Trick or Treat? [2]

by Io

[cr image: here]

.

These drabbles are not connected to each other.

[Previous]

.

#8 Hold Me Close

Pertemuan kami adalah suatu kebetulan yang bahkan tak pernah kuperhitungkan sebelumnya.

Aku ingat saat itu—di mana musim semi hadir membawa aroma kehidupan yang menyejukkan. Bunga-bunga mekar dengan indah, pun hijau dedaunan serta rerumputan segar dan sehat. Aku tengah menikmati keindahan sakura dan wangi yang dibawanya kala seorang anak manusia berpakaian aneh lewat di bawah pohon tempatku duduk; melangkah ringan sembari bersenandung kecil. Aku tak asing dengan manusia, namun entah kenapa yang satu ini langsung menarik perhatianku. Mungkin karena eloknya manik cokelat yang dibingkai oleh bulumata lentik, mungkin juga karena rambut ikal indah yang dikuncir seperti buntut kuda, atau mungkin karena secara tak terduga manusia itu melempar pandang ke arahku; tersenyum lembut sembari menyuarakan sapaan.

Aku nyaris terjatuh—tak mengira ia bisa melihatku. Eksistensi manusia yang dapat memiliki kekuatan seperti itu memang tidak tak terdengar, namun tetap saja dihadapkan dengan salah satunya cukup membuatku terkejut. Sejak saat itu tiap kali si manusia melewati pohonku, ia akan dengan riang menyapa kendati aku hanya membalas lewat anggukan singkat. Lambat laun ia akan berhenti sejenak, bercakap dengan suara halus yang entah sejak kapan selalu kunantikan di setiap pagi.

Saat itulah aku mulai dibelenggu oleh perasaan aneh. Timbul keinginan untuk membawanya ke sebuah padang di atas bukit—melihat bunga-bunga langka bermekaran yang meski kasat mata bagi manusia lain namun dapat dilihat olehnya. Muncul hasrat kuat untuk merengkuhnya—melindunginya dari keras dunia yang cepat atau lambat pasti akan datang menerpa.

Tapi aku tahu. Oh, aku tahu—bahwa memilih untuk tetap berada di sampingnya bukanlah suatu keputusan yang bijak. Tidak dengan perbedaan dunia kami yang begitu besar. Membiarkan perasaan ini berkembang dan membutakan hanya akan membawa rasa sakit yang tak terkira bagi kami.

Bagaimanapun juga, tidak seharusnya yōkai[1] dan manusia bersama.

Maka aku pergi dari sana; dan dari hidupnya.

***

#9 In Noctem

Di tengah kesunyian malam yang menyelimuti kota, Eddie Hills tengah berlari sekuat tenaga demi meloloskan diri dari pemburu di belakangnya.

Sang pemburu adalah seorang vampir yang dikirim langsung oleh pemimpin besar di wilayah ini untuk menangkap dan menjatuhkan hukuman mati pada Eddie, vampir muda berusia empat puluh tahun yang telah melanggar dua peraturan penting kaumnya:

  1. Jangan pernah memberitahu manusia akan eksistensi vampir.
  2. Kalau kau memberitahu manusia tentang hal ini, maka kau harus bertanggung jawab mengubahnya saat itu juga.

Pelanggaran itu terjadi karena Eddie terlalu bodoh untuk jatuh cinta pada seorang manusia.

Manusia—yang mana adalah stok makanan kaum vampir.

Belum cukup, ia membuka mulut besarnya pada manusia ini bahwa dirinya adalah vampir dan keberadaan kaumnya bukanlah sekedar mitos—hanya tersembunyi dengan baik dari mereka yang tak memiliki urusan. Tentu saja si manusia terkejut dan ngeri atas rahasia yang dibeberkan oleh kekasihnya. Ia sempat ingin mengakhiri hubungan mereka, namun bujuk rayu Eddie dengan cepat melenyapkan pikiran itu. Tujuh hari dilewati si manusia dengan ketidakpercayaan (dan kebanggaan) bahwa kekasihnya adalah vampir dan memilih untuk bersama dirinya.

Dia. Manusia biasa.

