya demi uang. “Dasar gila uang!” umpatnya.

“Memang,” lagi-lagi Ethan menyahut enteng. “Aku butuh uang untuk membebaskan sel kita.”

Kening Ella mengernyit. “Sel kita?”

“Our love cells.”

“Apa?!”

“Iya, kau tahu biaya membebaskan dua sel cinta tidak murah, ‘kan? Oleh karena itu, aku bekerja keras—”

“Tunggu dulu!” potong Ella cepat sebelum Ethan mengatakan hal-hal yang lebih aneh. “Maksudmu semua uang itu untuk membebaskan sel cinta?” Pria itu mengangguk. “Bukan cuma punyamu, tapi punyaku juga?” Pria itu mengangguk lagi membuat Ella terhenyak. “Kau gila, ya! Buat apa?!”

Ethan menghela napas. Ingin rasanya ia menyentil kening Ella seperti yang sering dilakukannya saat mereka masih berada di Akademi Dasar dan belum ditugaskan peran-peran tertentu seperti saat ini. Ia sebagai agen dan gadis itu sebagai dokter. Masa ketika mereka belum mencapai Perayaan Dua Windu. Masa sebelum sel cinta mereka diambil dan disimpan dalam Bank Cinta agar tidak menganggu produktivitas mereka menjalankan peran masing-masing.

“Perayaan Tiga Windu kita sudah semakin dekat, El dan kita akan segera ditugaskan menangani unit keluarga. Aku mau memilih sendiri rekanku dan aku butuh sel cinta,” jawab Ethan.

Secara resmi, Perayaan Tiga Windu menambahkan tugas baru untuk mereka yang berusia tiga windu: menangani unit keluarga atau bahasa praktisnya, menghasilkan penerus generasi. Sepanjang pengetahuan Ethan, tidak banyak yang membebaskan sel cinta mereka. Sebagian enggan mengurus hal yang dianggap remeh seperti itu. Sebagian lagi tidak mampu mengeluarkan dana sebanyak itu. Peran Ethan sebagai agen jelas punya keuntungan.

Sejujurnya Ethan tahu bahwa Ella tidak lupa tentang Perayaan Tiga Windu. Gadis itu bukan tipe yang repot-repot memikirkan bagaimana mengakali peraturan pemerintah. Ia yakin Ella sendiri sudah pasrah dan berniat akan mengikuti apa pun yang diputuskan pemerintah. Tawarannya ini sudah pasti mengejutkan gadis itu.

“Tapi … tidak berarti harus menggunakan punyaku, ‘kan?” Ella akhirnya balik bertanya.

“Aku tidak mau menangani unit keluarga dengan rekan yang tidak kukenal. Bagaimana kalau aku tidak suka kebiasaannya? Bagaimana kalau aku tidak cocok dengan sifatnya? Bagaimana kalau unit keluargaku malah berantakan dan mendapat teguran? Tidak, itu tidak boleh terjadi. Jadi, aku memutuskan untuk membebaskan sel cintamu juga. Kau satu-satunya gadis yang dekat denganku,” Ethan menjelaskan dengan nada dramatis.

Giliran Ella yang menghela napas dan memutar bola mata jengah. “As an agent, you sure are picky,” cibirnya.

Ethan mengangkat bahu. “Kau juga tidak mau dipasangkan secara acak dengan orang asing, ‘kan? Bayangkan harus menghabiskan seumur hidup bersama seseorang dari antah-berantah,” ujarnya bergidik berlebihan. “Ayolah, kita cuma perlu membebaskan sel cinta sebelum Perayaan Tiga Windu, lalu melapor pada Kantor Perencanaan Unit Keluarga.”

Ella mengigit bibir. Gestur yang dihafal Ethan selalu dilakukan gadis itu ketika merasa ragu. Ia paham mengapa gadis itu ragu. Konsekuensi membebaskan sel cinta bukan main-main. Saat ini, ia memang tidak merasakan apa-apa ketika Ella menatapnya intens. Tapi, ia punya memori. Ingatan senyum tulus dan pelukan hangat Ella saat mereka masih di Akademi Dasar yang selalu berhasil membuat kinerja jantungnya dua kali lebih cepat.

Ia ingin merasakan hal itu.

Lagi.

“Earth to Ella,” panggil Ethan tak sabar melambai-lambaikan tangan meminta fokus Ella. Semakin lama gadis itu memutuskan, ia semakin khawatir.

“Aku tidak mengerti bagaimana aku bisa tahan menghadapimu selama ini,” Ella berdecak sebal. “Aku harus banyak berdoa supaya aku diberi kekuatan menangani unit keluarga bersamamu,” tambahnya sarkastik.

Tapi, senyum Ethan terlanjur mengembang. “So, you accept my deal?”

Ella memutar bola matanya lagi, namun mengangguk.

Ethan menyeringai puas.

-Selesai.-

an.

  1. Semoga ini prompt-nya nyambung, ya! Berasa kaku nggak?
  2. HA-4-6 itu robot karanganku. HA menunjukkan tipe robot, singkatan dari Healthworker Assistant. 4-6 itu word-play dari for-sick (people). Lame, I know. Hiks.
  3. Cerita ini terinspirasi dari Love Cells, Star Wars dan The Giver.
  4. Nggak bingung, ‘kan, sama ceritanya?
Advertisements

5 thoughts on “Ethan’s Deal

  1. 1. Menurutku nyambung kok. Dan gak, ini gak kaku sama sekali. Justru menurutku ini hebat, prompt yg sekilas kedengaran merakyat itu bisa dijadiin cerita dgn genre kyk gini.
    2. Penamaan robotnya keren, tau.. 4-6, for sick. Ah, aku tak sanggup 😂😂😂
    3. Belum nonton love cells, tp sepanjang cerita aku ngebayangin love cell kayak yg di webtoon yumi’s cells. Ha.
    4. Gak bingung sama sekali.

    Like

    1. Halo kak! Makasih sudah membaca dan menjawab 4 a.n di atas hehe. Btw, aku blm pernah baca yumi’s cells *brb ngecek webtoon habis ini. Skali lagi makasih sudah diapresiasi 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s