Heaven

LDS, 2016

Surga dunia.

***

Di dunia yang penuh cinta, Minggu berhias senyum dan kedamaian adalah surga. Asrinya taman kota diwarnai tawa anak-anak yang bermain dekat air mancur, sementara orang tua mereka mengawasi dari jauh sambil sesekali bercakap dengan sesamanya. Stan limun dan es krim di seberang jalan menjadi tempat bernaung sementara jika terik matahari musim panas dirasa tak lagi bersahabat. Ada satu anak yang terjatuh saat bermain hingga menangis sesenggukan, tetapi ibunya datang kemudian buat menenangkannya. Pasangan muda yang duduk berdampingan di bangku biru tua malu-malu berpegangan tangan sebelum akhirnya si pria berdiri, mengajak wanitanya ke tempat yang tak terjangkau banyak mata—jangan tanya mengapa.

Manisnya hari libur ini tidak lantas membuat kopi Kyungsoo jadi manis. Teguk demi teguknya malah memahit, membuatnya mengeluh dalam hati. Kopi dari mesin minuman memang tak bisa diandalkan, rutuknya tanpa perubahan ekspresi seraya tetap mengamati pergerakan di sekitar dengan bosan. Suasana ceria di taman kota memang merupakan nirwana kecil bagi kebanyakan orang, tetapi tidak buat Kyungsoo. Jemarinya mengetuk-ngetuk permukaan kaleng kopi selagi memikirkan saran temannya tempo hari mengenai gaya liburan baru.

Datang saja ke taman dan coba nikmati keramaian di sana! Makin siang makin seru! Ada banyak stan makanan dan pertunjukan jalanan juga!

Harusnya Kyungsoo tidak mencoba ide ini. Keramaian cuma memuakkannya, lebih dari kejemuan ketika berada dalam rumah. Membaca buku di perpustakaan pribadinya lebih baik karena di sana sepi dan ia bebas melakukan apa saja, sedangkan di taman? Bahkan sikap diamnya pun memancing tatapan aneh beberapa orang, membuatnya tak nyaman.

Seteguk kopi meluncur lagi ke kerongkongan.

Sepuluh, tidak, lima menit lagi. Aku akan menunggu lima menit lagi dan bila tidak ada yang menarik selama itu, aku akan pulang.

Kaleng telah kosong. Kyungsoo melemparnya ke tempat sampah, lalu berjalan santai demi menghabiskan lima menitnya. Dicari-carinya sesuatu yang kawannya bilang ‘menyenangkan’ dari keramaian ini agar kedatangannya kemari tidak sia-sia, tetapi apa? Seluruh sudut taman bertabur gula yang tak Kyungsoo pahami apa lezatnya. Gula dari tawa, gula dari permen kapas, gula dari badut penghibur anak-anak … Kyungsoo malah mual sebelum sempat mencicipi itu semua.

Chanyeol berbohong padaku. Aku akan benar-benar melabraknya saat pulang nanti. Ia bilang tempat di mana ada banyak orang adalah surganya kaum kami, lalu apa-apaan i—

***

BLAR!

***

Kyungsoo terpaku justru ketika semua orang berteriak ketakutan. Para orang tua kebingungan menyelamatkan anak mereka. Pengunjung-pengunjung taman berlarian tak tentu arah. Bunyi mengerikan itu terdengar lagi, kali ini sumbernya lebih dekat. Kyungsoo refleks menutup telinga akibat kerasnya bunyi yang tak dapat lagi ditoleransi, berbalik, dan mendapati punggungnya serta lanskap di belakangnya—pohon, bangku taman, pagar, rerumputan—terbakar.

Sesuatu meledak, Kyungsoo menyimpulkan.

Dan, sepertinya ledakan itu merupakan sebuah kesengajaan, hasil dari kebencian yang terlalu lama dikubur. Aroma dendam dari si pelaku kejahatan tercium pekat sekali di udara, bercampur bau gosong, dan makin pekat ketika terdengar letupan senjata api berkali-kali. Taman yang semula penuh tawa berubah 180 derajat, tetapi si maniak yang tengah menembaki pengunjung sembarangan tampak sangat gembira dalam neraka buatannya.

Ada luka di balik tawa itu, Kyungsoo tahu.

Kendati demikian, ia tidak ingin menggali lebih jauh. Sama seperti orang gila yang baru datang tadi, Kyungsoo menikmati surga baru yang muncul di taman ini. Keputusasaan, darah yang bermuncrat ke mana-mana, melayangnya nyawa bersama tangis, dan warna kelabu langit yang hanya bisa tertangkap retinanya begitu cantik hingga ia tenggelam dalam kekaguman. Sengatan api di punggungnya pun tak lagi terasa menyakitkan saat Kyungsoo melajukan tungkai melawan arus manusia sebab suguhan emosi yang fantastis ini sangat memanjakan indra paradoksalnya.

Nah, ini baru festival!

