Amour Éternel: Jake Vaughan

©Lt. VON 2017

*

It’s always is harder to be left behind than to be the one to go …

— Brock Thoene, Shiloh Authumn

*

(Warning for some minor violences)

#16 In the event of sinking

in_the_event_of_sinking_by_aquasixio-daheh3i

Dunia runtuh adalah kiasan yang terlalu dilebih-lebihkan menurut Jake. Karena ketika sebuah bencana menghantam, dunia seseorang tidak benar-benar runtuh melainkan sekadar tenggelam, lalu akan segera muncul lagi ke permukaan. Well, setidaknya ada pengalaman pribadi yang dapat ia jadikan dasar kuat untuk berkata demikian.

Seminggu lalu ia menemukan Orion—anjing peliharaannya—terkapar tak bernyawa di depan pagar rumah, dan hampir seketika ia tenggelam dalam lautan amarah dan kesedihan yang bercampur jadi satu. Syukurlah sebelum ia sepenuhnya kehabisan oksigen, Jake berhasil membawa dirinya kembali ke permukaan setelah berhari-hari memelototi rekaman kamera pengaman dan melacak nomor polisi dari mobil yang dikendarai seorang pemabuk hingga menabrak anjing kesayangannya.

Dan di balik jaket parka yang ia kenakan, si anak laki-laki dapat merasakan jantungnya berpacu lebih cepat seiring lautan murka yang mulai surut, ketika sebuah rencana berhasil disusun dan ia menemukan targetnya di pelataran parkir salah satu klub pinggiran dalam keadaan paling ideal: sendirian, mabuk, dan tanpa perlindungan apa pun.

***

#17 Enjoy the silence

enjoy_the_silence_by_aquasixio-d72js0b

Kesunyian tidak selamanya mencekik. Ia juga bisa memberi jeda berupa ketenangan bagi mereka yang baru saja menyelesaikan misi maha penting di tengah malam puncak musim dingin, misalnya.

Seperti sesosok anak laki-laki yang tampak mencolok dengan syal merah, berdiri di antara bulir bunga es yang meluncur dari langit, sementara jerit-jerit sengsara dan getaran pada kerongkongan di bawah kakinya semakin samar terdengar. Hingga tidak ada lagi suara yang tersisa selain gemerisik dedaunan di antara deru angin malam.

***

#18 Missed Deadlines

missed_deadlines_by_aquasixio-d666l5m (1)

Bodoh? Tidak. Ceroboh? Mungkin. Pelupa? Tentu saja.

Jake Vaughan adalah siswa dengan kemampuan intelejensi di tingkat menengah ke atas. Namun ia perlu mengasah lagi kemampuannya dalam berpikir rasional, karena demi noda merah pekat di bagian bawah celana panjang yang lolos dari pengamatan mata awam, ia tidak akan mendapat pengecualian dari pekerjaan rumah yang harus dikumpulkan di kelas Matematika pagi ini, meskipun ia berhasil menguburkan jasad laki-laki pemabuk dengan mulus sebelum pergi ke sekolah.

***

#19 Pursuit of Happiness

pursuit_of_happiness_by_aquasixio-d5tx8jw

Ketika usianya genap tujuh tahun Jake dihadapkan dengan pertanyaan paling sulit dari guru Bahasa Inggrisnya, ‘Apa yang dapat membuatmu bahagia, Jake?’

Karena demi ketentraman dua puluh pasang mata di dalam ruangan, termasuk milik ibu gurunya yang berkilat penasaran di balik bingkai kacamata, anak laki-laki bersurai cokelat kemerahan itu tidak sampai hati untuk membeberkan pengalaman semalam menancapkan tujuh anak panah pada kepala laki-laki pemabuk yang menabrak anjing peliharaannya sebagai kebahagiaan absolut yang pernah ia rasakan. Meski kenyataannya benar begitu.

***

#20 Home Sweet Home

home_sweet_home_by_aquasixio-d6ob4m3

Ibu Jake bukanlah ibu rumah tangga yang senantiasa berjibaku di dapur untuk membuatkannya kudapan-kudapan manis. Ayah Jake bukanlah lelaki penyabar yang akan membimbingnya naik sepeda roda tiga ketika usianya beranjak lima. Kakak perempuan Jake bukanlah gadis manis yang suka menemaninya makan es krim cokelat di teras belakang. Meski begitu, ia tidak menemukan alasan kuat untuk menunda kepulangannya ketika jam sekolah berakhir, bahkan dengan godaan khas remaja tanggung seusianya yang memilih berkenalan dengan ganja dan tembakau, atau sekedar menghabiskan waktu di studio musik—untuk merekam suara mereka yang seperti kaleng bekas.

