Trick or Treat? [3]

by Io

[cr image: here]

.

These drabbles are not connected to each other.

[Previous]

.

#15 Omen

Pena Detektif Brook bergulir mulus di atas kertas, menulis kesaksian seorang wanita karier yang merupakan tetangga dari orang hilang yang dilaporkan beberapa jam lalu. Kali terakhir Mrs. Smith melihat si tetangga, ia tengah menjemur kasur kucing di halaman dua hari lalu dan mereka sempat mengobrol sebentar. Wanita itu berkata bahwa tidak ada gerak-gerik aneh dari si tetangga atapun orang mencurigakan saat itu.

Beberapa pertanyaan kemudian Detektif Brook selesai mengumpulkan informasi dari Mrs. Smith dan menutup buku catatannya. Ia hendak beranjak dari tempat duduk untuk undur diri kala tangan Mrs. Smith meremas lembut lengannya. Dengan senyum hangat, Mrs. Smith berkata,

Would you like to have roasted meat, Detective? I accidentally made too many last night and it is lunch already.

***

#16 Perception

Kecantikan itu ada pada mata yang memandang.

Atau setidaknya, begitulah yang selama ini ramai digembar-gemborkan oleh masyarakat. Kalau boleh jujur, aku juga setuju dengan ungkapan tersebut karena memang pada dasarnya kecantikan itu hal subyektif.

Seperti, contohnya saja, aku menganggap warna merah itu cantik. Dan atas dasar itu, aku juga menganggap mayat perempuan tak berlengan dan tak berkaki—sebuah maha karya, kau tahu—di hadapanku ini cantik sekali.

***

#17 Quantum

Erik, sahabatku, memiliki sebutan sok tahu di kelas. Mungkin karena ia selalu berhasil menjawab pertanyaan yang dilontarkan para guru padanya, atau mungkin karena ia selalu mendapatkan nilai tertinggi di kelas tak peduli apa pun subyeknya. Dan well, terkadang ia juga secara tak terduga memberitahu tentang fakta-fakta memesona, hal-hal yang patut diingat, dan kebenaran-kebenaran yang sama sekali di luar dugaan padaku. Tak heran jika ia punya julukan sok tahu. Tapi aku tidak begitu memedulikannya. Yang jelas kuketahui Erik adalah anak yang pandai dan dia selalu sabar mengajariku jika ada materi yang tak kupahami.

Jumat malam, seperti biasa aku datang berkunjung ke rumahnya untuk menginap. Harus kuakui bahwa saat-saat seperti ini adalah momen favoritku.

“Hei, Harry?”

“Hm?”

“Apakah Micah masih mengganggumu?”

Micah adalah teman satu kelasku di sekolah. Well, disebut teman rasanya agak berlebihan, mengingat akhir-akhir ini ia selalu mengayunkan kakinya, berusaha membuatku jatuh tersandung tiap kami berpapasan atau berusaha membuatku terkena masalah. Tapi akhir-akhir ini bahkan batang hidungnya pun tak tampak.

Aku menggeleng. “Nope.

Dan tipikal Erik, ia lalu menyambung topik dengan hal irelevan. “Apa kau tahu kalau berat kepala kita sama dengan berat bola basket?”

Aku mengerjap. “How … interesting.

Erik hanya bersenandung pelan.

***

#18 Reflection

Sejak pertama kali masuk rumah hantu di pameran malam ini, entah kenapa perasaan buruk menyelimutiku. Aku berusaha menyingkiran perasaan itu, tentu saja, tapi semakin dalam teman-temanku dan aku melangkah jauh, semakin bulu kudukku berdiri. Hawa dingin dan suasana suram di sekitar sama sekali tak membantu. Dengan gelisah aku menyorotkan lampu senterku ke segala arah.

Matt, yang berjalan paling depan dengan ekspresi sok berani, berkomentar betapa buruknya properti di rumah hantu ini. Hantu-hantu yang ditempatkan di berbagai pojok strategis terlihat jelas buatan tangan manusia. Robin yang berjalan beberapa senti di belakangnya sesekali akan menanggapi gugup, sementara Eve dan aku mengekor mengikuti dalam diam.

Belum lama berjalan, kami menjumpai sebuah kaca kuno dengan noda gelap seperti darah di bagian atasnya. Matt, seperti apa yang dilakukan sejak menginjakkan kaki di sini, mulai berkomentar. Sementara aku—aku terlalu disibukkan oleh rasa ngeri menguasai kala mendapati refleksi Matt di cermin.