Hingga pada suatu malam, sepasang vampir pemburu mengetuk tempat tinggal mereka; merobek leher si manusia dan berhasil memisahkan lengan kanan Eddie dari tubuhnya. Tanpa sempat memedulikan mayat sang kekasih, vampir muda itu kabur yang berakhir dengan permainan kucing dan tikus antara dirinya dengan sang pemburu.

Eddie tak tahu berapa jauh dan lama ia berlari. Ia nyaris melintasi perbatasan Alaska saat tiba-tiba saja sesuatu yang keras dan hangat melilit kaki dan menjegal gerakannya. Atensi si vampir langsung terpaku ke kaki kanan yang rupanya tengah dilingkari oleh rantai merah gelap yang berdenyut dengan kehidupan.

Oh.

Hal terakhir yang Eddie lihat sebelum semua menjadi gelap adalah senyum khidmat dari sang pemburu.

“Human is not to be trusted, o son of Hills.”

***

#10 Jealousy

Ada kecemburuan yang membakar hati Ivana Antonova kala menyaksikan kebersamaan mereka.

Mereka yang ia maksud adalah sosok laki-laki dan perempuan bersurai platinum yang tampak bercakap pelan; berjalan menuju ke arah salah satu lift di lantai dasar. Puluhan pasang mata tertuju ke arah keduanya, namun dua bersaudara itu terlalu larut dalam apa yang tengah mereka bicarakan. Sesekali pekerja yang melintas akan mengutarakan sapaan yang dibalas dengan anggukan dari si laki-laki dan ucapan halo disertai senyum manis dari si perempuan.

Si laki-laki, Elliot Corvin, menduduki posisi tertinggi di perusahaan ini. Sementara si perempuan, Estelle Corvin, adalah adik yang sesekali datang berkunjung. Kendati tertulis jelas bahwa Elliot adalah pemimpin perusahaan, kehadiran Estelle sendiri sebenarnya adalah untuk mengulurkan bantuan pada sang kakak—mengambil peran bersama dalam jalannya perusahaan dan berbagai keputusan yang diambil. Maka tidaklah aneh jika keduanya terlihat bersama saat memasuki gedung pencakar langit ini.

Namun yang agaknya menganggu Ivana adalah kedekatan kakak dan adik itu. Keduanya tak segan menunjukkan afeksi satu sama lain mulai dari menggenggam tangan, berpelukan, hingga kecupan singkat di pipi. Sebagai sekretaris pribadi Mr. Corvin, ia sering menyaksikan gestur-gestur itu tepat di depan matanya. Dan di setiap sentuhan yang ditinggalkan oleh Mr. Corvin pada Miss Corvin meninggalkan suatu perasaan membara dalam hati Ivana.

Ia ingin memiliki kuasa itu—lebih dari apa yang dimiliki Mr. Corvin atas Miss Corvin.

***

#11 Know Thy Enemy

Julieta “Juli” Smith tengah menghabiskan awal liburan musim panas dengan membereskan kamarnya yang mirip kapal pecah. Harapan Juli, saat kamarnya rapi nanti, adalah sang ibu yang tidak akan mengomel lagi dan ia bisa pergi bersenang-senang ke pantai di akhir minggu bersama teman-temannya sesuai rencana.

Juli tahu kamar ini semacam lubang hitam jika keadaannya berantakan. Barang-barangnya sering lenyap begitu saja kendati ia yakin tidak membawanya keluar dari kamar. Ia juga tahu kalau semua akan kembali jika ia mengenyahkan rasa malas dan mulai menata kamarnya.

Seperti saat ini.

Ia menemukan sekotak clips dengan bungkus yang masih tersegel, sebuah gantungan kunci dari Thailand pemberian sepupunya, pensil mekanik yang masih baru, sebuah buku memo kosong bersampul Viktor Nikiforov pemberian pacarnya (dasar otaku), sampai ke sapu tangan oleh-oleh sang paman dari Brazil yang ia kira hilang sebulan lalu.

Benar ‘kan, lubang hitam.

Ia tengah meraih kipas kertas yang entah bagaimana berakhir di balik lemari saat Juli melihatnya.

You’ve got to be fucking kidding me.

Air muka Juli memucat.

