Micro #1

by Cheery

.

Aku sudah menetapkan bahwa belajar adalah salah satu stressor terbesar dalam kehidupan. Apalagi pada suhu di bawah nol derajat. Ditambah materi biologi dengan segala istilah asing yang bisa membuat lidahmu keseleo. Sungguh, kompilasi hal-hal di atas sama sekali bukan hal bagus yang bisa dilakukan saat musim. dingin.

“Saraf kranial terdiri atas dua belas pasang. Nervus olfaktori—” gumamanku terhenti oleh segelas susu cokelat yang baru mendarat di meja belajarku. Jangan abaikan asap tipis mengepul di atasnya.

Tidak bertahan lama, kebahagiaanku berubah menjadi keheranan saat menemukan seseorang yang baru melancarkan aksinya. Orion? Si kulkas berjalan? Maksudku, apa dia benar-benar kakakku yang kukenal selama delapan belas tahun? Dia salah makan sesuatu, ya? Atau kepalanya habis terbentur?

You’re shivering.” Kemudian ia berlalu.

.

When snow falls, I can feel the sparks of warmth.

.

 

Demi Zeus beserta anak cucunya, mimpi apa aku semalam hingga pagi ini bisa duduk sebangku dengan Faras? Aku tidak tahu harus menganggap ini sebuah musibah atau anugerah.

Baru setengah jam sejak kelas dimulai, pikiranku sudah ke mana-mana. Bagaimana kalau tanganku bergetar saat mencatat materi? Bagaimana kalau suaraku terdengar aneh saat mengobrol dengannya? Bagaimana kalau aku gagap? Ha. Ini benar-benar mengerikan dan membuatku hilang fokus. Jadi yang kulakukan dari tadi hanyalah menatap lurus ke depan, seolah memerhatikan Julio yang sedang presentasi.

“Suka banget, ya? Lihatnya sampai begitu,” tanyanya. Heh? Apa?

“Bukan! Aku sukanya bukan sama dia.” Astaga, aku jawab apa, sih?

Kulihat ia mengerjap dua kali, “Terus siapa?”

Aduh. Bagaimana?

.

When your crush asks you who your crush is.

.

 

Tata Boga menjadi salah satu pelajaran menyenangkan di antara rumitnya fisika, ngerinya matematika, serta suntuknya kimia. Di mana lagi di sekolah kamu dapat menghirup aroma kue yang baru keluar dari oven, mengecap rasa makanan hasil jerih payahmu memahami buku resep? Kurasa hampir tidak ada siswa yang tak antusias saat mengikuti kelas ini.

Aku dan rekan sekelompokku juga tidak termasuk pengecualian. Kerja sama kami cukup baik dalam mengukur bahan, menguleni adonan, sampai mengatur suhu, dan menentukan lamanya waktu memanggang.

Perasaanku mirip saat akan menerima hasil ujian ketika oven dibuka lalu menguarkan wangi khas. Harap-harap cemas. Ah, sepertinya tadi gulanya agak berlebih. Hans—rekanku, segera mencicipinya.

“Bagaimana rasanya?” Kuperhatikan ekspresinya dimirip-miripkan seperti juri lomba masak yang biasa tayang setiap Minggu sore.

“Kemanisan,” jawabnya. Aku menghela napas. “Tapi nggak semanis kamu.”

.

So, how’s the taste?

.

Coba bilang padaku kalau ada yang lebih menyebalkan daripada adik lelakimu yang berusia delapan tahun tiba-tiba membangunkanmu pukul dua dini hari dengan alasan tidak bisa tidur karena ada cicak di kamarnya, padahal kamu belum genap setengah jam memejamkan mata setelah berperang dengan kalkulus. Iya, itulah yang terjadi padaku sekarang.

Mau mengizinkannya tidur di kamarku? Ha. Terakhir kali bahkan aku sakit punggung karena terbangun di lantai tanpa selimut. Cara tidurnya sungguh brutal. “Kali ini benar-benar besar. Ayolah, Kak.” Dia merengek lagi.

Ingin cepat-cepat mengakhiri situasi, aku melangkah lebar-lebar menuju kamarnya. “Di mana?”

“Di belakang pintu.”

“Awas saja kalau—WHUAAAA!!”

“Besar, ‘kan?” Aku masih mengatur napas setelah mundur beberapa langkah.

“Itu, sih, bukan cicak, tapi tokek!” Uh, aku merinding.

.

Sis, help me.

.

Advertisements

19 thoughts on “Micro #1

  1. Aaa sukiiii
    Ficletnya ucul2 iiih sukaaa prompt2nya juga manis2 tapi paling suka yg your crush asking about whi your crush is aaaaaa mati aja aku kalo dlm situasi kyk gitu ><
    Keep writing!

    Liked by 1 person

  2. Sama kayak kak liana aku paling suka when your crush asks you who your crush is HAHAHAHA aku mah udah diem aja kali ya, bisu mode: on. Atau kujawab, “Kepo ya mas?” Duh iya ini ceritanya lucu-lucu abis. Manis. Yang how’s the taste juga uh gombalnya bisa aja padahal aku nggak mengekspetasi bakal gitu 😦 Ditunggu lho micro-micro selanjutnya! Semangat nulisnya kaaak ♥

    Liked by 1 person

    1. Shiaaa~ aku mah kalo ditanyain gitu langsung ngeles “eh gurunya ngeliatin tuh” hahaha
      makasi shia♥ semangat juga kamunya 🙂

      Like

  3. hulaaaaaaa kak cheery!

    ini aaaakuuuu suka banget deh. hehehe terutama yang when snow falls sama yang cicak. kalau yang when snow falls itu fluffy banget kakaknya perhatian, yang cicak itu lucu HAHAHAHA habis tsundere dan ketemunya sama tokek doooong.

    yossh, semangat terus yaa, kak cheery! ❤ ❤

    Liked by 1 person

    1. Aloooo eviiiin!
      Aku juga pengen punya kakak kayak Orion huhu, tapi gamau punya adek yg takut cicak hahaha
      Makasih eviiin, semangat jugaaa♥

      Like

  4. KAAAK WHY. THIS IS SO SHORT YET SO SWEET! Wow, terus manisnya pas banget, gak yang fluff ala-ala terlalu cheesy.

    My favorite… Sama kayak yang lain, when your crush ask about your crush, tapi sekarang aku suka bercandain aja, “Lo mau gak sama gue?” HAHAHA. Eh tapi yang paling favorite cicak deh, unexpected terus lucu!! 👍👍

    Keep making something awesome kak! 🙂

    Liked by 1 person

    1. Halo tariii~
      kalo dijawab mau berarti emang rezeki ya tar wkwk. Dan ternyata yang cicak malah ketemu sama “induk”nya ya :((
      Makasih tariii♥ kamu semangat juga

      Like

  5. Waah nurul why so sweet?? Manis banget ceritanya *aku kalau bikin seperti ini dibikin getir semua hahaha ups*. Aku paling suka yang pertama, mengingatkan aku kepada mapel biologi dengan segala istilahnya yang bikin nagih 😀

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s