Amour Éternel: Jerome Vaughan

“I can sell you wine and I can sell you flowers, but I can’t sell you romance, because that comes from your heart, and it’s free.”

― Jarod Kintz, This Book is Not FOR SALE

*

#1 Face the unknown 

face_the_unknown_by_aquasixio-d83qxp7

Malam itu tidak ada the Earl Grey maupun sampanye di ruang tamu seperti yang ia janjikan sebelum mereka tiba di rumah, namun kehangatan luar biasa tengah menjalari seluruh tubuh Jerome dari ubun-ubun hingga ke mata kaki. Setengah jam yang lalu ia masih sibuk berjibaku di tengah dinginnya udara malam London; menyegel rapat peti berisi amunisi yang telah dijejali lembaran kulit segar milik Keith Flynn—salah satu anjing kepercayaan Ratu, sekaligus sosok paman keji bagi seorang Jacqueline Rowan.

Sudah dipastikan saat ini peti kayu tersebut dalam perjalanan menuju sebuah kawasan elite di mana Keluarga Flynn bernaung. Jantungnya berdentam dua kali lebih cepat, tak sabar menanti berita tersebut mengisi halaman depan surat kabar pagi. Lebih dari itu, ia sangat antusias untuk menyongsong kejutan-kejutan yang menanti di depan bersama si gadis berambut pirang keemasan yang akhirnya berada dalam dekapannya.

***

#2 Cheese Players 

cheese_players_by_aquasixio

Jika hidup Jerome diumpamakan serupa permainan catur, maka coba tebak apa kiranya peran yang cocok untuknya. Raja dan ratu yang berlindung di balik barisan bidak catur meski leluasa bergerak ke mana saja? Menteri yang hanya peduli bergerak secara diagonal di arena? Kuda yang berperan mengeksekusi lawan di sisi kanan-kiri? Atau sebagai benteng pertahanan?

Bukan semuanya.

Karena orang serakah dan semaunya sendiri macam Jerome tidak punya kode etik dalam pergerakan serangan yang kerap kali dijalankan dengan acak. Dia tidak memiliki batasan ruang gerak maupun pengendali langkah, kecuali dirinya sendiri. Well, kepercayaan itulah yang diyakini lelaki di akhir dua puluh tahun itu, sampai suatu saat ia sadar bahwa dirinya tak lagi sendiri dengan kehadiran sepasang manik biru cerah yang akhir-akhir ini memengaruhi seluruh pergerakannya.

Tidak peduli kuda, benteng, atau menteri, bidak mana saja akan ia perjuangkan untuk menyebrangi kotak hitam putih demi menyandera pion Ratu milik lawan. Sampai—

“Checkmate, Jerome.” Suara di seberang meja seketika menyadarkannya dari lamunan yang terasa singkat. Kelereng karamelnya disuguhi raut cemberut dan protes singkat, “If you are going to stare at my eyes then we better have a candle light dinner than a boring game, no?”

Jika permainan menantang yang diinginkan lawannya, maka Jerome tidak punya pilihan lain, bukan?

***

#3 Cross over together 

cross_over_together_by_aquasixio-d7nbuag

Jerome memang bukan laki-laki romantis yang akan membawakan sebuket bunga mawar segar dan cincin berlian dalam kotak beludru pada saat kencan makan malam. Dan beruntungnya ia tahu pasti Jacqueline kemungkinan besar akan melubangi pelipisnya daripada membubuhkan ciuman sayang jika ia berani melakukan pertunjukkan dramatis semacam itu. Maka tidak ada di antara mereka yang mempertanyakan keberadaan sebuah pistol di antara menu makan malam yang tersaji saat itu.

“Kalau kau mau menikah denganku, biarkan saja pistolnya di sana. Tapi jika tidak, kau harus harus melubangi jantungku, karena aku tidak mau menjalani sisa hidup dengan menanggung malu luar biasa setelah lamaranku ditolak.”

Dan tawarannya, atau lebih tepat lamarannya, dibalas dengan tatapan jengah dari sepasang manik biru cerah di seberang meja. Yang kemudian diikuti dengusan kesal dan kedua lengan yang disilangkan di depan dada—gestur sederhana yang membuat Jerome tersenyum menang, karena ia tahu benar apa artinya itu.

“O, demi Tuhan, aku menyesal kita tidak jadi makan malam di rumahmu.”

***

#4 Sweet vertigo 

sweet_vertigo_by_aquasixio-d88nkoh

Salah jika sebagian besar orang menyandingkan Jerome dengan label nyentrik dan hobi pamer. Terutama saat ia mengantar anak laki-lakinya pada hari pertama masuk sekolah menengah dengan sebuah helikopter. Karena momentum menyaksikan anak bungsunya tergesa menyebrangi landasan helipad di atap sekolah adalah semata untuk menciptakan momen terbaik sepanjang delapan belas tahun perjalanannya menjadi seorang ayah. Sebagian karena ketika ia seusia Jake, ayahnya tidak mengantarkan apalagi menemaninya sekolah pada hari pertama. Sebagian lagi karena ia tidak ingin jadi seperti ayahnya yang perhitungan bukan main, yang hanya mengizinkannya berangkat ke sekolah naik mobil, bukannya helikopter pribadi.

***

#5 I want to talk to you 

i_want_to_talk_to_you_by_aquasixio-d9auce0

Sudah 3 x 24 jam lamanya keberadaan Jerome dianggap angin lalu oleh wanita yang tengah menonton, atau pura-pura menonton, program memasak di ruang tamu. Kedua anaknya juga hanya mengedikkan bahu tanda acuh tak acuh terkait perang dingin kedua orang tua mereka kali ini.