Tanpa berhenti berjalan, sembari mengangkat sebelah telapaknya tinggi-tinggi, Kyungsoo menarik segala bentuk amarah, ketakutan, dan duka hingga berbentuk serupa permen kapas, lalu mulai mencubitinya dan memasukkannya ke mulut. Ketika dikulum, perasaan-perasaan buruk itu leleh bagai karamel, lezat tak terkira, menimbulkan ketagihan. Bahkan Kyungsoo yang biasa tampak kalem mulai terkekeh sambil berjingkat-jingkat, menikmati Minggu ceria menurut versinya.

Chanyeol benar soal taman dan kesenangannya! Maaf berburuk sangka padamu, Kawan; sebagai gantinya, akan kubawakan kau oleh-oleh dari jalan-jalan pagiku ini!

Seorang wanita tua yang tengah berusaha menyelamatkan diri dari kekacauan tanpa sengaja menubruk Kyungsoo dengan keras. Perempuan malang itu terjerembab, tetapi tatkala berjuang untuk bangkit, kakinya mendadak lemas. Alih-alih mendapati lelaki muda berkulit cerah yang sebelum ini tampak menyeruput kopi, ia menemukan …

“Oh, Nyonya, mengapa lari? Mau permen kapas?”

… seorang pria mengerikan yang tubuhnya berangsur-angsur dimerahkan api. Bola matanya bergerak dalam sudut tak wajar, lurus menatap si wanita tua, sebelum mengulurkan segumpal permen kapas hitam bersalut darah dan potongan tubuh manusia.

Kyungsoo menyeringai. Taring panjangnya sama berkilat dengan maniknya yang melebar berkali-kali lipat di hadapan sang calon mangsa.

“Selamat datang di surga!”

TAMAT

 

Advertisements

8 thoughts on “Heaven

  1. HUUAA SAIKOOO…. KYUNGSOO PULANG NAK UDAHAN MAKAN PERMEN KAPASNYA HUHUHU
    GILS!!! bisa gitu yaa Liii kamu jahatin kyungsoo sebegini teganya TT aku bayangin dy makan permen kapas gosong bercampur darah itu tuh berasa pengin nampar dy biar sadar 😭

    tapi tapi Lii… plotnya asiik dan ngga ketebak gitu bakalan kayak gitu endingnya. gud job, Li… keep writing yaa! iluvu 😘

    Like

    1. nha ini istrinya si penguin dateng.
      jangan minta dia pulang ntar dia ngebakar rumahmu secara dia setan hahaha
      aku ga njahatin kyungsoo, muka dia aja yg sesekali gereget banget buat dijadikan anak buah kegelapan XD
      makasih sdh baca ya!

      Liked by 1 person

  2. jadiiiiii kyungsoo-nya iblis, kak? HAHAHA sumpah aku kaget soalnya awalnya (iya, aku ga sengaja ke-scroll ke bawah terus baca kata taring) vampire, terus pas baca dari atas lagi aku kayak……. wah gila serem banget ini mahkluk. habis menurut dia festival itu yang penuh darah DAN GULALINYA DONG GULALINYA aku bayangin aja udah eneg 😦

    keep writing yaa, kak lianaaa, maaf komenku pendek 😦

    Liked by 1 person

    1. eviiin
      waaah baguslah kalau evin mengerti bahwa cecunguk mata lebar ini setan HAHAHA aku bahagia ❤
      jangan dibayangin gulalinya itu makanan setan :p
      makasih udah mampir ya dan keep writing too!

      Like

  3. GILA NABIL BACA JAM 23.20 KAK LIANA, ADUH INI BAGAIMANA 🙊🙊 ini pertama kalinya nabil baca cerita kak liana ga sih? perasaan iya, dan langsung dapet yang ginian 😦 tapi terlepas dari kontennya, diksi kak liana cantik bangeeeet, nabil suka ♥ udah gini ceritanya mah, bakal pengen baca terus aaaaaah XD semangat terus nulisnya kak liana ☺

    Liked by 1 person

  4. Ini ceritanya keren banget 😍😍😍
    Pertama, aku kira chanyeol bales dendam (karena sempat ada kata dendam disana) sama si Kyungsoo. Karena kan kata Chanyeol akan ada sesuatu menyenangkan, ku kira menyenangkan bagi dia membunuh Kyungsoo. Ini sadis 😂😂

    Kedua, ku kira Chanyeol yang buat kebakaran itu untuk nyenengin Kyungsoo. Ini sih, sakit jiwa 😂😂😂

    Ketiga, wajah malaikat Kyungsoo, Heart shaped smilenya, Tawanya yang lepas. Kau apakan Kyungsoo Thor 😭😭😭
    Tapi ini plotnya keceh bener. Eh, tapi kok Kyungsoo jadi begitu thor 😭😭😭

    Oke, abaikan ini kepanjangan 😭😭😭

    Makasih banyak udah buat cerita ini thor 😊😊

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s