Di sana, tepat di pojok ruangan, seekor laba-laba berukuran dua jempol orang dewasa tampak tengah mengawasi Juli dengan delapan manik hitam yang berkilat. Si gadis tidak tahu dari mana datangnya si laba-laba, namun yang pasti ia ingin melenyapkan makhluk berkaki delapan itu sesegera mungkin dari kamarnya.

(Juli merinding membayangkan segala kemungkinan yang bisa terjadi jika ia gagal mengusir laba-laba itu.)

Tapi hanya sekejap—hanya sekejap—Juli mengalihkan pandang untuk meraih raket yang bersandar di dinding tak jauh dari tempatnya berdiri dan saat ia kembali mengarahkan atensi ke tempat di mana si laba-laba berada, makhluk mengerikan itu sudah lenyap.

MOM?! HELP!

***

#12 Life and Love

Pada saat-saat seperti ini, Loire berterima kasih akan sihir yang mengalir dalam darahnya. Ia tahu bahwa banyak makhluk laut yang tak memiliki keistimewaan itu, namun kaumnya selalu menjadi anak favorit Sang Lautan. Ia memberi hadiah pada setiap Mer yang terlahir—membekali mereka dengan kekuatan spesial yang berharga dan tak tergantikan.

Sihir masing-masing Mer berbeda, tergantung oleh kemampuan dan bagaimana mereka melatihnya. Sebagian dari kaum Mer dapat mengendalikan cuaca dengan sangat baik—di mana kemampuan ini memberikan keuntungan besar jika ada manusia yang berlayar terlalu dekat dengan tempat tinggal Mer. Cuaca yang tak bersahabat akan memberi jaminan para manusia membelokkan layar untuk menghindari langit gelap yang jelas merupakan kabar buruk. Manusia-manusia itu pasti akan mencari rute alternatif yang tak membahayakan nyawa dan kapal mereka.

Loire sendiri, yang berusia sembilan belas putaran musim dingin, memiliki keistimewaan untuk mengendalikan air—suatu kekuatan yang jarang dimiliki kendati seumur hidup kaum Mer dikelilingi oleh air. Guru Loire pernah memberitahu bahwa ini berkaitan dengan sifat alami kaum mereka yang ganas, namun penjelasan itu kabur dari ingatan karena ia terlebih dulu gatal ingin memeragakan cara membuat pusaran air yang baru saja dipelajari di kelas.

Ekor hijau kebiruan Loire mengayun lembut sementara separuh wajahnya tampak di atas lautan. Atensi si Mer tertuju penuh pada sebuah kapal raksasa yang tengah melaju pelan tak jauh dari tempatnya berada. Tepat saat bulan tertutup oleh gumpalan awan, Loire mengangkat tangannya yang berselaput. Ia meregangkan jemarinya, kemudian membuat gerakan seolah mencengkeram sesuatu—menciptakan sebuah gunung es yang tak akan mungkin dihindari oleh kapal. Dan seperti dugaan si Mer, besi raksasa itu membentur gunung es ciptaan Loire dengan suara mengerikan menggema di gelap lautan.

Samar-samar Loire mendengar jerit ketakutan dan kepanikan para manusia di kapal. Ia lalu menurunkan tangannya, bersenandung pelan. Si Mer membayangkan bagaimana wajah mereka saat menyadari raibnya perahu-perahu sekoci, terapung jauh beberapa kilometer dari mereka. Ia telah memastikan bahwa tak akan ada penumpang yang selamat kecuali satu manusia pilihannya: sang Pangeran yang telah lama Loire kagumi.

Loire menyelam, meniupkan gelembung mantra pendeteksi yang akan memberitahu kala manusianya telah berada dalam dekapan Sang Lautan. Perkara mengubah sang Pangeran menjadi salah satu anggota kaum Mer adalah hal mudah. Bagaimanapun, si Penyihir Timur punya hutang budi padanya.

