Adelma

Saya kurang luwes dalam memperkenalkan diri, tapi mau bagaimana lagi? Tak kenal ‘kan maka tak sayang sedangkan saya ingin sekali disayangi. Aih! Nama saya Nisa, sedang memasuki fase krisis paruh (seperempat, woy!) baya. HA. Rasanya gimana, ya? 50% ngeri, 50% excited.

Mulai menulis sejak 2011 awal, belakangan sedikit melempem karena kekurangan bahan—ya—bahan sebetulnya banyak, sih, hanya saja saya keseringan malas untuk mencari. Selain menulis, saya juga punya hobi datang ke acara musik dan teater. Ketiga kegiatan itu adalah katarsis saya, karena dunia mendadak tak sekejam yang saya pikir ketika selesai menulis, mendengar, dan menonton.

HHHHHH (ceritanya ketawa)

Dan pada zaman dahulu, saya lebih sering menulis fanfic. Kris Wu dan Kim Jaejoong adalah ultimate muse saya, dan seiring dengan berjalannya waktu, saya pun lebih nyaman menulis orific dengan mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Goal utama saya saat ini masih berkutat di … menulis cerita bersambung. Payah, memang. Tapi gak apa-apa, untuk hobi yang satu ini saya akan terus menjadi pemula. Jadi gak malu-malu bangetlah kalau tulisannya selalu payah. Yhaaa.

Dan kalau ada yang bertanya siapa yang mempengaruhi tulisan saya … jujur, saya tidak begitu yakin siapa orangnya. Pergantian penname juga bukan tanpa sebab, saya merasa tulisan saya yang dulu dan sekarang jauh berbeda. Kalau dulu saya terpengaruh oleh tulisan Nora Robert dan Tiffany DeBartolo, sekarang saya justru kurang tahu oleh siapa, tapi sepertinya lebih ke penulis lokal, sih. Saya sangat suka Arman Dhani, meskipun dia seorang jurnalis tapi tulisan dia memberi pengaruh besar ke fiksi saya. Belakangan saya juga tengah gandrung kepada Okky Madasari, Ayu Utami, dan Yusi Avianto Pareanom. Hehehehe.

Tak lupa teman sesama penulis fiksi yang saya kenal, mereka itu … menginspirasi secara nyata. Selain untuk dinikmati, karya-karyanya juga bisa dipelajari dengan melibatkan mereka langsung. Asique asique jos. Berdiskusi dengan mereka adalah kegiatan yang sangat saya suka 🙂

Huft,

Tak terasa,

6 paragraf yang menjemukan sudah telanjur saya tulis, maaf sudah membuang waktu kalian yang berharga.

Salam kenal, ya. Plis … kenali aku, sayangi aku. Jangan biarkan aku terus tertawa sambil berpeluk derita. Zzzz.

[Adelma archive]

5 thoughts on “Adelma

  1. SAYANGI KANISAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA BUKA TAB INTRONYA TIAP HARIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII ❤

    #KARENASTATISTIKADALAHBUKTISAYANGSEBUAWORDPRESS
    #NGGAJUGATAPIYAGIMANA
    #MASAMAUKIRIMPELUKLEWATJEENE
    #NANTIYANGENAKMASKURIRNYA
    #INSERTSTIKERENAENAPUNYAKANISAYANGBARUYANGBIKINMERINDINGRIANGGEMBIRA

    Like

  2. Waa kaknisa penulis keren kesayanganq ternyata influence-nya warbyasaah. Semangat kaknisaa dan aku menunggu (tanpa mendesak) kaknisa untuk comeback lagi 😀

    Like

  3. yang nabil notis itu ada dua:
    1. featured image-nya, nabil gapunya bathtub, apakah kak nisa punya bathtub?
    2. bagian HHHH kenapa kaknisa nabil ngakak sendiri XD

    Sama kaya yang lain kambeknya kaknisa selalu ditunggu (tanpa mendesak pt. 2)

    Like

  4. Sama kaya Kak Put, aku hampir salah baca Arman Dhani jadi Ahmad Dhani hahahahaha
    baca ini literally habis bangun tidur, terus langsung mikir Kak Nisa tuh classy gitu ya, nontonnya teater. Mau dong diajakin, Kak Nis. :”)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s