[Special Event: Best of Us] (Not) The Chosen One

Ditulis oleh qL^^

Disclaimer: This is work of fanfiction. Based on Inheritance Cycle written by Christopher Paolini. No profit is intended.

Berpuluh-puluh tahun setelah kejatuhan Galbatorix dan dibangunnya kembali Alagaësia di bawah kepemimpinan Ratu Nasuada, klan Penunggang dan naga kembali pada masa kejayaannya dengan dedikasi Eragon Shadeslayer dan naga birunya, Saphira Brightscales. Tidak ada yang tahu lokasi di mana para Penunggang baru dilatih. Konon menurut rumor lokasi itu terletak di sebuah pulau nun jauh menyeberang samudra dan hanya bisa dicapai dengan bantuan sayap naga.

Ariana sudah mendengar kisah ini sejak ia dan saudari kembarnya, Alicia, masih kanak-kanak. Ia adalah cucu buyut dari Roran dan Katrina, yang berarti ia masih memiliki hubungan darah dengan Eragon Shadeslayer. Maka sudah selayaknya ketika ia dan Alicia menginjak usia sembilan tahun, Ratu Arya dari Du Weldenvarden, sang elf penjaga telur, tiba kediaman keluarga mereka di Lembah Palancar bersama naga hijaunya, Fírnen dan dua butir telur naga.

Telur-telur naga itu lebih besar daripada lengan Ariana dan ia tak henti-hentinya menatap takjub. Salah satu telur berwarna campuran biru dan hijau, sedangkan telur lainnya berwarna hitam legam. Keduanya terlihat berkilauan meskipun hari sudah petang ketika Ariana dan Alicia diperbolehkan melihat telur-telur itu. Ia bisa melihat gurat tipis pada permukaan telur, tanda bahwa bayi naga sedang tertidur di dalamnya. Ratu Arya memberitahu mereka bahwa sang bayi naga akan memilih mereka untuk menjadi penunggangnya, bisa salah satu, keduanya atau tidak sama sekali. Lalu sang ratu meminta kedua gadis itu untuk menyentuh telur-telur itu.

Ariana sebagai putri tertua menjadi yang pertama menyentuh permukaan halus kulit telur bewarna biru kehijauan. Ia bisa merasakan kehangatan telur itu, namun selebihnya tidak terjadi apa-apa. Ia menatap Ratu Arya yang menggeleng dan ia mundur tanpa bisa menahan rasa kecewa. Lalu Alicia bergantian dengannya dan menyentuh telur itu.

Ariana langsung bisa melihat perbedaannya. Ia melihat saudarinya terkesiap seolah tangannya terbakar saat menyentuh permukaan kulit telur. Ratu Arya meraih telapak tangan Alicia dan tanda keperakan tercetak di sana. Gedwëy ignasia[1] seperti milik sang Ratu sendiri.

Naga biru-hijau telah memilih Alicia sebagai penunggangnya.

Lalu Ariana diberikan kesempatan untuk menyentuh satu telur naga lagi. Telur berwarna hitam legam. Ariana berdoa dengan seluruh serabut saraf di tubuhnya agar kali ini sang naga memilihnya. Dengan amat perlahan, ia mengarahkan telapak tangan untuk menyentuh permukaan kulit telur yang kedua. Ia menunggu, namun sama seperti sebelumnya tidak ada yang terjadi. Kali ini gelombang rasa kecewa menyerang Ariana lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Tanpa bisa menahan diri, ia terisak.

“Tidak apa-apa, Ariana,” Ratu Arya menghiburnya.

Tapi Ariana tidak mendengarkan. Ia berlari menuju kamarnya sebelum tangisannya menjadi lebih keras dan meninggalkan Alicia, Ratu Arya dan kedua orang tua yang menatapnya khawatir. Mengapa? Mengapa ia tidak bisa seperti Alicia? Mengapa naga itu tidak memilihnya? Pertanyaan itu berputar-putar dalam kepala Ariana dan ia bahkan tidak berusaha menutupinya kalau-kalau Ratu Arya berusaha menyentuh benaknya.

Malam itu ia menangis sampai merasa tidak bisa menangis lagi.

Keesokan hari Ariana menolak untuk mengantarkan kepergian Alicia yang akan berangkat menuju Ellesméra bersama Ratu Arya. Alicia harus berlatih sampai telur naga biru-hijau miliknya menetas dan cukup kuat untuk berpergian menuju lokasi pelatihan klan Penunggang yang sebenarnya.

Ariana hanya menatap dari jendela kamar di puncak menara utara. Alicia menatap ke arahnya, tersenyum dan melambai, namun ia tidak balas tersenyum atau melambai. Lalu saudarinya menunduk terlihat sedih, mengikuti Ratu Arya duduk di pelana Fírnen. Dan mereka terbang, semakin tinggi dan semakin jauh, sampai hanya berupa titik kecil di langit dalam penglihatan Ariana.

Sejak hari itu Ariana membenci naga dan Penunggang.

Catatan:

[1]. Gedwëy ignasia dalam Bahasa Kuno berarti telapak yang bersinar (shining palm), disebut juga argetlam artinya tangan perak (silver hand); merupakan tanda dari Penunggang (dikutip dari inheritance.wikia.com).

[2]. Kunjungi board ini untuk mendapatkan ilustrasi mengenai cerita ini.

Advertisements

1 thought on “[Special Event: Best of Us] (Not) The Chosen One”

  1. kak kikiiii! ❤

    aku tau cover buku ini dari smp di perpustakaan but tidak pernah baca (bahkan baru tau judul serinya adalah inheritance cycle) karena tidak sempat-sempat. terus pas baca fiksi kakak jadi kayak OH ternyata tentang naga dan penunggangnya (secara singkat). okeoke! terima kasih pengetahuan barunya, kaaak.

    daaan buat masalah fiksinya, ini ringan dan menyenangkan. ariana as a kid sangat berasa. rasa irinya dia, rasa kecewanya dia, keinginannya yang ga terpenuhi, tersaingi sama adeknya. this fiction pictures the emotions beautifully. bagus, kaaak! semangat terus ya, kak kiki! keep writing 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s