See No Evil

by Io

.

“I am not what you see and hear.”
― David Foster Wallace

.

Tap.

Tap.

Tap.

Rintik gerimis membasahi bumi Strasburg, semakin lama turun semakin deras. Matahari pagi tertutup oleh gumpalan awan kelabu yang sepertinya tak akan menyingkir dalam waktu dekat. Di jalan, orang-orang berlari kecil, bergegas agar segera sampai ke tempat tujuan dan berteduh. Ada juga yang memilih berhenti di pinggir toko, harap-harap cemas memeriksa tas apakah mereka membawa payung atau malah melupakannya di rumah.

Di sebuah rumah dengan tetangga di kanan dan kiri yang masing-masing berjarak hampir satu kilometer jauhnya, seorang lelaki paruh baya baru saja menyeret diri keluar dari kamar tidur. Ia beranjak menuruni tangga dengan langkah nyaris ogah-ogahan. Si lelaki mengacak rambutnya, membuat surai pirang sewarna tembaga itu semakin berantakan. Iris abu merkuri tajam menyorot ke seluruh ruangan, melewati televisi di dinding dan lukisan abstrak yang terpajang, kemudian berhenti pada jam di meja yang menunjukkan pukul delapan pagi.

Satu jam lebih lambat dari waktu ia biasa bangun.

Si lelaki lantas menghela napas pendek, kemudian dengan langkah berat berjalan menuju dapur yang hanya berjarak beberapa jengkal.

Tanpa suara ia melangkah di atas lantai kayu berpelitur. Akhir-akhir ini jadwal tidurnya kacau sekali. Ia terbiasa dengan rotasi lima jam tidur semalaman, tapi karena pekerjaan tambahan yang ia mulai sejak akhir bulan lalu, dirinya harus mengucapkan selamat tinggal pada jadwal teratur yang telah dijalani selama bertahun-tahun itu.

Ia membuka lemari kaca yang berada tepat di sebelah kulkas, mengeluarkan sebungkus roti tawar yang tersisa beberapa lembar. Lantas dibukanya lemari pendingin, mengambil sebotol selai stroberi yang masih tersegel dan sekotak besar jus jeruk.

Untuk beberapa saat si lelaki bergelut dengan calon sarapannya. Setelah selesai ia cepat-cepat meninggalkan dapur, ingin segera mengisi perutnya yang keroncongan.

Meletakkan piring berisi dua lembar roti yang telah terpanggang baik dan segelas jus jeruk di meja, lelaki bersurai pirang tembaga itu pun menghempaskan diri di sofa empuk yang terletak di depan televisi, mengundang decit protes karena menerima berat tubuhnya secara tiba-tiba. Sembari mengunyah roti panggangnya, ia menekan tombol power di remot televisi.

Seorang pembawa berita wanita bersetelan hitam-merah menyapa, pun berita yang dibawakan hari ini.

“—reportedly offering kids treats to lure them inside. Police got the call around 8:00 last night. They say that three children reported seeing the clown, at least one other person hearing him. The clown taking off when police got there. Police said they searched the area here on 19th street but couldn’t find—”

Menjilat remah roti di ujung bibir, alis lelaki itu berjingkat.

Badut yang membagikan permen pada anak kecil lantas menculik mereka, kupikir di tahun 2017 hal seperti itu sudah tidak ada, pikir si lelaki sembari menyeruput jus jeruknya perlahan.

How … plebeian.

Yah, sebenarnya ia juga tidak patut menghakimi. Bagaimanapun akhir bulan lalu ia sendiri nyaris melakukan tindakan semacam itu. Yang membatalkannya adalah kabar dari salah satu tetangga bahwa sekolah-sekolah di kota ini telah memperingatkan semua siswa akan plot mengerikan tersebut di awal tahun ajaran. Dan ia pun terpaksa mengganti taktik.

Sungguh, kau pikir para orang tua akan waspada terhadap anak-anaknya yang keluar rumah malam-malam karena tertarik oleh melodi yang berasal dari truk es krim.

fin.

Advertisements

6 thoughts on “See No Evil

  1. TITAN WAIT A MINUTE LEMME THINK FIRST! SEK. jadi si lelaki ini juga penculik anak-anak gitu?????? what………………..????? you got me okay? AKU KIRA DIA NORMAL TAU TAN, HUHU TITAN JAHAT! AKU TUH KAGET TAU 😦 pas muncul deskripsi si wanita merah-hitam baca berita yha, aku kira dia tuh malah polisi, kayak lagi ngerjain kasus penculikan anak EH TAUNYA! DIA MALAH YANG SUKA NYULIK JUGA!? (tan, btw aku bener ga nebaknya? ih malu tau kalo salah heuheu). udah ah aku masih mental breakdown tau 😦 titan jahat 😦 aku sebel 😦

    tapi titan cobonyow juga HEHE. keep writing titanskiiii~~ ❤ ❤

    Like

    1. haiiii kafikaaaa

      eheheh ding dong! yap. si lelaki ini penculik anak-anak. titan sengaja blind-sided pembaca di awal biar nganggap dia semacam pegawai biasa. ngga seru dong kalo langsung keluar fakta kalo dia penculik XD

      kalo si wanita itu cuma pembaca berita aja kak. titan nyelipin dia buat ngasih info ke pembaca kalo saat itu lagi santer penculikan model penyamaran badut yang ngasi permen ke anak-anak 😀

      thank you uda mampir ya kafikaa uuu laf laf kafika ❤ ❤

      Like

  2. haloooo, kak titan! maaf aku udah ngelike dari siang, tapi kok baru komentar sekarang soalnya baru muncul mood-nya, jadi daripada asal-asalan hehehehe.

    btw btw ini kukira dia bapak-bapak biasa yang bosan dengan hidup monoton gitu soalnya dari narasi kakak di awal-awal, aku nangkepnya semacam si bapak ini rada bosan. eh ternyata……… </3 dia penculik yang kreatif dengan modus. be aware of him, wahai tetangga si bapak-bapak bersurai tembaga ini! he he he.

    semangat terus yaaa, kak titaaan! keep w r i t i n g! ❤

    Like

    1. haiii evinn

      iyaa ehe memang sengaja titan buat kaya gitu biar pembaca em, apa istilahnya? terkecoh? hahah

      satu kata buat si bapak: bahaya.

      makasih ya evin udah mampir aaa laf laf evin ❤ ❤

      Like

  3. WHEN U DID NOT SEE DAT PLOT TWIST COMING HAHAHAHAHAHAHHA KESAL AKU KESAL

    Mas, besok coba dagang cilok mas pake telolet pasti bisa dapet banya #tipsandtrick

    TITAN KALO LAGI NGESELIN REMNYA LANGSUNG BLONG GITU YA BIKIN JANTUNGAN </3

    Like

  4. MASA KAK TITAN TEGA TIDA NGASI WARNING: JANGAN DIBACA MALAM-MALAM, MANA NABIL TAKUT BADUT 😦 walaupun nabil doyan banget genre beginian kalo nonton pelem, kalo baca mah ya…  jangan gini-gini amat apalagi malam-malam begini bacanya 😦 nabil udah simpati masa sama si bapak-bapak ini, eeeeeee taunya eee taunyaaa 😦  tapi kak titan tuh selalu berhasil bawain genre-genre ginian meanwhile nabil masih buta banget gimana bikin masterpiece macem gini XD you rock it kak titaneuuuu ♥♥♥ love youuuuuu 😘😘

    eh

    bentar

    engga deh gajadi, habisnya nakut-nakutin 😫😫😫

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s