***

#13 Misery

Akhir pekan adalah waktu di mana Hailey Brook dapat bersantai menikmati secangkir kopi di kafe favorit yang terletak dua blok dari apartemen tempat ia tinggal. Sebagai salah satu pelajar di universitas plus pekerja paruh waktu, saat-saat seperti ini adalah yang paling Hailey hargai kehadirannya. Gadis bersurai cokelat itu mendesah, menikmati cairan kental hitam yang meluncur ke tenggorokan. Menemani kopinya adalah sepotong croissant yang baru saja keluar dari oven—tersaji di piring putih persegi beserta beberapa biji beri dan selembar serbet. Cuaca di luar cerah dan sinar matahari menembus kaca jendela kafe, menerangi tempat itu dengan cahaya yang hangat.

Benar-benar kebahagiaan yang sempurna.

“Hailey!”

Atau tidak.

Hailey mendongak; melihat teman sekelasnya di kuliah tambahan Bahasa Rusia berjalan cepat menghampiri dengan ekspresi kepanikan yang tergambar jelas di wajah tampannya.

Gadis itu hendak membuka mulut menanyakan perihal apa yang membuat ia kemari, namun lelaki itu telah terlebih dahulu mendahului,

“Hailey, let’s pretend we’re dating.”

Excuse you?

Owen Bradley mengambil tempat duduk yang tersedia—tepat di depannya. Helai-helai pendek pirang stroberi Owen tampak berantakan. “Let’s pretend we’re dating,” katanya serius. “There’s a girl from my class who has been chasing me for several days. I told her I’m not interested but she’s so stubborn.”

Si lelaki mengacak rambutnya, gusar. “Aku sudah kehabisan akal untuk menolaknya. Gods, Hailey, dia benar-benar agresif. Kau tahu—”

“Owen.”

“—setelah kelas Kalkulus selesai. Benar-benar mimpi buruk. Apalagi—”

Owen.

Lelaki itu terdiam. Kendati kepanikan masih berputar menguasai, ia mengenali nada peringatan yang baru saja dilontarkan gadis di depannya ini. Owen melihat Hailey yang bersandar pada kursi, bersedekap.

“Owen, we’re already dating.”

“I know! But she didn’t believe a word from me when I told her that I’m taken! So help me put up a show!”

Dan susah payah Hailey menahan keinginan untuk melayangkan tinju ke arah lelaki yang telah bersamanya selama tiga tahun itu.

***

#14 Name

Suara halus ranting patah membangunkan sang naga dari mimpi yang dipenuhi oleh padang hijau luas. Dengan malas ia pun membuka kelopak mata; melihat sosok manusia yang telah sangat familier beberapa minggu terakhir ini berjalan mendekat.

“Halo.”

Sang naga menggeram pelan sebagai balasan. Sementara si manusia yang mulai terbiasa dengan sosok raksasa bersayap itu hanya mengulum senyum dan mulai mengusap lembut area di bawah mata sang naga—mengundang dengkur pelan yang keluar dari tenggorokan panjang itu. Manusia itu lantas menurunkan diri; duduk bersandar pada leher sang naga yang dingin dan mulai berceloteh tentang aktivitasnya hari ini.

(Ia tak menyadari manik biru elektrik sang naga yang melembut—dengan kesabaran yang tak terduga mengikuti dan mendengar setiap kata yang terucap dari mulutnya.)

“Omong-omong ….” Tatapan khawatir si manusia jatuh pada punggung berduri dengan luka berwarna ungu kemerahan yang masih tampak menyakitkan. Ia telah berusaha sekuat tenaga mengobati luka itu baik dengan sihir yang dimiliki pun dengan ramuan yang direbus berhari-hari, namun tetap saja proses penyembuhannya tidak secepat yang ia harapkan. “Bagaimana keadaanmu?”

Better,” jawab sang naga dengan suara rendah yang dalam. “You have my gratitude, human.

Bersenandung, ia pun meneruskan usapan lembut pada moncong sang naga yang jelas menikmati perhatiannya.

“Kau tahu, kau tidak pernah memberitahu namamu,” katanya kemudian, hati-hati. Seolah topik yang dipilihnya ini akan membuat sosok menakjubkan di sebelahnya itu tersinggung atau marah.

“Karena aku tidak punya nama.” Sang naga menyahut pendek. Ia menggeser ekornya, mengagetkan beberapa rusa yang mendekat kelewat ingin tahu. “Kalau kau mau, kau bisa memilihkannya untukku.”

“Eh? Sungguh?”

