Slices #1

Berbagai cericip rekan kerjaku berlomba-lomba memasuki telinga. Bilang inilah, itulah, apalah.

by shiana

Outside the Window

Matahari telah menggapai puncak singgasananya ketika lantai kesepuluh dari gedung tempatku bekerja gempar. Para pekerja sibuk berkerumun di sepanjang jendela kaca yang mengarah ke utara. Bisik-bisik penasaran dan tarikan napas bersahutan membuatku terpaksa meninggalkan makan siang lantaran rasa ingin tahu yang tak terbendung. Ikut berjejalan, susah payah aku mencapai barisan paling depan.

Musabab dari kerusuhan ini akhirnya menyambutku. Aku melotot lebar. Langkahku perlahan maju—ingin memastikan dengan jarak yang lebih dekat. Pemandangan yang sekarang tersuguhkan pasti tidak hanya membuat heboh lantai sepuluh, namun semua bagian dari bangunan ini. Bagaimana tidak, lihatlah di seberang sana, di atap sebuah gedung yang jumlah lantainya memang lebih sedikit dari milik kami, berdiri seseorang tepat di ujung batas pagar—benar-benar mengindikasikan gelagat ingin bunuh diri!

Kurasa tidak mungkin kalau orang itu hanya iseng berdiri di sana cuma untuk lihat-lihat keramaian kota, yah … kalaupun benar, dia itu pasti sinting!

Berbagai cericip rekan kerjaku berlomba-lomba memasuki telinga. Bilang inilah, itulah, apalah.

Aku mengamati orang itu, lama sekali. Pijakannya tampak goyah. Dan belum sempat aku mengenali wajahnya, tiba-tiba ia sudah main terjun ke bawah. Bebas. Ringan. Hingga tanah menjadi batasnya mengembara di udara.

Melongok aku ke bawah, memperhatikan orang-orang mengerumuni seonggok badan yang meski detik demi detik berlalu, tak ada gerakan berarti. Kubangan darah mulai terbentuk.

Dalam hati perasaanku bercampur aduk. Terkejut, takut, dan sedih. Aku hendak berbalik, tapi secepat pandanganku menangkap sesuatu, tungkaiku terhenti. Di antara barisan orang-orang yang masih ingin memuaskan rasa penasaran di sekitarku, aku melihatnya; seseorang yang hanya kukenal sebagai kolega belaka. Namanya pun samar-samar kuingat.

Anehnya, sudut bibirnya naik, namun hanya menghasilkan lengkungan timpang.

Pandanganku kemudian beredar, meneliti orang-orang di sekeliling. Nihil. Tak ada yang tersenyum setelah insiden barusan dengan gratis dipertontonkan.

Persis saat aku kembali menatap seseorang itu, aku sempat ingin tersedak karena matanya pula tengah mengarah padaku. Kami bersitatap. Sebelum orang itu memiringkan kepala, lalu tersenyum—tepatnya menyeringai lebih lebar—kepadaku.

Buru-buru kualihkan pandangan. Dada mendadak berdebar.

Uh-oh. Haruskah aku mengajukan surat pengunduran diri hari ini juga?

end.

Advertisements

7 thoughts on “Slices #1

  1. shianaaaaaaaa! haluuu! :))

    hayo hayo si aku kayaknya emang harus resign karena job<life? hehehe. bisalah dia nanti cari kerja di tempat lain, tapi kalo cari nyawa? hayooo cari di mana? x'D tulisan kamu enak dibaca, kayak biasanya. terus juga freshly suprising gitu. aku habis bete begadang ngerjain tugas, terus nyari hiburan dan tulisan kamu bisa banget nihhh dijadiin hiburan. makasih banyak yaa, shiana! you made my night! ehe ehe. keep writing!!

    Like

    1. Aw kak eviiiin halu juga!

      Wehehehe memang nyawalah yang sejatinya paling berharga kan ya :”) wehehehe you’re welcome kak evin, terima kasih juga sudah bersedia mampir! ❤ ❤ ❤

      Like

  2. SHIAAAAAAAAAAAAAAAAAAA MAKASIH YA BESOK SENIN SEKRANG AKU DIKASI BEGINIAN HAHAHAHA AKU NYANYI INDONESIA RAYA DONG KELAR BACA UNTUK MEREDAKAN BULU KUDUK YANG MEREMANG ASOYYY~

    Mantap jiwa Shia pesannya ngena bikos kebayang … gimana ini kalo besok Senin ada yang terjun juga karena lelah dengan kehidupan??? #paitpaitpait

    Kece kece kece banget pake bingooooo ♡♡♡ luvit from Monday to Sundayyyyy!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s