Taking The Risk

Taking the Risk

by Niswahikmah

“Maukah kau kupanggil ‘Nyonya Brown’?”


“Tentu saja tidak.”

Jawaban lugas itu keluar dari sela-sela geliginya, sembari kakinya berjengit pelan. Ketara dari sikapnya kalau dia benar-benar tidak sudi memiliki marga seperti itu, apalagi dipanggil dengan embel-embel nama itu.

“Tapi, dia ‘kan suamimu, Nyonya,” sangkalku, tenang.

Nyonya Brown, ah, panggil saja dia Nyonya Grey, karena ia belum mengakui ‘mau’ untuk pertanyaanku tadi. Memang itu nama asli yang selalu dia bangga-banggakan. Dengan kulit luar yang memesona, kuku terawat, serta pembawaan terhormat. Ah, mungkin saja ia hanya akan berkelit bahwa ‘Brown’ nama rendahan yang buruk.

“Suami, katamu? Lihat saja, dia pasti keluar sedang mengawini wanita lain di luar sana. Aku tidak begitu percaya ketika dia merayuku dulu, sebetulnya,” sahutnya.

“Lantas, mengapa jadi percaya?”

“Tidak, aku tidak pernah percaya. Kutekankan, ya, aku tidak pernah percaya.

Ugh, keras kepala sekali dia. Bahkan aku masih bisa menemukan yang lebih anggun darinya di rimba belantara sana.

“Nah, kalau tidak, mengapa kauserahkan keperawananmu padanya? Buktinya jelas, keempat anakmu ini,” aku menunjuk pada bayi-bayi yang didekapnya hati-hati, “tentu hasil pertemuan kalian, ‘kan?”

Nyonya Grey menajamkan pandangannya. Maniknya yang sewarna jelaga, bulat penuh, menatapku nyalang. Namun, sedetik kemudian, ia mendengus pelan dan mengalihkan tatapannya. “Ini sebenarnya memalukan. Tapi, dia menyogokku dengan daging tuna, favoritku. Bagaimana bisa aku tidak lumpuh di bawah kuasanya?”

Aku mendengus. Ingin rasanya menghentikan wawancara konyol ini. Jika saja aku tak memiliki rencana rahasia sesudah mencuri ponsel majikanku ini, tentu saja aku akan langsung menyambar bulu Nyonya Grey, menggigitinya sampai habis.

“Ah, itu alibimu saja, Nyonya. Aku tahu alasan kau tak sudi dipanggil begitu.” Kurebahkan diriku dengan tenang, masih menyimpan keberadaan ponsel di belakang tubuh dengan lebih hati-hati. Meskipun aku tahu, itu tidak perlu. Nyonya Grey buta teknologi sekalipun majikannya adalah pakar IT.

“Memang apa? Kau hanya sok tahu saja,” jawabnya kalem.

Sesekali ia perbaiki posisi berbaringnya, supaya anak-anaknya bisa lebih tenang mengambil jatah susu di masing-masing tempat. Sepanjang pembicaraan kami, keempat bayi itu tidak juga tenang. Mungkin karena cadangan susu di kantung satu habis, mereka berebut berubah posisi. Dasar, masih bayi saja sudah tamak.

“Tentu saja karena derajatmu jauh lebih baik dibanding Brown,” tuturku. Kemudian kulanjutkan, “Brown hanya lelaki dari kampung dengan warna yang terlampau indah untuk ukurannya. Tapi, sehebat apa pun dia mengambil hati wanita, tetap saja dia dari kampung. Kalian tidak setara, kau lebih mulia dibanding dia. Perawatan kalian pun berbeda.”

Nyonya Grey tertawa terbahak-bahak, tentu saja dengan suaranya yang hanya fasih melafalkan “meong” berulang-ulang. Namun, terasa sekali ia bahagia.

“Ya, kau benar sekali. Cerdas.”

Belum selesai, aku pun menambahi, “Lihat sekarang, anak-anakmu lebih banyak yang meniru warna darimu. Bukan dari suamimu—ah, maaf, dari Brown maksudku. Hanya satu yang memiliki percampuran warna darimu dan Brown.”

“Pasti. Meskipun dia mendominasi permainan, tapi tetap saja, akulah bangsawannya. Dia hanya kasta rendahan yang berani-beraninya menundukkan aku dengan tuna sialan itu.”

Aku mengangguk-angguk takzim. Sesudahnya, aku segera undur diri, tentunya dengan pergerakan yang pintar. Kugigit segera ponsel majikanku yang sedari tadi ada di belakang tubuh, sambil berlari sekencang mungkin.

Samar, kudengar Nyonya Brown—ah, Grey, ah, apa pun warnanya lah—berseru kepadaku, “Hei! Benda apa yang kaugigit itu?”

Tapi, aku sedang malas menggonggong. Benda ini, tinggal ditekan sedikit dengan jariku, akan menunjukkan percakapanku dengannya tadi. Lihat saja, Brown pasti akan marah dan segera menceraikannya. Nyonya Grey tentu saja bisa hidup sendiri, tapi aku tahu, cinta itu sudah bersemi. Pasti dia yang berakhir mencari-cari Brown nanti, lihat saja.

Lagi pula, siapa sih, kucing yang tidak terpesona dengan Brown? Warna cokelat kejinggaannya begitu eksotis, apalagi jika bersanding dengan kilau matahari senja. Dia sempurna. Justru Nyonya Grey itu yang tidak ada apa-apanya. Hanya menang dengan label ‘Persia’ saja, namun sebetulnya dia menderita obesitas dan seringkali sakit-sakitan jika tanpa suntikan vitamin menjijikkan itu.

