Sebuah Komitmen

oleh Angelina Triaf

@pic: pinterest.com

Setiap laki-laki dapat satu perempuan, begitu juga sebaliknya.

0o0

Bisa dibilang Seungcheol kini tengah terpesona. Ia tahu betul bahwa Sojung selalu tampak cantik. Well, sialnya, gelungan rambut cokelat madu si jelita hari ini sukses membuatnya terlihat berjuta kali lebih menawan.

“Matamu bisa menggelinding ke lantai jika terus menatapku seperti itu, Cheol.”

“Mau bagaimana lagi,” ujarnya, refleks mengedipkan mata. “Kukira level kecantikanmu tak bisa ditinggikan lagi. Ternyata aku salah.”

Kali ini Sojung yang membulatkan matanya tanpa niat berkedip. Dirinya memang sudah tahu jawaban yang akan dilontarkan Seungcheol. Namun sungguh, mendengarnya langsung justru makin menggelikan dan membuat perutnya sakit menahan tawa.

“Semua wanita akan selalu terlihat lebih cantik di hari pernikahan mereka, memangnya kau tak pernah dengar?”

“Tidak, tuh.”

Sanggahan Seungcheol mau tak mau membuat Sojung gemas sendiri. “Makanya cari kekasih sana, jangan hanya fokus buat album sampai tak tahu hal dasar semacam itu.”

“Sojung sayang, dengar, ya.” Kali ini tatapan Seungcheol berubah serius. “Mau sesibuk apa pun aku dan member lain membuat album, yang namanya jodoh itu sudah ada yang mengatur. Setiap laki-laki dapat satu perempuan, begitu juga sebaliknya.”

Keheningan mencipta sebuah jeda di antara mereka. Entah karena Seungcheol yang menunggu Sojung untuk membalas atau wanita itu sudah tak ingin mengatakan hal lainnya.

“Pernahkah kau berpikir bahwa jodoh tiap orang bisa tertukar, Cheol?” tanya Sojung, yang walaupun agak pelan tetapi masih bisa terdengar sang lawan bicara. “Bisa jadi jodohmu sudah lelah menunggu kau datang, dan di saat yang bersamaan pria lain meminangnya tanpa tahu bahwa mereka tak terikat benang takdir apa pun.

“Maksudku, mungkin saat dirimu sibuk dengan duniamu sendiri, ada dunia orang lain yang ikut berubah. Seungcheol, apakah kau pikir menunggu itu adalah hal yang menyenangkan? Jika kau tahu satu fakta saja tentang wanita; mereka merasakan sensasi menyenangkan saat mencintai seseorang, tetapi wanita akan luluh hatinya jika tahu bahwa ia tengah dicintai oleh lelaki lain. Aku pun begitu.”

Luar biasa mengetahui bahwa Sojung mengucapkan semuanya dengan begitu tenang. Sama halnya dengan Seungcheol. Ia sangat tahu ke mana arah pembicaraan ini akan bermuara.

“Kau ingin bilang bahwa dirimu merasa spesial karena Jisoo sanggup melepas segalanya demi hari ini?”

“Perempuan selalu senang diperlakukan dengan spesial.”

Kali ini Seungcheol tahu, bahwa senyuman Sojung tulus dari hati terdalamnya. “Lalu, apa kaupikir bahwa hanya Jisoo yang melepas segalanya? Hei, jika perlu kuingatkan, Choi Seungcheol, aku duluan yang meninggalkan dunia idol. Jisoo hanya melihat adanya kesempatan lalu memanfaatkan itu sebaik mungkin.”

“Lalu kau ingin bilang jika aku tak sebijak Jisoo, begitu?”

Di saat Seungcheol mulai panas dengan obrolan sederhana mereka, Sojung justru tertawa karena merasa lucu. “Kalian sama bijaknya. Hanya aku menyayangkan kenapa kau tak memanfaatkan peluang 98% milikmu yang jelas-jelas timplang dengan Jisoo.”

Mungkin jika orang lain yang berada dalam perbincangan seperti ini pasti sudah memutuskan kabur dan lari dari kenyataan. Tapi beruntungnya ia adalah seorang Choi Seungcheol.

“Ya, setidaknya sayangku satu ini mendapatkan tukaran yang tak terlalu buruk sebagai jodohnya,” ucap Seungcheol akhirnya, hendak menutup pembicaraan. “Aku kenal Jisoo lebih baik dari siapa pun di seluruh dunia.”

“Ya, ya, aku sudah dengar itu dari mulut Jeonghan dua jam lalu saat ia kemari dengan kekasihnya.” Sojung berdiri, merapikan bawah gaunnya yang mungkin kusut karena duduk terlalu lama. “Aku harus kembali ke dalam, duduk di balkon membuatku kedinginan. Siapa tahu Jisoo benar-benar mencariku karena sadar istrinya menghilang cukup lama.”

Sojung pergi dengan membawa gelas jusnya, menyisakan punggung yang semakin menjauh untuk Seungcheol pandangi beberapa lama. Walaupun tak tampak dari luar, nyatanya semua perkataan Sojung hari ini sangat membekas di kepalanya.

Saling mencintai saja ternyata belum cukup, harus ada kejelasan di antara keduanya. Karena rasa cinta dapat dengan mudah tumbuh seiring waktu berjalan, yang sulit adalah bagaimana caranya membuat sebuah komitmen untuk saling mengikat dalam sebuah hubungan yang jenjangnya lebih serius.

fin.

Advertisements

7 thoughts on “Sebuah Komitmen

  1. Tertohok sekali membaca ini. Duh.

    Aku literally tersenyum-senyum dengan candaan mata menggelindingnya Seungcheol. Hahaha.
    Kata-kata Sojung nggak cuma membekas di kepala Seungcheol, tapi juga kepalaku. Haha. Keep writing! ^^

    Like

    1. thanks for reading^^ halo kak mala, seungcheol terlalu terpesona dan sedikit menyesal keduluan sama jisoo, hehe. iya kak, bikos kita para perempuan jangan mau kalo cuma dijanjiin doang tapi ga ada tindakannya xD makasih udah mampir ya kak 😉

      Like

  2. Kanjel sojung ini sojung yg mana? Aku koneknya ke mba ital masa. Apa aku yg kuper kalo member gfriend ada yg namanya sojung. Itu satu orang dapet satu pasangan, terus kalo poligami, poliandri dan sejenisnya itu apaan dong?// mel kamu lagi kumat ya// mas scoup jangan putus asa, mas boleh dapet dua kok, asalkan adil //dibuang 😂😂😂

    Like

    1. thanks for reading^^ ini sowon gfriend mel namanya sojung juga hehe yuk kenalan sama mba kesayanganku itu :3 poligami tetep itungannya satu kok mel, satu di kamar depan, satu di kamar tengah, satu di kamar depan lantai dua, satu lagi di kamar tengah lantai dua 🙂 yang kubuang nanti bukan mas sekop tapi kamu mel xD makasih udah main ke sini ya ddku 😉

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s