The Greens: Holiday

by slmnabil

Photo © Unsplash

Temukan kaus kakinya, atau leluhur kita bakal kena hipotermia.


Aaron pikir Kira tidak serius dengan argumennya tempo hari. Saat ia tanya rencana gadis itu untuk mengisi liburan musim dingin, Kira cuma bilang dia akan hibernasi. Tapi ternyata ia benar-benar jadi Sandy versi manusia.

Lain bagi Aaron, lain pula bagi Kira. Mungkin menurut Aaron definisi liburan adalah melakukan kegiatan menyenangkan seperti mendaki, berenang atau apa saja yang termasuk hobinya—meski tidak bisa karena butiran salju sedang buat pesta di kota.

Namun coba berpikir seperti Kira, liburan buatnya adalah segala bentuk antonim dari kegiatan rutinnya yang melelahkan. Lihat saja, terlalu banyak kegiatan sekolah membuat gadis itu membayar satu minggu penuh dengan malas-malasan di tempat tidur. Ia tidak bisa bayangkan adiknya bakal jadi hiasan ranjang apabila tetap begitu untuk lima belas minggu ke depan.

Pagi ini, Emmy—sang ibu—menyajikan panekuk dengan siraman madu dan susu hangat. Di tengah sarapan Aaron yang kepalang damai karena tak ada adik yang selalu ribut makanannya berantakan, Emmy memintanya melakukan sesuatu yang agak menyimpang dari prinsip. Aaron, sih, tidak begitu ingin terlibat begitu banyak dengan keseharian Kira, tapi nyatanya Emmy tidak begitu.

“Mom dan Dad akan menjenguk bibimu yang baru melahirkan. Mungkin bisa sampai dua minggu, jadi tolong jaga Kira ya,” katanya seraya menjejalkan potongan terakhir.

Aaron bukan tipikal anak yang mengatakan ya padahal tidak. Jadi ia lebih memilih mengatakan, “Apa yang perlu dijaga dari pemalas sepertinya? Lagipula dia tidak akan keluar kamar kok, Mom. Tenang saja.”

Cowok itu cukup yakin karena selama tujuh hari Emmy mengantarkan makanan ke kamar Kira. Namun hipotesisnya terpatahkan kala derap sandal bergesekan dengan derit kayu dan menimbulkan sejenis bunyi yang mustahil masuk garis paranada. Kira, dengan piyama kusut dan rambut yang lebih mirip sarang burung, bergabung untuk mengambil jatah makan paginya. Gerakan kakinya mengarah ke lemari pendingin di sisi kanan ruang makan, lalu membuka pintunya dan mendinginkan kepalanya sejenak di dalam.

“Sinting,” gumam Aaron.

Delapan detik berselang, Kira memutar tubuh dan berjalan mendekati meja makan. Ia mendudukkan diri di hadapan kakaknya, memperhatikan wajah yang sudah seminggu tak dilihatnya. Kendati begitu, Aaron tahu kalau Kira masih mengumpulkan kesadaran.

“Aku tidak ingat pernah mengajarimu untuk melanggar prinsip,” kata Aaron yang membuat Kira konsentrasi lebih cepat.

“Bicara apa, sih, kau?” timpalnya sebal sebelum menarik paksa piring sang kakak.

Aaron baru akan buka mulut dan protes, tapi nyatanya ia kalah cepat.

“Aku mau minta Mom membuatkan sajian yang sama persis sepertimu, tapi kurasa tak akan bisa jadi kuambil punyamu saja.” Itulah kalimat deklarasinya.

Percayalah, kalau Aaron mengoleksi kata sinting yang sudah ia ucapkan pada Kira selama ini para pencatat rekor juga bakal terkejut. Adiknya terlalu aneh dan menjengkelkan di waktu yang sama.

“Hibernasimu singkat amat, eh?”

Kira mengangkat pandangannya ke arah Aaron. “Ah, itu. Aku ada rencana penjelajahan, jadi intensitas malas-malasan harus dikorbankan sedikit.”

Emmy menghampiri Kira, tampak tertarik dengan pembicaraan si bungsu mengingat tidak biasanya dia membuat semacam perencanaan.

“Kurasa di rumah kita ada hantu. Tidurku tidak nyenyak karena seperti ada yang membisikiku tiap memejam,” katanya.

“Oh benarkah? Dia bilang apa?” tanya Aaron pura-pura penasaran.

“Pergi ke loteng, cari peta penjelajahan dan temukan sesuatu untukku.”

Kira ingat betul penggalan-penggalan kata yang mengusik pendengarannya tadi malam. Awalnya ia berpikir kalau Aaron yang kebetulan sedang dirasuki masuk ke kamarnya dan menjahilinya. Ia berniat memastikan kebenaran pagi ini, namun nyatanya sang kakak tampak tidak tahu. Jadi Kira sepakat dengan isi kepalanya kalau hantu—atau barangkali leluhurnya—yang mendatanginya semalam.

“Temukan apa?” tanya Emmy antusias.

Aaron selalu merasa bahwa perbedaan jenis kelamin punya andil besar dalam pembentukan kepribadian di keluarganya. Emmy dan Kira memiliki banyak persamaan soal alur berpikir meski kebiasaan mereka bisa dikatakan bertolak belakang. Kira kelewat pemalas dan Emmy rajinnya luar biasa. Aaron senang karena ia menyerupai ayahnya yang cenderung pemikir rasional.

