[Special Event: Best of Us] The Best Bad Guy

angelaranee©2018

.

“All the good ones go for jerks,

you know that.”

—Dead Poets Society (1989)

.

[warning: slightly mature content might not be suitable for the underages]

.

Di usiaku yang ketujuhbelas tahun, aku menyadari bahwa Prince Charming tidak lagi menemuimu dengan kuda putih dan kereta kencana. Di usia yang sama, aku juga menyadari bahwa kau tidak perlu tertindas oleh keluargamu yang kejam untuk bisa mendapatkan cinta sejati dari pangeran paling tampan dan makmur di negeri ini.

Karena di usia tujuhbelas tahun, aku bertemu dengan Marco, yang mengendarai Jeep Rubicon, bukan kuda. Marco yang mengenakan celana jeans dan jaket bomber. Marco yang hanya melepas tindiknya kala menjemputku dan bertemu dengan orangtuaku. Marco yang menyetel lagu-lagu The 1975 dan LANY dalam proses erjalanan kami setiap malam Sabtu. Marco yang menghisap tiga batang sigaret per dua jam. Marco yang menyimpan sebotol bir dan sebotol vodka di bagasi. Marco yang mengambil ciuman pertamaku, meninggalkan bercak kemerahan di leherku, dan membuatku harus melapisinya dengan foundation agar tidak ketahuan oleh orangtuaku.

Marco yang malam ini mengajakku ke klub malam dan mulai teler setelah tujuh sloki Smirnoff.

You’ve had enough,” ucapku sembari menahan tangannya yang menyodorkan sloki kepada bartender. Aku tersenyum pada pria di pertengahan usia 20an itu sambil menggeleng sebagai isyarat bahwa ia tak perlu lagi menuang alkohol ke dalam gelas di hadapan Marco.

Just once, I swear,” ujar Marco.

No means no,” tukasku. “It’s past midnight. Let’s go home. I’ll drive.

Pemuda itu mengecek jam di ponselnya, lantas mendengus remeh. “It’s not even 1 AM yet, toddler.

My mother often gets up at 2 AM, sometimes checking my room. She’ll be very mad if she doesn’t find me there tonight.

Tell her you have to take care of your drunk girl friend and stay at her place or something.

You know that I told her I’m going out with you.

Then lie to her. Like, let’s say we’re chilling and suddenly this one silly girl called you and ask you if you could pick her up in a bar because she’s way too drunk to go home by herself.

Aku mendecakkan lidah. Bagaimanapun, bila aku tetap bersikeras untuk pulang, aku akan pulang membawa mobil Marco karena aku yang akan menyetir malam ini. Esok paginya ayahku akan banyak bertanya mengapa harus aku yang menyetir semalam, dan aku harus mencari-cari alasan yang tepat untuk menipunya karena tak mungkin aku bilang padanya Marco terlalu banyak minum vodka.

My parents are out of town until next Sunday,” gumam Marco. Pemuda bersurai kecokelatan itu merengkuh pinggangku, menatapku dengan mata sayu khas seseorang yang tengah berada di bawah pengaruh alkohol. “It’s going to be fine to stay at my place overnight.

How fine is it going to be?” tanyaku sarkastik. “Last time I came to your place, I came home with at least five hickeys and aching legs.

Marco menyeringai. “Oh,” jawabnya. “it’s not going to happen this night. I might just pass out in the car, before we reach home.

It’s not going to happen?” ulangku, menaikkan satu alis seraya melirik jemarinya yang menari di atas pahaku. Marco tidak menjawab. Ia menjauhkan tangannya dariku, namun bibirnya masih mempertahankan senyum timpang yang tampak menjengkelkan.

But you have no other choice, right?” tanya Marco. Nadanya licik, seolah ia bisa membaca pikiranku.

You cunning fox,” desisku.

Your cunning fox,” ralat Marco.

Aku memutar bola mata, lantas bangkit berdiri dari bangku yang aku duduki. “Pay the bills, quick. We’re going.

Di usiaku yang ketujuhbelas tahun, aku sadar bahwa Prince Charming bukan lagi tipe idealku. Karena aku berhenti menonton film Disney di usia sepuluh tahun, dan selanjutnya menghabiskan masa remaja bersama novel klise ala anak muda, di mana laki-laki berengsek seperti Marco dipuja dan diagungkan layaknya dewa.

Thanks, Babe. Your reward waits at home.”

“Oh, shut the fuck up.”

Make me.”

Yang selanjutnya kami lakukan sedikit menjijikkan, kau tidak perlu tahu. Begitu juga dengan kedua orangtuaku yang terlelap di rumah.

.

.

.

—end.

Advertisements

2 thoughts on “[Special Event: Best of Us] The Best Bad Guy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s