Apa yang seharusnya kepala belakang Matt justru menampakkan wajahnya.

***

#19 Search and Rescue

Setiap tanggal 13 Oktober, kantor 911 akan menerima panggilan telepon tepat pada pukul enam sore. Panggilan itu berisi permintaan tolong seorang wanita yang cukup histeris mengatakan bahwa kedua anaknya terseret arus sungai tak jauh dari tempat mereka piknik. Setiap pegawai yang menerima panggilan itu diwajibkan untuk bertindak profesional, menenangkan si penelepon dan menanyakan di mana lokasi mereka saat ini. Setelah meyakinkan si penelepon bahwa bantuan akan segera datang, putuskan sambungan dan teruslah bekerja seakan tidak terjadi apa-apa.

Bagaimanapun, kau tidak bisa menolong apa yang sudah berlalu dan tidak terjadi di dimensimu.

***

#20 To the Deep

Mengetahui bahwa eksistensi mermaid benar-benar ada harusnya menjadi hari paling aneh sekaligus membahagiakan bagi hidup Alex. Bayangkan saja, cerita-cerita yang bisa dijual, foto-foto yang bisa dilelang, dan video yang pasti akan menarik perhatian banyak masyarakat. Ia bisa jadi terkenal.

Tapi kenyataan tidak seindah itu.

Alex tengah berjuang mati-matian melepaskan diri dari cengkeraman seorang? seekor? mermaid. Tak jauh dari yang mitos gambarkan, mermaid itu memiliki tubuh manusia dan ekor ikan, tiga garis insang yang tertoreh leher, dan jemari berselaput. Alex yang berpakaian lengkap penyelam berusaha membebaskan lengannya, tapi si mermaid jauh lebih kuat dari dugaan Alex.

Namun tiba-tiba saja, si mermaid membeku. Ia melempar atensinya ke bawah, di mana gelap lautan tenang justru tampak mengancam, lalu kembali memandang Alex dengan urgensi yang tak bisa dijelaskan. Ada ekspresi ketakutan yang terpantul jelas di manik kuning mermaid itu.

Wha—?

Si mermaid lantas melesat menjauh, tampak berusaha meninggalkan tempat itu sesegera mungkin. Dan belum selesai Alex memahami keanehan perilaku setengah manusia setengah ikan itu, sudut matanya menangkap sebuah tentakel raksasa perlahan menampakkan diri dari kedalaman lautan di bawah.

Air muka Alex memucat.

Mermaid itu tidak berusaha untuk mencelakainya.

Ia berusaha memperingatkan Alex untuk menjauh dari sini.

***

#21 Unknown1888

Sarah terkikik, tanpa ragu ia memilih foto terbaiknya di Gallery dan mengirimkannya ke chatroom di mana ia dan kenalan barunya berkomunikasi melalui aplikasi kencan yang saat ini sedang populer di sekolahnya. Baru 30 menit ia berbicara dengan username unknown1888 dan ia merasa ketertarikan serta keingintahuan yang tinggi pada teman barunya ini.

[image sent]

[you]: ur turn, jack

[you]: show me ur so called cute face 😉

[unknown1888]: wow!

[unknown1888]: you are very beautiful! can I come to your place?

[you]: what

[unknown1888]: nvm. i’m already inside your house 😉

unknown1888 has disconnected.

***

#22 Visitors

Ada seseorang di luar sana.

Tidak. Tidak. Bukan seseorang. Tapi sesuatu.

Mulanya kupikir aku salah lihat, namun sudah dua hari ini aku sengaja tidur larut, menunggu di dapur dalam kegelapan hanya untuk menangkap sosok itu; mencari bukti bahwa apa yang kulihat bukanlah khayalan semata.

Di sana. Dia ada di sana. Di antara rimbunnya pepohonan yang berjajar diam tak jauh dari kabin tempat aku dan keluargaku menghabiskan liburan musim panas.

Sosok kurus seperti tongkat yang memiliki kaki dan tangan, dengan kepala bundar rata tanpa wajah.

***

#23 Window

Sudah beberapa hari ini tidurku terganggu oleh suara ketukan di jendela.

Saat musim gugur hadir, angin turut berembus tanpa henti kala malam datang. Inilah penyebab kenapa ada suara ketukan di jendelaku. Ada sebuah pohon yang daunnya mulai menguning dan berguguran berdiri tepat di sebelah jendela, dan rantingnya nyaris menyentuh kaca. Tapi saat angin bertiup, maka yang terjadi seolah ada kuku manusia yang mengetuk-ngetuk tanpa henti.