Karena demi apa pun, Jake merasa tidak ada yang dapat menyaingi keseruan berlatih tembak dengan ibu di rubanah, belajar menggambar struktur organ manusia dengan objek otentik koleksi saudarinya, dan menghabiskan waktu mengenal macam-macam narkotika bersama sang ayah.

Fin.

VON’s Notes:

  1. Finally, Jake completed the series today! Amour Éternel means an everlasting love; therefore, can you guess what the focuses of love given on each characters are?
    1. Jerome: Love for his children and his other half.
    2. Jacqueline: Love for his boy friend soon become boyfriend.
    3. Jane: Love for a wrong person, then for herself, and (maybe) the right one.
    4. Jake: Love for his pet and his family.
  2. I will always welcome any correction and suggestion comes from you!
  3. Thank you for your supports and see you!
  4. Pictures’ credit belongs to aquasixio.
  5. Feature image credit is here.
Advertisements

5 thoughts on “Amour Éternel: Jake Vaughan

  1. jungsangneul says:

    Kalo tidak salah aku pernah baca cerita kakpang tentang Vaughan’s Fam ini jugaa, pas itu ceritanya si Jane ngebunuh orang gituu sih. Hmm jadi ini satu keluarga emang konslet semua yak? ((Maapin aku ga baca dari serial pertama huhu)) pas baca ini tuh rasanya jatuh cinta sama diksi kakpang yang pendek-pendek tapi variatif dan pas dengan genre-nya. Apa ya. Ga bikin cape, trus ngefeel. Aku agak merinding disko juga dengan tingkah si Jake Vaughan tapi somehow aku suka idenya hehehe. Aku tida bisa jawab pertanyaannya bikos ga baca dr awal, tapi stay writing yaa my sistaaa ♥♥

    Liked by 1 person

    • Lt. VON says:

      ALOOOOOOOOOOOOOOOO NISWAH 😀

      IYA NIS IYAAAA VAUGHAN SEKELUARGA PUKUL RATA KONSLET SEMUA HAHAHAHAHA ( I LUV DAT TERM THO! )
      Mereka kecil-kecilnya pada kebanyakan nyemilin mie lidi rasa bbq jadi tingkahnya pedas menggigit ehehe

      Terima kasih sudah baca dan mengingat the Vaughansss, Nis! It means a lot for me, apalagi dengan karakter mereka memang ngga likeable pada pandangan pertama XD

      Keep writing too, nae saranghaneun Niswaaaaaah!
      ❤ ❤ ❤
      XOXO

      Liked by 1 person

  2. asanayuuki says:

    AIHH JADI JAKE VERSI ESDE AJA SO BADASS TRUS TRUS DI RUMAH JUGA ADA KELAS MENEMBAK DAN MENGENAL NARKOTIKA. Lah apalah diri ini di umur segitu belajar nulis huruf biar ga ngabisin dua garis buku sidu wakakak.

    Nice kak filz aju nicee :33 aku suka banget emang cerita berlatar mafia begini, trus juga keluarganya harmonis gitu (the vaughans has invented another variance of family goals tho haha 😂)

    Well kak filz, I really really appreciate this series, cause why not? Aku punya semacam ketertarikan aneh(?) sama seluk beluk dunia mafia, pembunuh bayaran dan jaringan bawah tanah nan gelap… intinya aku seneng banget bacain ini karena itu yang aku suka! (?) 😂😂😂

    Okelaa kak filz, selamat menempuh hidup baru di bulan ini, semoga agustus ini cerah kak ya secerah kasih sayang jake pada anjingnya uwuwuw :33

    Liked by 1 person

    • Lt. VON says:

      Yayoiii Jake dari SD sudah preman HAHAHHA #slaps

      Kamu tidak sendiri, Washfa, seumuran Jake aku masih jajanin rambut nenek, mie lidi sama makaroni pedes … apa itu narkotika kuhanya tahu pulpen aroma wangi yang (katanya) juga dulu ada semacam narkotikanya jadi bikin kecanduan. Itu sebuah pembodohan publik yang terjadi di sekitar tahun 2004 kalo ngga salah

      UUUUUUUUUUUUUUU AND I’D LIKE TO SAY THANK YOU SO MUCH TO YOU TOO, WASHFAAAA!!!

      THANK YOU FOR SUPPORTING THIS SERIES, VAUGHANS, AND MEEEE ❤

      Terima kasih juga sudah menerima ketertarikanku yang ganjil soal dunia mereka dan semoga apa yang sudah kutuliskan tidak menyimpang dan atau menyesatkan Washfa ❤

      Semoga Agustusnya Washfa juga cerah dan enerjik seperti Jakeee awawawa ❤ maaf kutelat membalas 😦

      Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s