“Kaus kaki. Ia kedinginan katanya.”

Anugerahi Aaron dengan penghargaan cowok paling sabar enam belas tahun berturut-turut karena belum edan setelah menghadapi adiknya selama ini.

“Nah, kamu bisa minta bantuan Aaron karena Mom dan Dad akan ke rumah bibi.”

Kira, sih, tersenyum senang saja karena setidaknya ia punya teman untuk diajak berburu kaus kaki leluhur. Tapi Aaron lebih senang pura-pura mati daripada harus melakukannya.

“Ayo Ron, kita tidak boleh terlalu membuang waktu atau leluhur kita bakal kena hipotermia.”

Sungguh, Aaron tidak yakin kalau Kira sudah enam belas tahun.

—end.

Advertisements

24 thoughts on “The Greens: Holiday

  1. Fic-nya seru, deh. Hmm.. apa ya? Lucu-lucu sarkas gimana gitu, trus narasinya ngalir, jadi kebayang suasana rumah mereka.
    Udah, Aaron bantuin Kira aja sana 😀

    Like

  2. Ron pantes dapat julukan SabaRon LOL aku suka fic yang ngambil cerita kakak-adek. benci2 unyuk hahaha
    omong2 keren bnget itu mommy nya . kalau aku jadi manusia kamar satu hari aja di hari libur, ibuk langsung berubah jd manusia api

    Like

    1. Wow, boleh juga tuh sabaron ehee. iyanih kakak adek, sebenernya ada kekesalan terselubung sama si ade sih /karena ku sulung/

      terima kasih yaa sudah membaca~

      Liked by 1 person

    1. So do I bil. Nothing to do kecuali nulis ga jelas sambil gagambaran. Alhasil kena marah juga.-.

      Like

  3. Ahayy ini cuma diganti cast aja ya bil? aslinya jungkook sama kira kan, yang di IFK? Hehe jadi aku gak baca ini tadi /ditampol/

    Intinya tetep sama kayak komenku yang di IFK /diendang/ semangat nulisnya yaa nabil!

    Like

  4. Kalo punya adek kayak kira, fix aku cemplungin ke kali. Kesal. Terus aku malah kebayang Aaron Carter LOL.

    Pembawaanmu enak banget nabil, kamu flexible kayaknya bawain apa aja bisa tapi masih keliatan tulisanmu. Suka 👍👍

    Keep writing ya!

    Like

  5. Nabiilllll ini keren beneran deh, suka karakternya mereka dan itu beneran kaya aku sama kaka aku XD tapi kakak aku yang emang rasional walau kadang sama anehnya kaya aku haha nyari kaos kaki buat leluhur kayaknya seru XD

    Like

  6. NABIL INI SERUUUUUUUUUUUUUUUUUU!!!
    Keseluruhannya bikin aku tepar ngetawain Aaron sampe mules.. Ampun mas kayanya kamu bakal kena kutuk leluhur gabisa edan kalo ga nyariin kaos kaki…
    Seru ya punya adek macem Kira…bisa dicemplungin ke sumur kalo lagi mageur gapunya maenan ((ga gitu))

    Keep writing yha! ❤

    Like

  7. hahahahahahahahaha 😀
    masa aku baca ini sampai ketawa ngakak parah terus berakhir dengan lemparan bantal dari adik aku, aduh, aku sukaaaaaaa. lawakannya khas banget, beneran deh aku punya teman kampus yang pribadinya agak sama kaya kira -padahal dia udah 19 tahun- hahahaha. kasian sekaligus harus bahagia -walau aku yakin dia tersiksa banget, hha- punya saudara kaya Kira. pokoknya aku sukaaaaaa ❤

    terus jadi lupa kenalan, hai nabill! nice to know you, bisa panggil pana -sebenarnya namanya ivana tapi takut disangka cowok kalau ada yang manggil 'van :D- aku kelahiran 96 -ngerasa tua- salam kenal yaaa 🙂

    Like

    1. kak vanaaaaa, maafkan baru nabil bales huhu :(((

      harusnya inu diberi peringatan kali ya? ; tidak untuk dibaca saat di sekitar orang wkwk xd

      kak vanaaa makasiih ya udah bacaaa ❤

      Liked by 1 person

  8. NABIIIIIL SUMPAH KUCINTA SEKALI CERITA INI!! FIX LAH FIX OMOOOO. ayolah bil, kan Q udah bikinin kita pinterest, boleh dong nabil ngasih visualnya aaron sama kira? (digampar soale ngelunjak) ehehehe xD yaampun aku suka semuanya lah. karakternya, bahasanya juga, terus terus suasananya. dari paragraf pertama aja udah kegambar gitu di aku. lagi sarapan cantik di ruang makan huhu, terus kayaknya emmy itu penyayang banget yaaa sama anak-anaknya ih aku suka. terus aaron tuh yang nahan sabaaaar biar nggak nempeleng adeknya xD suka deh kalo udah bawa-bawa cerita adek kakak gini bil ehehe. ditunggu chapter berikutnya yaaah nabiil, semangaaat ❤

    Like

  9. kak fika baru nabil bales coba 😦

    waaaa, bayangkan saja aaron kira ini orangnya aneh anehh petakilan bagaimanaaa gitu wkwk xd kutakngerti pinterest wkwk

    makasiiih kakfikaa sudah baca ❤

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s