Dan, kemarin, dengan lancangnya dia mencuri daging yang sudah kusimpan untuk masa-masa laparku. Grey, ini pembalasan untukmu!

 

—fin.

Advertisements

14 thoughts on “Taking The Risk

  1. NISWA. WHY THIS IS SO NICE. Kind of a breath of a fresh air, ngomongin selingkuh selingkuh tapi edisi hewan malah jadi lucu ya, tapi sombongnya si kucing masih kerasa banget. Terus disogok tuna dong 😂😂😂 terbaek, ngakak parah. Pokok suka banget-banget sama penulisan kamu, asik gitu, tapi masih drama yang OH MY GOD! HAHAHA.

    Keep making something amazing Niswah and have a nice day! 😸😸😸

    Like

    1. Kak Sheeeer daku rinduuu tapi belum sempat komen di lapakmu :”) duh ini mah sebenernya fic lawas atulah, tapi alhamdulillah masih layak post. Uda jarang bikin dari sudut pandang hewan kayak gini ehehehe.

      Anyway itu ga ngomongin selingkuh, kok, cuma balas dendamnya anjing aja, lah si Greynya terlalu gengsi buat ngakuin si suami yang kampungan (apasih) wkwk.

      Makasih kunjungannya Kak Sher, keep writing too!

      Like

  2. KALO AKU PELUKAN SAMA LAYAR NISWAH TANGGUNG JAWAAAAABBBBB!!! XD

    ASTAGA ASTAGA ASTAGA INI WHY SO KYOT NIS SO KYOT KUKIRA TADI YANG WAWANCARA SI OWNERNYA MRS. GREY … TERNYATA SAINGANNYAAAAAA!!! OMO OMO PEREBUTAN MISTER BROWN DAN TUNA XD

    Asli Mrs. Grey abis ngelahirin ada aja ya bu cobaan #savemrsgrey #kembalikanmrbrown

    Oiya satu koreksi aja nis, kayanya typo: kentara ya bukan ketara.

    Overall so nais so kyut aku mau pelukan sama laptop duluuuuuu ><

    Like

    1. Yaampun kakpaaaang gapapa gapapa pelukan sama layar tida berdosa kok tenang sajoo ;3

      Ahahahaha iya kesian tuh Ibu Grey, dia nyolong daging gegara butuh asupan buat anak-anaknya huhu :”) tapi salah sendiri nyolong, minta dong sama suami, Buk /ga/

      Iyaa, itu sebenernya tida typo, cuma dibuat pas aku belum tau tulisan yg bener itu ‘kentara’ wkwkwk makasiih koreksinya kakakkuu ❤

      Liked by 1 person

  3. KAK NISWAAA THIS IS SO KYOT HEUHEU aku jadi keinget garfield sama odie bcs mrs. grey is so damn sassy xD Ini tuh kaya definisi when you fall in love with a jerk but he is hot but he is not on your level but you want to fancy with him anyway but your pride is too high but but but aja terus, wkwkwk… Terus I can relate aja sama karakter si anjing soalnya aku punya dua anjing di rumah and both are clever yet mischievous 😀 Ih pokoknya ini neomu kiyowo aku suka, keep writing, Kak Niswa! ❤

    Liked by 1 person

    1. Yaampun iya definisinya iya banget raaaan AAARGH U READ THIS SO WELL haha iyaa anjing-anjing emang begitu sifatnya kalo kuamat-amati sih abisan ehehe. Makasih banget loo uda mampir dan komen yang heartwarming syekaliiii. Keep writing too Rani! ❤

      Liked by 1 person

  4. Niswaaaaa, ini unyuk masak 😂😂
    Aku bayanginnya nyonya brown ala kucing orang kaya, gemuk, pemalas, bermuka jutek dingin tp punya babies untuk. Apalg hasil persilangan kucing kaya sama kucing kampung aaaakkkk. Aku ga kuat kalau bayangin keunyukan bayi kucing huhuhuhu soft warmmm pengen peluk uyel2. 😚

    Like

    1. Hai Kak Fatim!
      Wehehe iya nih tambah lagi si emak grey ini gengsinya tinggi sekali wkwkw. Iyaadong si babies unyu unyu tapi semua warnanya nurun grey kecuali satu ekor yang perpaduan grey-brown hahaha. Anyway makasih komentarnya yaa kak fatim, really made my day!

      Like

  5. Aku ngebayangin ke-kyot-annya empat anak Grey-Brown. DuhdudhduhhhH~ MENGGEMASKAAAAAAN.
    BTW, ah Mrs. Grey cemburu tuh Brown keluar cari wanita lain. Hahaha.
    THIS FIC IS SO KYOT!!!
    KEEP WRITING NISWAAAA~ ❤

    Like

  6. haloooo niswahh, semoga kamu masih ingat aku yaaa hahaha aku mau ketawa dulu pas baca ini. Ini sungguh sangat menggemaskan masa. aku memang bukan penyuka kucing juga, tapi kalau gini gimana engga sayang. Itu menyogok dengan tuna, oalahhh.
    Sukaaaa pokoknya, keep writing, ya :))

    Like

    1. Halo Kak Vana! Inget dong ehehehe. Iya dong kudu pake tuna kalo sama Grey yang jual mahal WKWKWK XD

      Anyway makasih udah mampir Kak, keep writing too! ^^

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s