Lelaki yang tahun ini usianya memasuki kepala empat tersebut juga sudah kehabisan stok bujuk rayu mutakhir demi mendapatkan ampunan setelah ia tidak sengaja memecahkan salah satu tea set Cina milik sang istri. Meskipun bukan satu-satunya cangkir keramik yang biasa dipakai untuk meminum teh, seluruh umat manusia dalam rumah tersebut tahu benar yang pecah kemarin adalah koleksi kesayangan Jacqueline, dan memecahkannya sama dengan melakukan bunuh diri secara suka rela.

Hanya saja rupanya tanpa perlu aksi menggantung diri sekalipun, Jerome telah dianggap tiada meski jelas ia masih menapak di tanah—pakaian kotor dibiarkan menggunung di dalam keranjang, peralatan makan yang ia gunakan adalah satu-satunya yang tersisa di cucian piring, dan yang terburuk, berbotol-botol sampanye terbaik miliknya telah dilarutkan dalam toilet.

Dan ketika Jerome tidak tahan lagi diperlakukan seperti orang mati, ia segera memesan sebuah tea set istimewa pada kolega Tionghoa yang seorang ahli keramik. Ia yakin cold treatment yang didapatkannya akan segera berakhir ketika cangkir-cangkir yang terbuat dari abu mendiang paman ‘kesayangan’ sang istri—Keith Flynn—sampai ke rumah.

***

Tbc.

VON’s Note:

  1. Halo, semua! Kali ini saya kembali dengan series: Amour Éternel dan postan ini menandai satu dari keempat series yang akan dipublish setiap hari Jumat. 🙂
  2. Amour Éternel adalah series yang berpusat seputar kehidupan keluarga Vaughan dengan karakter utama yang berbeda di setiap minggunya. Minggu ini diawali dengan Jerome Vaughan a.k.a Mr. Vaughan (yasss akhirnya si bapak Vaughan debut!), dan minggu depan, depan, depannya lagi akan diisi oleh warga negara the Vaughans yang lain~ Semoga saya belum dideportasi sebelum series selesai, karena mungkin, telah menyebabkan massa emosi warbyasah atas tulisan yang ya begini adanya.
  3. Di setiap sub-judul terdapat link yang merupakan credit picture dari gambar yang menjadi prompt sekaligus sumber inspirasi saya (dan mungkin juga kalian, jika ada yang berminat hehe) dalam menggarap series ini. Secara keseluruhan gambar-gambar tersebut adalah milik: http://aquasixio.deviantart.com/ Gambar-gambarnya ciamik bangetz T^T rasa ingin menangos kalau inget saya gambar manusia lidi aja failed ….
  4. Semoga debut Mr. Vaughan sukses dan sadayana bisa mengenal the Vaughans lebih dalam lewat series ini 😀 Sampai ketemu lagi minggu depan~
  5. Feature image credit picture
Advertisements

5 thoughts on “Amour Éternel: Jerome Vaughan

  1. KAK VON HAII!! First aku mau ngenalin diri dulu. Washfa 98l. Aku lupa udah pernah kenalan apa belom tapi gapapa lah ya kenalan lagi. Ehe.

    Aku (lagi2) lupa kapan pertama kali baca tulisan kakak, pokoknya aku langsung suka apalagi genrenya kaya ginii❤ the vaughans kok badass2 (?)semuaa ehe.

    Btw karena aku ga ngikutin tulisan kakak dari awal berarti aku harus mulai dari mana kak baca cerita yg ada sangkut paut sama vaughans? Maap ya kak komentar aku udah kek drabble 😂

    Semangat bulan juli ya kak von! Cheers^^

    Liked by 1 person

    1. Halooo Washfa! Salam kenal juga (lagi) yaaa!

      Banyak terima kasih sudah baca dan welkamin tulisankuh ❤

      Pertama kali aku nulis Vaughan dimulai dari:
      ♡ Serendipity (ini debut Jane),
      ♡ Sun-kissed skin (juga Jane, tapi ada Jake-adiknya Jane-sedikit),
      ♡ Fugitive (Mr. & Mrs. Vaughan)
      ♡ Silence (Mrs. Vaughan waktu masih lajang, tapi dari sudut pandang adiknya: Jacelyn Rowan)
      ♡ Sehnsucht (fic debut Jake)
      ♡ Halve it (cerita soal interest Jake soal kuliner Indonesia)
      ♡ Home-made cookies (Jake and Jane)

      Nah itu dia listnya, semoga membantu ♡♡♡

      Like

  2. KAK FILZ sorry baru bisa kukomen sekarang tadi like doang habisnya kepotong rapa, huhu. ini papa vaughan yaaaaaaaaaaaaaaKKKKKKKHHHH akhirnya papa vaughan debut! ❤ ❤ dan HAHAHA ternyata si papa vaughan ini cheesy-cheesy prideful juga, ya. nganterin jake pake helikopter coba. terus juga ngelamar mama vaughan dong pake pistol-pistolan segala HAHAHA xD

    kak filz maaf komentarku pendek sekali, kak filzzzzzzzzzz. but trust me it comes from my heart. semangskyyyy! ❤

    Liked by 1 person

    1. rapat kepotong jadi rapa kukira Evin lagi hengaut sama Rapa-el smash o.o

      si bapak cool di luar crispy di dalam alias orangnya garing ‘-‘ ((GAK OM AMPUN OM ITU BECANDA))

      Sedih dah aku si papa mengantar anak lelaki dengan helikopter kek mau perang dunia 😦

      THANKS A LOT VIN YOUR SUPPORT YANG PENTING MAH INI ❤ ❤ ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s