[Special Event: Best of Us] Kak Dawon

OtherwiseM presented

[SF9] Dawon x [OC] Yewon

.

.

.

Aku punya kakak laki-laki yang menyebalkan dan setengah sinting. Namanya Lee Dawon.

Sebenarnya, ia cukup layak berdiri di deretan oppa-oppa tampan yang hobi bikin anak gadis orang teriak-teriak heboh. Ia juga pandai berbahasa inggris, jepang dan spanyol. Suaranya bagus dan ia bisa menari dengan baik. Tapi gilanya itu loh ….

Setiap pagi, ia akan menyelinap masuk ke kamarku. Meletakkan bibirnya di telingaku lalu berteriak keras, “Bangun, kebo!”

Aku bahkan harus periksa ke THT karena kebiasaan kelewat bodohnya yang ia sebut ‘beginilah bentuk kasih sayang seorang kakak’. Huh, sayang-sayang apanya, telingaku tuli sih iya. Padahal aku merasa jarang berbuat dosa padanya, tapi selalu membuat hidupku seperti berada di neraka. Aku penasaran, memang semua kakak laki-laki itu segila ini, ya?

“Yewon-ah, kalau mau pergi diantar kakakmu ya.”

Aku menatap ibu yang tengah memotong sayuran dengan sorot mengerikan. Berusaha membuat ibu sadar kalau aku ingin sehari saja lepas dari orang tidak waras itu tapi ibu sama sekali tidak mengacuhkanku.

“Ibu, aku bisa pergi sendiri, kok! Lagian tempatnya juga tidak jauh.”

“Karena tidak jauh, makannya minta antar kakakmu sana,” jawab ibu tanpa menoleh padaku.

Aku cemberut. “Rumahnya jauh! Kak Dawon pasti tidak mau antar.”

“Kalau jauh, kau ‘harus’ diantar kakakmu.”

Apa sih? Dekat suruh minta antar, jauh juga harus diantar. Memangnya aku ini anak kecil? Usiaku sudah 18 tahun!

“Panggil kakakmu sana!”

Kutarik napas dalam-dalam sebelum memandang ibu serius, “Ibu, aku tidak ingin diantar Kak Dawon. Dia menyebalkan dan lagipula aku juga sudah 18 tahun. Aku bisa pergi sendiri.”

Ibu membalikkan badannya. Manik cokelatnya balas menatapku serius. “Minta antar kakakmu atau tidak sama sekali.”

Aku menelan ludah. Buru-buru pergi ke kamar Kak Dawon di lantai dua. Tidak, yang mengerikan bukan tatapan mengintimidasi ibu, tapi seringai puasnya saat melihatku mati kutu dan sebilah pisau di genggaman. Aku tidak mengerti kenapa anggota keluargaku se-absurd ini. Hanya ayah yang cukup normal di sini.

“Kak, disuruh ibu antar aku pergi!” pekikku sambil menggedor pintu.

Tidak ada jawaban. Aku baru sadar tidak mendengar suara apapun sejak berdiri di depan pintu kamarnya. Biasanya akan terdengar suara ricuh nan memekakkan, entah karena ia sedang bermain game atau menyanyi keras-keras. Sendirian. Iya, kakakku se-‘unik’ itu. Habis kalau ada teman-temannya, berisiknya seperti kesetanan. Ibu sudah lelah meminta maaf pada tetangga untuk pencemaran suara berfrekuensi tinggi yang mengerikan dan akhirnya teman-temannya tidak pernah main lagi ke rumah. Iya, teman-temannya Kak Dawon setidak waras dirinya, padahal ada satu temannya, namanya Kak Rowoon, yang parasnya sudah seperti pangeran dari negeri dongeng. Sayang aku tidak sempat mengajaknya berkenalan.

“Kak! Lagi tidur?” Kali ini aku menggedor lebih keras tapi masih tak ada jawaban.