Raksasa bersayap itu menatap manusia kecil di hadapannya dengan datar. Sementara kegembiraan terpantul jelas pada dwimanik cokelat kemerahan yang balas menatap dwimanik biru elektrik tanpa rasa takut. Senyuman merekah di wajah si manusia.

Soltu.” Mata manusia itu bergulir mengamati sosok sang naga yang mengagumkan: otot-otot kuat yang membentuk tubuh itu, sepasang sayap memukau di punggungnya, dan sisik hitam yang berkilau keemasan di bawah sinar matahari.  “Because you’re as magnificent as the sun.

Hening sejenak sebelum sang naga menggeramkan persetujuannya. “Then Soltu it is.

Ia—Soltu—tak pernah memberitahu manusianya akan signifikan seekor naga yang secara suka rela menerima nama pemberian seorang manusia: ikatan abadi yang terjalin atas keinginan dan kesetiaan mutlak pada kedua belah pihak—sesuatu yang hanya dianggap sebagai dongeng sebelum tidur di masa ini.

(Manusia Soltu nyaris terkena serangan jantung saat ia tahu hal itu dua puluh tahun kemudian; kala bertemu dengan naga lain yang secara kebetulan berpapasan dengan mereka di hutan tropis belahan bumi selatan dan menyadari kekuasaan yang dipegangnya atas Soltu begitu besar.)

***

Trick or Treat? [2] – completed

 

Notes:

  1. yōkai – spirit
  2. you got ‘trick’ for the 1st installation and ‘treat’ for the 2nd. it doesn’t make sense? yeah, we share da same thought :”> ((abaikan))
  3. thank you for reading!

Advertisements

8 thoughts on “Trick or Treat? [2]

    1. YEOKSIIIIIIIIIII TREATNYA SERUPA OASIS SETELAH KEMARIN DIKASI SETAN(S) XD

      YOKAI–W kirain ini tadi setan alas fall in luv with a stranger, ternyata jauh lebih cool: yokai~ KENAPA DUNIA INI KEJAM MEMISAHKAN DUA ORANG ATAS PERBEDAAN IDENTITAS KENAPA 😦 #RIPJOMBLO

      VAMPIRE–Pasti Mas Ed tida bling-bling jadi tidak bisa merajuk dewan vampir untuk mempertahankan pacar manusianya 😦 kalo kulitnya bling-bling kan mayan bisa berjemur naked (why otakmu begini filz why)

      CORVINS–MBAK MARI KITA NGILER BERSAMA MBAK IVANA!! MARI KITA BUAT FANCLUB THE CORVINS LOVERS LALU KITA JADI SASAENGFANS!

      SPIDER–HAHAHAHAHHAHA Kalo aku mah begini sama kecoak 😦 aturannya sama: jangan pernah mengalihkan perhatian dari object atau dia akan menghilang seperti ninja.

      MER–When Io ruined your imajinesyen of Ariel … gapapa ariel antagonis gapapa daripada jadi buih nak

      HAILEY-OWEN–MAS TOLONG NELEN OSKADON DULU MUNGKIN MAS MASI PUSING 😦 Itu untung ngga disiram kopi sama Hailey yha kuingin menyiram soale 😦

      NAGA BIRBREN!–ACQU TIDA BISA TYDAC MEMBAYANGKAN NAGA BIRBREN TERLUKA KARENA KEHILANGAN KALENG SUSUNYA 😦 (gak) Tapi serius deh ini heartwarming tapi juga ngenes pas manusianya syok … HUHU MIARA NAGA UY NAG HITZ 😦

      Like

    2. HALU KAPANG AND YEAH DRABBLE INI SEBENERNYA JUGA TERAPI ABIS NULIS HORROR KEMAREN XD

      . aslinya yokai sama setan sodaraan sih but yeah, emang lebih cool yokai kok hahah ((rasisme terhadap setan))

      . kulit bling-bling kalo berjemur naked cuma bikin iritasi mata kapang hvt semoga yang seperti itu tydac pernah exist 😦

      . mbak ivana udah merasa cukup jadi penetap di fanclub estelle aja, elliot mah sebodo amat XD ((terus dicakar))

      . kecok… laba-laba… the ban of human existence 😦

      . kumasih salty sama ceritanya ariel jadi tiap bikin cerita merman yang jadi korban pasti manusianya HAHA