Suatu hari, saat pulang sekolah, kulihat ranting yang mencapai jendelaku tergeletak di tanah, meninggalkan bekas dahan yang patah di pohon. Ranting itu cukup tipis, jadi kemungkinan besar kekuatan anginlah yang mematahkannya. Rasa lega melingkupiku karena malam ini akhirnya aku bisa merasakan tidur nyenyak.

Atau setidaknya, itulah yang kukira.

Saat ini aku tengah berada di kasurku, terjaga di tengah malam karena ketakutan oleh bunyi ketukan yang entah bagaimana masih saja ada. Namun setelah kudengarkan baik-baik, suara itu bukan berasal dari jendela, melainkan dari dalam lemariku.

***

#24 X

Di bawah ini adalah beberapa peraturan Asrama Perempuan St. Anne-Marie. Harap MEMATUHI apa yang telah tertulis:

  1. Semua lampu harus dipadamkan saat jam menunjukkan pukul 23:00 dan baru boleh dinyalakan kembali pukul 5:00. Tidak ada pengecualian.
  2. Tamu harus menemui Kepala Asrama terlebih dahulu dan pulang di bawah pukul 22:00.
  3. Tamu menginap wajib memperoleh persetujuan dari Kepala Asrama terlebih dahulu.
  4. Dilarang membuang sampah sembarangan.
  5. Dilarang berlarian di koridor asrama.
  6. Dilarang membuka pintu kamar pada siapa pun di atas pukul 23:00. Abaikan ketukan di pintumu. Itu akan pergi dengan sendirinya.
  7. Jangan pernah menyalakan radio pada saluran 194.5 MHz. Kalau ketidaksengajaan terjadi, segera matikan radio dengan cara apa pun.
  8. Para pendeta akan berkeliling asrama setiap Jumat sore. Jangan ganggu mereka saat mereka tiba-tiba berhenti di tempat dan berdoa.
  9. Tukang kebun yang bekerja setiap hari Selasa dan Kamis adalah kidal. Kalau kau melihatnya bekerja dengan tangan kanan, segera beri tahu petugas asrama terdekat. Jangan coba-coba mendekatinya.
  10. Peraturan-peraturan di atas dibuat atas kebijakan Kepala Asrama pertama pada tahun 1945 untuk keselamatan seluruh penghuni asrama. Pelanggaran pada salah satu peraturan tidak akan menjadi tanggung jawab Asrama Perempuan St. Anne-Marie.

***

#25 Yawns

Kelingking Peter menekan tombol backspace di keyboard sampai kalimat yang membicarakan tentang lekuk tubuh Nicki Minaj terhapus. Sungguh, sepertinya ia lebih lelah dari yang ia duga mengingat dokumen yang terbuka sekarang adalah laporan investasi perusahaan bulan lalu, dan bukan kalimat panjang berisi alasan mengapa penyanyi kelahiran Trinidad and Tobago itu bisa dijadikan role model bagi gadis-gadis jaman sekarang.

Peter mengerling jam digital yang terpasang di temboknya; mengeluh kala angka merah 1 dan 10 berkedip pelan ke arahnya. Ia meregangkan tubuh, mencoba mengendurkan otot-ototnya yang kaku. Sebuah kuapan panjang lepas dari mulut Peter; memecahkan hening di kamarnya.

Dan jantung Peter nyaris berhenti kala suara orang menguap lebar terdengar tepat di sebelah telinganya.

***

#26 Zero Gravity

Para ilmuwan telah merancang roket yang bisa membawa manusia untuk mencapai bulan. Penemuan ini disambut dengan gegap gempita oleh orang-orang yang memiliki daya tarik tinggi untuk menjadi yang pertama menjejakkan kaki di bulan—suatu hal yang sebelumnya tampak tak lebih dari sekadar angan-angan belaka. Dua astronot dipilih untuk menaiki roket itu, dan mereka harus melaporkan apa pun yang mereka lihat dan rasakan saat mendarat di bulan melalui alat komunikasi canggih yang turut serta membekali. Tentu saja, tak lupa pengiriman gambar melalui satelit.

Namun apa yang tak diketahui, adalah kenyataan bahwa para ilmuwan tidak merancang roket itu untuk membawa penumpangnya kembali ke bumi.

***

Trick or Treat? [3] – finished


Notes:

  1. this is the last installment of Trick or Treat?. congratulations, you made this far!
  2. cookies to anyone who can relate jack and 1888
  3. thank you for reading!
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s