Aku mengerjap pelan. Aneh sekali. Apa benar-benar tidur? Aku membuka pintu Kak Dawon yang tidak terkunci dan nyaris menjerit saat melihatnya terkapar tak berdaya di lantai dengan segelas air yang tumpah di samping tubuhnya.

“KAK DAWON!”

Aku langsung berlari menghampirinya—dengan sebelumnya nyaris terpeleset.

“Kak Dawon, bangun! Bangun, Kak!”

Mulut Kak Dawon terbuka tapi matanya tertutup. Ia tidak bereaksi bahkan saat aku mengguncang dan menampar keras pipinya sampai merah. Tahu-tahu air mataku malah mengalir.

“Kak Dawon … tidak … jangan tinggalkan aku!” Aku memeluk tubuhnya erat. “Aku janji tidak akan marah-marah lagi, tidak akan memakimu lagi, jadi bangunlah!”

“Yewon-ah, kenapa berteriak?” Itu suara ibu. Tiba-tiba saja sudah berada di depan pintu. Parasnya cemas bercampur bingung.

Aku menatap ibu dengan tumpahan air mata yang menyedihkan. “Ibu … Kak Dawon ….”

Ibu menggelengkan kepala dan berjalan santai menghampiriku. Merebut Kak Dawon dari pelukanku untuk kemudian dipeluk dan dipukul punggungnya keras-keras. Kak Dawon langsung terbatuk-batuk dan mengeluarkan beberapa biji anggur dari mulutnya.

Aku melongo.

“Kebiasaan makanmu itu jelek sekali!” omel ibu sesaat setelah Kak Dawon sadar.

Lelaki bersurai cepak itu terkekeh lalu pandangannya terarah padaku. “Loh, Yewon?”

“Adikmu sampai menangis panik begitu! Lain kali kalau makan hati-hati! Sana ganti baju! Adikmu ada kerja kelompok.” Ibu pergi meninggalkan kami berdua.

Kak Dawon tersenyum lebar. Mendekatiku dan menoel lengan atasku. “Wah, lihat siapa yang begitu mencemaskanku sampai menangis begitu.”

Aku merasakan darah mendidih merebus kepalaku. “MATI SAJA SANA LEE DAWON! IBU, AKU MAU PERGI SENDIRI!”

-END-

Untuk Lee Dawon yang comeback kali ini jadi maung /?/, tolong jangan rusak list bias saya :”) mau spam fotonya dikit ah hehehe

/cr pict tercantum di piku/

DBOt4MWV0AAlfrbDUqmPLgVwAA-GFODXQHOoPVwAE_MLd

Salam Fangirl!

Imel

Advertisements

3 thoughts on “[Special Event: Best of Us] Kak Dawon”

  1. LUCU BANGET IMEL IH KENAPAAAAAAA WHYYYYY???? Nabil tuh paling suka baca cerita kakak adek yang ga akur tapi sebenernya peduli bangeeeet wkwkwkwk banyakin dong mel nulis kaya giniaaan 😉😉😉😉

    oiyaa meel, kamu nulis ‘menoel’ dan setelah nabil cari ternyataaaa kata dasarnya ‘towel’ meeel. jadi mungkin ‘menowel?’ hihi cmiiw yaaaa.
    asa nyundaan yaa toel toel wwk

    semangat terus imeeeeel 😘😘😘

    Like

  2. imeeeel!

    i don’t know who this guy is, tapiii apakah dia memang seperti ini atau kamu sengaja menistakan dia? HAHAHA KARENA INI LUCU BANGEEET! aku tuh antara kepengen nge-keep dia jadi kakak tapi kakak yg bisa ditendangin kalo misalnya lagi play fight hahaha. anyway, this is refreshing. aku udah lamaaaaaa banget ga baca cerita yang ringan dan fresh and you brought this up! ❤ maafkan aku imel baru sempet komen. but i really like this, tho.

    semangatttt! keep writing! ❤

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s