      . siram aja si owen kapang, ako ikhlas. bahkan terrence yang airhead ga kaya gini amat heu 😦

      . dat nada birbren XDD kujuga pengen punya naga huhu kan mayan bisa awet muda. apalagi kalo naganya bisa jadi cowok ganteng huahah bonus plus plus ((sadar tan))

      THANK YOU SYODAH MAMPIR KAPANG ❤ ❤

      Liked by 1 person

  1. AAAAAAAA FANTASYYYYY! ❤ yeokshi, kak titaaaan! ❤ ❤

    8 entah kenapa dan ada apa tapi aku kira awalnya si yokei ini tuyul tau kak ((iya, ini serius)) (maafkan evin) ternyata jauh lebih cool. terus aku lega hehehehehehe btw kak di sini ada kata "bulumata" itu emang harusnya digabung kah? soalnya setauku biasanya dipisah jadi kayak frasa gitu? atau aku yang salah. hehe

    9 puja puji vampirnya kak titan yang tida seperti edward cullen dan bella swann! dan aku suka dong endingnya tidak happy tapi tragic. HAHAHAHAHA bcs terkadang demi kepentingan cerita, ending tragic itu diperlukan dan kita tida perlu takut :") hidup kak titan!

    10 ESTELLE DAN ELLIOT YEEEEEEEEEEAH!

    11 somehow, aku sangat mengerti perasaannya si juli bcs kamarku adalah kapal hancur (bukan pecah lagi) dan ini lubang hitam besar sekali dan OMG aku masih selalu mempertanyakan kenapa laba-laba mesti diciptakan bcs laba-laba is seriously the most kajsdbjahvdbvakdkwyjvdjasbdnasjdhsagd creature in this world.

    12 kak titan nulis merpeople lageeeeeeeeeeeeeh! how can't i crave this dong ya ya ya dan ini dia cerdik sekali. tidak jadi manusia, pangerannya yang dijadi merman. semacam reversed little mermaid dengan karakter yang lebih tough dong! kusukaaaa!

    13 UNCHHHHHHH lucuuuuu ❤

    14 gimana cara nemuin naga, kak? bcs i need one buat dijadikan teman hehehehehe

    semangat terus kak titan yang tercobonyiiiii! ❤

    Like

    1. YEAAAAHH EVIIIN! ❤

      . astaga tuyul hahah kalo tuyul nomor 8 bakal jadi cerita horror vin bukan supernatural slash romance lagi XDD hoiya, yang bulumata itu my fault heuheu kelewatan pas dibaca ulang mestinya emang ada spasi gitu. thank you evin! ❤

      . yoi vin, setuju. kalau emang ending-nya perlu tragic udah tebas aja. apalagi titan nulis nomor 9 juga out of spite pfft masih ngerasa salty sama twilight… empat-empatnya ((dendam yang hqq))

      . evin dapet salam dari estelle dan elliot ❤

      . juli is us who have a messy room and a black hole as a bonus, and yes, KENAPA SIH ADA LABA-LABA DI DUNIA INI KENAPA huhu sumpah bikin geli 😦

      . asique kuagak khawatir bc loire is somewhat a selfish biatch in this one but yeah, she is definitely tough character. i mean, ocean isn't just warm and clear (if salty) water u kno XD

      . mereka precious ❤

      . kujuga pengen punya satu vin tapi Soltu cuma mendelik pas titan tanya complete guide how to find a dragon hvt tega 😦

      THANK YOU KARENA TELAH MENYEMPATKAN DIRI MAMPIR EVIIINN ❤ ❤

      Like

  2. Yeeaah, bagian dua kukira bakal nge-thriller lagee, tapi banyak fantasinyaaa,,

    *masih speachless*
    Kereeen,
    Aku bingung mau komen apa, tapi aku suka juga yang ini.
    Semangat nulisnya!!

    Like

    1. HAI HALU ❤

      ngga kok hehe yang ini semacam terapi habis nulis yang sadis-sadis kemaren gitu ehe XD

      u can say whatever you want actually hahah but yeah, thank you for your comment! you made my day~ ❤ ❤

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s